Meski Anda bukan penggemar makanan laut, kemungkinan besar Anda pernah melihat video TikTok yang membahas manfaat ikan kalengan untuk kulit, terutama sarden. Jutaan orang mulai tertarik dengan tren ini, tetapi sejumlah nama seperti ahli jerawat asal New York, Sofie Pavitt hingga supermodel Anok Yai sebenarnya telah lama mengandalkannya. Kini, semakin banyak pencinta kecantikan yang berupaya mendapatkan kulit sehat dan bercahaya dari dalam tubuh berkat asupan omega-3 yang cukup.
BACA JUGA: Jenis Ikan Salmon Mana yang Paling Baik untuk Dikonsumsi?
“Saya senang akhirnya semua orang mulai terobsesi dengan sarden seperti saya,” ujar Sofie Pavitt kepada Bazaar. “Saya sudah lama menjadi penggemar sarden, terutama karena saya banyak menangani klien dengan masalah jerawat. Asam lemak omega-3 sangat penting. Nutrisi ini bisa ditemukan pada sarden, mackerel, dan salmon. Omega-3 membantu menjaga lapisan pelindung kulit sehingga kulit tetap terhidrasi sekaligus membantu mengurangi peradangan.”
Ahli gizi Lauren Manaker sepakat dan menjelaskan bahwa ikan kalengan merupakan sumber nutrisi yang sering kali diremehkan. “Ikan kalengan menyediakan protein berkualitas tinggi yang membantu menjaga massa otot sekaligus membuat kenyang lebih lama. Sebagian besar juga kaya akan asam lemak omega-3 yang dikaitkan dengan kesehatan jantung, mata, dan otak,” jelasnya. “Tergantung jenis ikan dan cara pengolahannya, Anda juga bisa memperoleh vitamin D, selenium, dan bahkan kalsium dalam jumlah signifikan jika mengonsumsi tulangnya yang lunak seperti pada sarden atau salmon kalengan.” Lauren sendiri bekerja sama dengan brand ikan kalengan populer Fishwife yang ikut merasakan dampak dari tren viral ini.
Co-founder Fishwife, Becca Millstein mengungkapkan bahwa ide mendirikan perusahaannya muncul lebih dari lima tahun lalu saat tinggal di Spanyol bagian selatan. Ia terkesan dengan budaya tapas yang menyajikan bahan-bahan berkualitas tinggi dengan proses penyajian yang sederhana. “Saya berpikir, ‘Ini sangat berbeda dengan apa yang tersedia di supermarket dekat rumah saya di New Hampshire,’” katanya.
Setelah kembali ke Amerika Serikat pascapandemi, Becca mulai lebih sering mengonsumsi ikan kalengan dan menyadari ada sesuatu yang hilang dari kategori produk tersebut. “Saat itulah saya sadar bahwa ikan kalengan di Amerika hanya dianggap sebagai produk komoditas biasa. Padahal, dari segi kesehatan dan kepraktisan, produk ini luar biasa. Saya merasa kategori ini layak memiliki versi yang lebih premium, berkualitas tinggi, transparan, berkelanjutan, sekaligus menarik secara visual dan tentu saja lezat.” Saat ini Fishwife bekerja sama dengan perikanan bersertifikasi berkelanjutan di Cornwall, Inggris dan wilayah pesisir Spanyol, sementara proses pengemasannya dilakukan secara manual di Spanyol.
Popularitas sarden mulai melonjak sekitar tahun 2023 dan terus berkembang menjadi berbagai tren lain seperti "sardine girl summer: hingga "sardine fast". Seiring meningkatnya minat terhadap wellness, tidak mengherankan jika kini muncul tren yang mengaitkan sarden dengan kesehatan kulit. Becca mengatakan penjualan Fishwife meningkat signifikan pada akhir 2025 dan mencapai pertumbuhan yang lebih besar sepanjang awal 2026. “Sulit menghubungkan seluruh pertumbuhan bisnis hanya dengan satu tren karena bisnis kami memang terus berkembang selama hampir enam tahun terakhir,” ujarnya. “Tetapi jika melihat penjualan sarden baik secara online maupun retail, kecepatannya meningkat dua hingga tiga kali lipat, bahkan terkadang lebih.” Menariknya, Fishwife awalnya dirancang sebagai brand khusus sarden sebelum akhirnya memperluas pilihan produknya ke berbagai jenis ikan dan hasil laut lainnya.
“Sarden adalah pilihan yang sangat baik karena kaya nutrisi dan termasuk ikan berukuran kecil yang mengandung kadar merkuri serta logam berat yang rendah,” jelas dokter spesialis kulit Shirley Chi. Sarden memang mengandung banyak nutrisi yang mendukung kesehatan kulit, tetapi para ahli menegaskan bahwa ikan ini bukan satu-satunya pilihan. “Salmon, mackerel, dan berbagai ikan berlemak lainnya memiliki profil nutrisi yang serupa dan bisa memberikan manfaat yang sama baiknya,” tambah Lauren. “Pada akhirnya, ikan terbaik adalah yang dapat Anda konsumsi secara rutin karena manfaatnya muncul dari konsistensi, bukan hanya satu kali makan.”
Kabar baiknya, Anda tidak perlu menjalani diet khusus berbasis sarden atau ikan kalengan untuk memperoleh manfaat omega-3. Para ahli menyarankan konsumsi ikan dua hingga tiga kali per minggu untuk membantu mendukung kesehatan kulit secara optimal. Mengingat sebagian besar masyarakat masih belum memenuhi rekomendasi konsumsi ikan mingguan, menambahkan variasi ikan kalengan ke dalam menu harian dapat menjadi langkah sederhana menuju pola makan yang lebih seimbang.
Bagi mereka yang lebih tertarik pada manfaatnya untuk kulit dibandingkan rasa ikannya, suplemen minyak ikan dapat menjadi alternatif. Namun, para ahli menegaskan bahwa suplemen tidak sepenuhnya menggantikan manfaat mengonsumsi ikan utuh yang menawarkan kombinasi nutrisi lebih lengkap. “Saya selalu percaya bahwa makanan asli lebih baik daripada suplemen,” kata Shirley. “Nutrisi dalam makanan jauh lebih mudah diserap tubuh dibandingkan ketika dikonsumsi dalam bentuk pil.”
Pilihan vegan seperti Udo’s Earth Omega-3-6-9 dan Now Solutions SolarDefend Veg Capsules juga dapat membantu mendukung kesehatan kulit melalui kombinasi vitamin dan mineral. Namun, Sofie mengingatkan bahwa mereka yang memiliki kulit rentan berjerawat sebaiknya berhati-hati terhadap suplemen berbahan dasar alga. “Jika Anda mudah berjerawat, saya lebih menyarankan suplemen omega berbasis bunga matahari dibandingkan omega vegan berbahan alga,” ujarnya. “Pada beberapa klien saya yang rentan berjerawat, alga justru memicu breakout yang tentu bertolak belakang dengan tujuan mengonsumsi suplemen tersebut.”
Para Ahli dalam Artikel Ini:
- Sofie Pavitt adalah esthetician dan ahli jerawat yang berbasis di New York sekaligus pendiri brand skincare Sofie Pavitt Face.
- Lauren Manaker, MS, RDN, LD, CLEC, CPT, adalah ahli gizi terdaftar dan penulis yang berbasis di Charleston.
- Becca Millstein adalah co-founder Fishwife.
- Shirley Chi adalah dokter spesialis kulit bersertifikasi yang berpraktik di California dan Hawaii serta menjadi medical expert untuk ABC 7 News.
BACA JUGA:
10 Manfaat Suplemen Minyak Ikan untuk Tubuh dan Kulit
3 Makanan Tinggi Protein yang Cocok Jadi Pengganti Daging Sapi
(Penulis: Tiffany Dodson Davis; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
