Selama dua dekade terakhir, Cartier Women's Initiative telah menjadi ruang bagi perempuan wirausahawan dari berbagai belahan dunia untuk mengembangkan inovasi yang membawa perubahan. Tahun ini, tonggak perjalanan tersebut dirayakan melalui rangkaian acara di Bangkok yang berpuncak pada malam penghargaan bagi 30 perempuan wirausahawan terpilih sebagai 2026 Fellows Cartier Women's Initiative.
Mengusung tema Women Lighting the Path, perayaan tahun ini berlangsung selama sepekan dengan rangkaian acara yang mencakup Cartier Dialogues dan pameran imersif. Melalui tema tersebut, Cartier Women’s Initiative mengangkat kisah para women impact entrepreneurs yang menghadirkan perubahan melalui inovasi. Perjalanan, keberanian, kreativitas, dan komitmen mereka menjadi penggerak dampak sosial dan lingkungan di tingkat lokal maupun global.
Berlandaskan keyakinan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mendorong perubahan sosial, Cartier Women’s Initiative hadir sebagai wadah yang komprehensif. Program ini membantu mereka menghadirkan solusi atas berbagai tantangan global sekaligus membangun komunitas internasional yang berlandaskan solidaritas dan saling menginspirasi.
Sampai sekarang, program ini telah mendukung 330 perempuan wirausahawan berdampak dari 67 negara. Menggalang dana senilai USD 14,1 juta, serta menghubungkan lebih dari 520 anggota komunitas aktif di lebih dari 80 negara.
Pada malam penghargaan yang digelar di Chulalongkorn University, Cartier Women’s Initiative memberikan apresiasi kepada 30 fellows dari 19 negara yang terpilih dalam edisi 2026. Melalui kisah perjalanan mereka, para perempuan wirausahawan ini menunjukkan bagaimana inovasi dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan. Edisi tahun ini juga mencatat sejarah dengan terpilihnya fellow pertama dari Nepal.
Dalam sambutannya, Chairperson of FIFA’s Development Committee sekaligus Presiden Football Association of Thailand, Nualphan Lamsam, turut menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam mendorong perubahan. Ia mengatakan, “Real change happens when we have the courage to step into spaces where we are told we do not belong, not to fit into broken structures, but to help change them,” ujar Nualphan.
Senada dengan itu, Amal Clooney turut menyoroti kekuatan komunitas yang dibangun melalui program ini. “I’ve seen how the Cartier Women's Initiative fellowship not only accelerates these brilliant women’s careers, but also creates a sisterhood committed to helping each other through its powerful community,” tuturnya.
Cartier Dialogues: Menyoroti Kepemimpinan Perempuan Masa Kini
Menjelang malam penghargaan, Cartier Dialogues mempertemukan 140 tamu dalam diskusi bertema "Women Lighting the Path". Sesi pertama, Unveiling Brilliance: Imposter Syndrome & The Path to Authentic Leadership, menghadirkan Cyrille Vigneron dan psikolog Lisa Orbé-Austin untuk membahas imposter syndrome sebagai tantangan dalam perjalanan menuju kepemimpinan autentik.
Sementara sesi kedua, Strength Reimagined: Leadership, Kindness and the Courage to Defy Expectations, mempertemukan Cyrille Vigneron, Amal Clooney, dan Duta UNICEF UK sekaligus petinju Olimpiade, Ramla Ali, untuk mengulas bagaimana pendidikan, perlindungan hukum, dan allyship berperan dalam memperkuat kepemimpinan serta pemberdayaan perempuan.
Pameran Dua Dekade Cartier Women’s Initiative
Melengkapi rangkaian acara, Cartier turut menghadirkan pameran imersif yang menelusuri perjalanan 20 tahun Cartier Women’s Initiative beserta dampak yang telah dihasilkannya. Pameran ini menampilkan berbagai inovasi para fellows yang berfokus pada keanekaragaman hayati, kesehatan, pendidikan, inklusi, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan, serta karya dari perempuan wirausahawan Thailand hasil kolaborasi dengan Chulalongkorn University. Pengalaman tersebut ditutup dengan pemutaran film yang merayakan perjalanan Cartier Women’s Initiative selama dua dekade.
BACA JUGA:
Kamila Andini Mewakilkan Asia dalam Program Women in Cinema di Cannes Film Festival 2026
Perkenalkan Lima Seniman Terpilih Sebagai Finalis Max Mara Art Prize for Women 2026
(Penulis: Kirana Anindya ; Edited by SS)
