Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Teh Hijau untuk Diet, Benarkah Efektif Turunkan Berat Badan?

Memasukkan teh hijau dalam menu harian diet adalah pilihan yang baik. Namun, apakah teh hijau efektif membakar lemak?

Teh Hijau untuk Diet, Benarkah Efektif Turunkan Berat Badan?
Courtesy of Freepik

Menurunkan berat badan sering kali dikaitkan dengan berbagai minuman yang diklaim mampu membakar lemak secara instan. Salah satu yang paling populer adalah teh hijau. Kandungan antioksidan dan kafein di dalamnya membuat teh hijau kerap disebut dapat membantu meningkatkan metabolisme sehingga banyak orang menjadikannya bagian dari program diet.

Namun, pertanyaan yang lebih penting adalah apakah teh hijau untuk diet benar-benar efektif? Jawabannya tidak sesederhana "Ya" atau "Tidak". Berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, teh hijau memang dapat memberikan manfaat, tetapi efeknya relatif kecil dan tidak bisa menggantikan pola makan sehat maupun aktivitas fisik yang teratur.

Apakah Teh Hijau Benar-Benar Membantu Diet?

Courtesy of Freepik

Ya, tetapi efeknya cenderung kecil. Teh hijau mengandung dua senyawa utama yang sering dikaitkan dengan penurunan berat badan, yaitu:

  1. Katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang merupakan antioksidan
  2. Kafein yang dapat meningkatkan pengeluaran energi dan membantu pembakaran lemak selama aktivitas tertentu.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kombinasi katekin dan kafein dapat sedikit meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak. Namun, penurunan berat badan yang dihasilkan umumnya hanya sekitar 1-2 kg dalam beberapa minggu hingga bulan, sehingga manfaatnya tergolong moderat dan bukan solusi utama untuk obesitas.

Bahkan, tinjauan sistematis dari Cochrane menyimpulkan bahwa meskipun teh hijau dapat memberikan sedikit penurunan berat badan pada sebagian orang, efek tersebut kemungkinan tidak signifikan secara klinis jika tidak disertai perubahan gaya hidup.

Minum teh hijau sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti kebiasaan sehat, seperti:

  • Defisit kalori yang wajar
  • Konsumsi protein yang cukup
  • Banyak konsumsi sayur dan buah
  • Aktivitas fisik rutin
  • Tidur yang cukup
  • Mengelola stres.

Kapan Waktu Terbaik Minum Teh Hijau untuk Diet?

Courtesy of Freepik

Tidak ada aturan baku, tetapi beberapa waktu minum teh hijau berikut ini dinilai lebih nyaman dan berpotensi mendukung program diet:

  1. Pagi setelah sarapan: Memberikan asupan kafein ringan dan membantu meningkatkan kewaspadaan.
  2. 30-60 menit sebelum olahraga: Kafein dan katekin dapat membantu meningkatkan penggunaan lemak sebagai energi saat berolahraga.
  3.  Sore hari: Dapat menggantikan minuman manis, sehingga membantu mengurangi asupan kalori.
  4. Hindari minum menjelang tidur: Kandungan kafein dapat mengganggu kualitas tidur pada orang yang sensitif.

Teh hijau juga sebaiknya tidak diminum saat perut kosong untuk sebagian orang karena bisa mengalami mual, nyeri lambung, dan rasa tidak nyaman di perut.

Selain itu, teh hijau dapat mengurangi penyerapan zat besi dari makanan. Oleh karena itu, sebaiknya beri jeda sekitar 1-2 jam setelah makan utama, terutama bagi mereka yang berisiko mengalami kekurangan zat besi.

Berapa Banyak Teh Hijau yang Aman Diminum per Hari?

Courtesy of Freepik

Untuk orang dewasa yang sehat, konsumsi sekitar 2-4 cangkir teh hijau seduh tanpa gula per hari umumnya dianggap aman. Perlu diperhatikan bahwa setiap cangkir mengandung sekitar 25-45 mg kafein, tergantung jenis daun dan lama penyeduhan. Konsumsi teh hijau yang berlebihan dapat menyebabkan jantung berdebar, sulit tidur, gelisah, gangguan lambung, dan sakit kepala.

Yang perlu dibedakan adalah teh hijau sebagai minuman dan ekstrak teh hijau dalam bentuk suplemen. Lembaga kesehatan seperti Office of Dietary Supplements dari National Institutes of Health (NIH) menyatakan bahwa teh hijau sebagai minuman umumnya aman, sedangkan ekstrak teh hijau dosis tinggi telah dikaitkan dengan efek samping, termasuk gangguan hati pada sebagian kecil kasus.

Teh Hijau Seduh Vs Slimming Tea, Mana yang Lebih Aman?

Courtesy of Freepik

Banyak produk "teh pelangsing" beredar di pasaran. Padahal, tidak semuanya hanya berisi daun teh hijau.

Berikut perbedaan teh hijau seduh dengan slimming tea:

  1. Teh hijau terbuat dari daun teh hijau, sedangkan slimming tea mengandung campuran berbagai herbal.
  2. Teh hijau tidak menyebabkan diare sebagai efek utama, sedangkan slimming tea sebagian mengandung pencahar (laksatif).
  3. Teh hijau cocok diminum rutin dalam jumlah wajar, sedangkan slimming tea tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan.

Beberapa slimming tea mengandung bahan pencahar seperti senna. Penurunan berat badan yang terjadi setelah meminumnya sering kali berasal dari kehilangan cairan, bukan pembakaran lemak.

Akibatnya, berat badan mungkin turun sementara, tetapi akan kembali setelah tubuh terhidrasi lagi. Penggunaan jangka panjang juga dapat menyebabkan gangguan elektrolit dan masalah pencernaan.

Oleh karena itu, jika tujuan Anda adalah membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan, teh hijau seduh tanpa gula merupakan pilihan yang lebih aman dibandingkan slimming tea.

Cara Menjadikan Teh Hijau Bagian dari Diet Sehat Sehari-hari

Courtesy of Freepik

Alih-alih mengandalkan teh hijau sebagai "pembakar lemak", gunakan minuman ini untuk mendukung pola makan sehat. Berikut ini cara sehat untuk mengonsumsi teh hijau sebagai bagian dari pola diet sehat:

  1. Ganti minuman manis. Daripada mengonsumsi teh kemasan, minuman soda, atau kopi tinggi gula, pilih teh hijau tanpa gula agar asupan kalori harian berkurang.
  2. Tetap makan dengan gizi seimbang. Isi menu makanan Anda dengan ½ sayur, ¼ protein, dan ¼ karbohidrat kompleks
  3. Tetap aktif bergerak. Usahakan untuk melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150 menit per minggu dan latihan kekuatan 2 kali seminggu.
  4. Tidur cukup. Kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar dan membuat pengaturan nafsu makan menjadi lebih sulit. Pastikan Anda tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, dengan durasi tidur 7-9 jam sehari.
  5. Pantau perkembangan. Fokuslah pada lingkar pinggang, energi, massa otot dan kebugaran, serta kebiasaan makan; bukan hanya angka di timbangan.

Teh hijau dapat menjadi pelengkap yang bermanfaat dalam program penurunan berat badan karena mengandung katekin dan kafein yang berpotensi sedikit meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak. Namun, berdasarkan bukti ilmiah, manfaat tersebut relatif kecil dan tidak cukup untuk menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan tanpa perubahan pola makan dan gaya hidup.

Pilihan terbaik adalah mengonsumsi teh hijau seduh tanpa gula sebagai pengganti minuman tinggi kalori, membatasi konsumsi hingga jumlah yang wajar, serta menghindari ketergantungan pada produk slimming tea yang menjanjikan hasil instan.

Dikombinasikan dengan pola makan bergizi seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan konsistensi, teh hijau dapat menjadi bagian dari strategi diet yang sehat dan berkelanjutan.

(Edited by SW)