Awal Juli ini, 40 anak Indonesia berdiri di atas panggung salah satu kompetisi paduan suara paling dihormati di dunia dan pulang membawa gelar tertinggi yang bisa mereka raih. The Resonanz Children's Choir (TRCC), di bawah arahan konduktor Avip Priatna, membawa pulang gelar Grand Prize Winner dari ajang 30th Béla Bartók International Choir Competition, salah satu kompetisi paduan suara paling dihormati di Eropa. Mereka mengalahkan 10 kontestan lain dari berbagai belahan dunia yang lebih dulu terpilih lewat proses seleksi ketat. Pencapaian ini terasa lebih berarti sebab Béla Bartók bukan kompetisi paduan suara biasa, melainkan ajang dua tahunan dalam konsorsium European Grand Prix for Choral Singing, liga elit dunia paduan suara internasional.
BACA JUGA: HUT ke-46 Dekranas Rayakan Warisan Kriya Indonesia, Dorong Perajin Tembus Pasar Global
Bagi TRCC, ini berarti keluar dari zona nyaman, karena selama ini paduan suara asal Indonesia tersebut dikenal kerap membawakan lagu tradisional dan lagu daerah di berbagai panggung internasional. Namun di Debrecen, mereka menaklukkan repertoar yang jauh lebih menantang, mulai dari karya komposer Slovenia, Italia, hingga Hungaria, termasuk satu karya komposer muda Indonesia, Fero Aldiansya Stefanus, berjudul 137 Hip-Street. Di babak final yang memperebutkan gelar Grand Prize, TRCC tampil pertama, bersaing dengan tiga kontestan lain asal Amerika Serikat, Puerto Rico, dan Latvia, membawakan tiga lagu, salah satunya karya komposer kontemporer Jepang, Takatomi Nobunaga.
Seluruh kerja keras anak-anak Indonesia ini terbayar ketika TRCC finis sebagai juara satu di kategori Children's Choir dengan nilai 95,5 poin, sekaligus juara satu di kategori Free Program dengan nilai 98 poin, kategori yang mempertemukan mereka dengan paduan suara dewasa. Avip Priatna pun turut membawa pulang Conductor Prize for Outstanding Interpretation of Contemporary Pieces and Expressive Choral Sounding, penghargaan khusus untuk interpretasinya atas musik kontemporer.
Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Hungaria, Penny Dewi Herasati, yang menyaksikan langsung penampilan tersebut, mengaku sempat terkejut. Ia semula membayangkan paduan suara akan menghasilkan suara yang besar dan penuh, namun yang ia dengar justru sebaliknya, suara anak-anak yang ringan dan jernih, namun sarat teknik dan disiplin tinggi.
Kemenangan ini otomatis membuka jalan bagi TRCC menuju babak final European Grand Prix for Choral Singing 2027 di Arezzo, Italia, tempat mereka akan bertemu para juara umum dari kompetisi-kompetisi bergengsi lain di Eropa. Sebuah babak baru yang menanti, setelah Indonesia sekali lagi membuktikan bahwa suara anak-anaknya layak berdiri di barisan terdepan musik dunia.
BACA JUGA:
Ini Daftar Band Terkenal di Indonesia
Marriott Bonvoy Hadirkan “Jejak Nada” bersama Andi Rianto
(Penulis: Elaine Mary; Foto: Courtesy of Dokumentasi TRCC; Edited by SS)
