Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Oaken Lab Membuka Gerai Baru di Ubud dan Memperkenalkan The Oaken Stillroom

Melalui ruang terbarunya di Ubud, Oaken Lab menghadirkan pengalaman yang memadukan fragrance, koktail, arsitektur, dan hospitality dalam suasana yang terasa intimate dan sangat personal.

Oaken Lab Membuka Gerai Baru di Ubud dan Memperkenalkan The Oaken Stillroom
Courtesy of Oaken Lab

Ada alasan mengapa banyak label fragrance terasa cukup dekat dengan Ubud. Kota ini memiliki hubungan yang kuat dengan alam, ritual, material, dan cara hidup yang berjalan sedikit lebih tenang. Aroma di sini bahkan terasa seperti bagian dari ruang itu sendiri.

BACA JUGA: Loewe Perfumes Perluas Jejak di Indonesia dengan Butik Perdana di Plaza Indonesia

Courtesy of Oaken Lab

Hal tersebut tampaknya juga menjadi alasan Oaken Lab memilih Ubud sebagai lokasi toko terbarunya, setelah sebelumnya membuka ruang pertamanya di Pererenan. Berlokasi di Jl. Raya Sanggingan, ruang ini hadir di tengah kawasan yang selama ini dikenal melalui galeri seni, studio desain, hingga berbagai perhelatan kreatif seperti Ubud Writers & Readers Festival.

Courtesy of Oaken Lab

Namun Oaken tampaknya tidak ingin menghadirkan boutique fragrance dalam format yang terlalu konvensional. Karena itulah store ini juga diperluas melalui The Oaken Stillroom, konsep hospitality baru yang memadukan scent-inspired cocktails, botanical drinks, dan small plates dalam satu pengalaman yang terasa cukup personal.

Courtesy of Oaken Lab

Yang menarik, istilah stillroom sendiri sebenarnya berasal dari ruang domestik tradisional tempat botanical oils, tinctures, herbal remedies, hingga preserves dibuat secara perlahan. Ide tersebut kemudian diterjemahkan Oaken menjadi ruang yang menghubungkan aroma dengan rasa, tekstur, dan atmosfer.

Courtesy of Oaken Lab

Butik ini dirancang oleh Rantara Studio dengan pendekatan yang mempertahankan struktur asli bangunan sambil menghadirkan intervensi baru yang terasa restrained dan sangat tactile. Di area halaman, keberadaan Padmasana dan Sanggah Sedana Karang tetap dipertahankan, membuat konteks spiritual dan budaya ruang ini tetap terasa hadir.

Courtesy of Oaken Lab

Pengalaman ruangnya juga dibuat cukup gradual. Area pertama terasa lebih gelap dan tertutup, menghadirkan suasana yang lebih fokus untuk mengeksplorasi wewangian. Setelah itu, ruang perlahan menjadi lebih terang dan terbuka melalui koridor kaca yang mengarah ke area komunal dan The Stillroom.

Courtesy of Oaken Lab

Di bagian inilah hospitality menjadi elemen penting dalam pengalaman Oaken. Sedangkan di Elemental Bar, mereka menghadirkan berbagai cocktail dan non-alcoholic drinks dengan pendekatan sensorik yang serupa dengan fragrance.

Courtesy of Oaken Lab

Beberapa di antaranya seperti Savory Woodlands yang memadukan tequila, tomat, mushroom, dan cherry wood, hingga Misty Pandan Grove dengan spiced rum, pandan, coconut, dan mesoyi. Menu makanannya juga menggunakan bahan-bahan lokal dan musiman, mulai dari burrata dengan aromatic herbs dan pumpkin seeds hingga coconut gelato dengan juruh dan candied peanuts.

Courtesy of Oaken Lab

Yang terasa cukup menarik dari ruang ini justru bagaimana semuanya dibuat tanpa terlalu banyak efek spektakuler. Material, pencahayaan, aroma, dan suara hadir dengan cara yang cukup tenang. Ada perhatian besar pada atmosfer, sesuatu yang memang selama ini menjadi inti pendekatan Oaken Lab terhadap fragrance.

Courtesy of Oaken Lab

Oaken Ubud terasa bukan hanya sebagai ruang retail, tetapi juga sebagai perpanjangan dari dunia yang selama ini mereka bangun melalui aroma, memori, dan pengalaman sensorik.

BACA JUGA:

Floraïku Paris Menghadirkan Pengalaman Parfum yang Lebih Personal

Tips & Rekomendasi Memilih Parfum Wanita Tahan Lama 24 Jam

(Penulis: Devon Satrio)