Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

The Oaken Stillroom: Menjembatani Aroma dan Cita Rasa

Eksplorasi baru Oaken dalam menggunakan konsep stillroom secara kontemporer.

The Oaken Stillroom: Menjembatani Aroma dan Cita Rasa
Courtesy of Oaken

Oaken sebuah label parfum artisan dan perawatan tubuh asal Indonesia, memperkenalkan konsep The Oaken Stillroom, sebagai eksplorasi baru untuk merambah dan menggabungkan dunia kuliner dengan tincture. Terinspirasi dari stillroom tradisional, ruang tenang yang dahulu digunakan untuk menyuling air botani, meracik ramuan herbal, serta mengolah berbagai hidangan sederhana. Oaken menghadirkan dimensi sensorik baru di gerai Ubud dengan menerjemahkan aroma ke dalam cita rasa.

BACA JUGA: Oaken Lab Membuka Gerai Baru di Ubud dan Memperkenalkan The Oaken Stillroom

Dikembangkan bersama Elemental, sebuah nomadic bar yang kini bertransformasi menjadi konsultan F&B. Kolaborasi ini menjadi perpanjangan alami dari filosofi Oaken Lab melalui eksplorasi tincture, fermentasi, dan berbagai proses alami lainnya. Pendekatan tersebut kemudian diwujudkan dalam menu hidangan ringan yang mengedepankan elemen aromatik. Mulai dari burrata yang dipadukan dengan rempah aromatik dan biji labu hingga gelato rasa kelapa yang disajikan bersama juruh dan manisan kacang.


Courtesy of Oaken
Courtesy of Oaken

Menurut Christopher Kerrigan, Director sekaligus Co-founder Oaken, aroma dan rasa merupakan dua elemen yang saling berkaitan, karena sebagian besar pengalaman perasa berasal dari indra penciuman. Banyak bahan yang digunakan dalam dunia parfum juga memiliki keterkaitan dengan dunia kuliner, tambahnya. 

The Oaken Stillroom merupakan bagian dari Oaken yang didirikan oleh Christopher Kerrigan dan Cynthia Wirjono, selaku CEO dan Co-founder. Berawal dari sebuah ruang berukuran 30 meter persegi di Pererenan, Bali, Oaken perlahan membangun identitasnya sebagai curated lifestyle brand yang menghadirkan produk esensial berbasis wewangian, mulai dari parfum, home fragrance, lilin aromaterapi, sabun, hingga perawatan tubuh, untuk melengkapi ritual sehari-hari yang lebih personal.

Courtesy of Oaken

Mengusung nama yang terinspirasi dari pohon oak, Oaken secara harfiah berarti “terbuat dari kayu ek” yang merepresentasikan nilai kualitas, integritas, serta sesuatu yang dirancang untuk bertahan lama. Bagi Christopher yang tumbuh besar di Oak Park, dekat Chicago, nama tersebut juga memiliki makna yang sangat personal. Selain itu, mencerminkan kedekatan Oaken dengan Indonesia, melalui experiential storytelling yang terinspirasi dari penggunaan bahan alami dan konsep aroma lokal yang lahir dari beragam perjalanan di baliknya. Sehingga, menghadirkan narasi yang diterjemahkan ke dalam setiap produk Oaken.

Lebih dari sekadar retail space, Oaken berlandaskan pada keyakinan bahwa setiap objek memiliki cerita dan nilai. Perjalanan Oaken dimulai pada tahun 2018, bermula dari kesulitan Chris dengan deodoran alami yang ramah bagi kulit sensitifnya. Berbagai eksperimen Chris dengan bahan alami berlanjut melewati kegagalan meracik formula sampai membawanya mendalami dunia perfume making, yang keduanya menjadi unsur relevan dengan produk yang ia ciptakan. 

Courtesy of Oaken


Dari proses kreatif tersebut lahirlah filosofi yang hingga kini menjadi identitas Oaken. “Our whole thing is about originality and for me I feel like the perfume is my art,” ujar Christopher. Pendekatan ini menghadirkan produk dengan karakter yang khas sekaligus mampu membangun kedekatan dengan pelanggan dari berbagai belahan dunia.

Courtesy of Oaken


Selain Pererenan, lokasi permanen Oaken lainnya berada di Ubud, yang secara sengaja dikembangkan sebagai ruang komunitas untuk berkumpul, berbagi pengalaman, dan melakukan berbagai aktivitas bersama. Arsitekturnya merupakan hasil kolaborasi spasial dengan Rentara Studio, yang telah bekerja sama dengan Oaken sejak awal perjalanan keduanya. Bermula dari Oaken yang masih dalam proses pengembangan konsep dan sebulan menjelang peluncuran di Brightspot, Rentara Studio kemudian merancang booth pertama mereka. Kolaborasi ini turut membentuk banyak aspek identitas Oaken melalui pendekatan ruang fisik yang kuat. Berlokasi di Ubud yang bersifat spiritual sekaligus kontemporer, ruang ini menghadirkan keseimbangan antara karakter modern, artsy, dan urban dengan lingkungannya. Oaken juga akan membuka kembali stall-nya di Jakarta, tepatnya di Plaza Indonesia.

BACA JUGA:

11 Rekomendasi Scented Candle Lokal yang Cocok untuk Hadiah Akhir tahun
Menghidupkan Jiwa di Balik Dinding Manor C

(Penulis Kirana Anindya; Edited by SS)