Dalam suatu proses administrasi tertentu, data diri pribadi berupa tinggi badan, berat badan, dan usia seringkali dijadikan syarat dan digunakan sebagai detail identitas fisik. Sedangkan dalam konteks kesehatan, ketiga data tersebut merupakan parameter utama dari antropometri (ilmu pengukuran dimensi tubuh manusia) yang dapat dipakai untuk menentukan status gizi seseorang, menyesuaikan dosis obat, memantau pertumbuhan anak, dan menilai risiko kesehatan. Dibandingkan dengan cara mengukur berat badan dengan timbangan yang memiliki yang lebih mudah dipastikan sendiri di rumah, cara mengukur tinggi badan cukup tricky karena hasil pengukuran berisiko menjadi tidak akurat. Untuk itu, cara mengukur tinggi badan di rumah mesti dilakukan dengan benar agar hasil cenderung lebih akurat. Simak artikel ini dengan baik agar Anda dapat melakukan pengukuran tinggi badan di rumah!
Cara Mengukur Tinggi Badan dengan Benar di Rumah
Ketika ingin mengetahui tinggi badan tanpa bantuan alat profesional seperti stadiometer yang ada di tempat kesehatan, Anda tidak perlu khawatir karena terdapat cara mengukur tinggi badan dengan benar di rumah. Beberapa langkah yang dapat Anda ikuti di rumah untuk mendapatkan hasil ukuran yang akurat, seperti:
1. Siapkan Alat-alat yang Akan Digunakan
Sebelum melakukan pengukuran tinggi badan di rumah, pertama-tama pastikan alat yang digunakan sudah tersedia di dekat Anda. Siapkan alat ukur yang akan digunakan sesuai yang ada di rumah, sangat direkomendasikan untuk menggunakan meteran atau pita ukur agar hasil lebih akurat. Selain itu siapkan penggaris kecil atau buku dan juga pensil yang akan dipakai nanti untuk menandai batas tinggi di dinding.
2. Cari Tempat Pengukuran
Saat mengukur tinggi badan, sebaiknya cari tempat dengan lantai yang datar tanpa alas seperti karpet untuk memudahkan pengukuran dari ujung bawah hingga ujung atas. Selain itu, pastikan dinding yang akan dipakai untuk pengukuran tersebut datar.
3. Lepaskan Barang yang Menghalangi
Untuk mendapatkan hasil yang akurat sesuai tinggi badan asli, lepas barang-barang yang mungkin menambah tinggi badan atau menghalangi pengukuran. Pastikan sepatu atau sandal dilepas dan kaki berada di atas lantai. Selain itu, aksesori kepala seperti topi atau jepit dapat menghalangi pengukuran, maka sebaiknya barang-barang tersebut dilepas terlebih dahulu.
4. Posisikan Tubuh dengan Benar
Berdiri dengan tubuh tegak dan tanpa alas kaki menghadap membelakangi dinding. Tempelkan tumit hingga dinding dan pastikan kepala, bahu, dan bokong menyentuh dinding belakang. Pandangan lurus ke depan sejajar dengan lantai, jangan menunduk atau terlalu menenggak.
5. Buat Tanda di Dinding
Letakkan alat seperti buku atau penggaris yang datar di atas kepala dengan lurus sejajar dengan lantai. Pastikan alat tersebut diletakkan dengan lembut dan tidak terlalu menekan. Buat garis tipis menggunakan pensil atau alat tulis di bagian bawah alat tersebut. Garis ini untuk menentukan tanda sebagai titik tertinggi dari tubuh. Jika mengalami kesulitan, minta bantuan orang lain untuk menandai titik tersebut.
6. Ukur dengan Alat yang Digunakan
Tergantung alat ukur yang digunakan, ukur jarak dari lantai hingga ke titik yang sudah ditandai. Alat ukur yang direkomendasikan adalah dengan menggunakan meteran atau pita ukur. Jika memiliki alat ukur microtoise di rumah, maka alat tersebut dapat digunakan dengan cara menurunkan alat hingga menyentuh puncak kepala.
7. Catat Hasil di Buku atau Aplikasi Catatan
Setelah mendapatkan hasil akhir ukuran tinggi badan, sebaiknya Anda mencatatnya di buku atau aplikasi catatan di telepon genggam. Selain dapat diakses kembali saat lupa, catatan ini juga berguna sebagai panduan pertumbuhan tinggi badan terutama pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Alat yang Digunakan untuk Mengukur Tinggi Badan
Terdapat berbagai alat yang dapat digunakan ketika sedang mengukur tinggi badan. Tak hanya alat profesional yang khusus saja, bahkan barang-barang di rumah pun dapat membantu Anda mendapatkan ukuran tinggi badan. Namun, barang-barang bantuan tersebut berisiko memberikan hasil akhir yang berbeda-beda dan tidak akurat layaknya menggunakan meteran. Maka dari itu, pastikan alat yang digunakan membantu memberikan hasil lebih akurat saat mengukur tinggi badan.
- Stadiometer: Alat ukur tinggi badan yang menghasilkan ukuran paling akurat. Biasanya alat ini ditemukan di tempat kesehatan atau olahraga yang menawarkan pengukuran tubuh. Sayangnya, tidak semua orang memiliki alat ini di rumah.
- Microtoise: Alat portabel yang dapat di gantung di dinding untuk mengukur tinggi badan. Seringkali ditemukan di fasilitas kesehatan seperti posyandu atau puskesmas.
- Infantometer: Alat ukur tinggi dan panjang yang digunakan pada bayi hingga 2 tahun. Cara mengukur tinggi badan anak dengan infantometer yaitu dengan meletakkan tubuhnya dalam posisi berbaring.
- Meteran/Pita Ukur: Baik meteran gulung yang sering dipakai untuk mengukur bangunan, atau meteran kain yang fleksibel, keduanya dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan proses mengukur tinggi badan menjadi lebih mudah.
- Penggaris: Pilihan alternatif lainnya pada alat yang memiliki ukuran yang pasti adalah penggaris. Berbagai ukuran penggaris berdasarkan panjangnya dari 10 cm hingga 30 cm dapat dipilih sesuai ketersediaan di rumah. Namun mengukur tinggi badan dengan penggaris akan lebih sulit dan terbatas dibandingkan meteran yang lebih panjang.
- Barang-barang lainnya: Jika tidak ditemukan alat ukur lainnya di rumah, Anda juga dapat mencoba mengukur menggunakan barang seperti buku, kertas HVS, atau dengan jengkal tangan. Karena barang tidak memiliki ukuran yang pasti, maka Anda perlu menghitung dan mengalikan kembali hasil pengukuran tersebut.
Tips Mengukur Tinggi Badan Sendiri tanpa Alat Khusus yang Akurat
Tidak semua orang memiliki akses terhadap alat ukur khusus untuk mengukur tinggi badan seperti stadiometer atau microtoise. Namun dengan alat-alat ukur alternatif lainnya, mengukur tinggi badan sendiri di rumah bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Dengan mengikuti cara mengukur tinggi badan yang benar seperti langkah-langkah yang telah dijelaskan, siapapun dapat mendapatkan hasil yang cukup akurat. Untuk mengukur tinggi badan tanpa alat khusus namun dengan hasil lebih akurat, terdapat beberapa tips yang dapat Anda ikuti.
- Pilih alat ukur terbaik: Jika Anda tidak memiliki alat ukur profesional dan khusus, sebaiknya pilih alat ukur seperti meteran atau pita ukur baik yang fleksibel atau yang kaku. Dengan alat ukur yang memiliki ukuran angka yang jelas, mengukur tinggi badan sendiri menjadi lebih mudah dan hasil lebih akurat.
- Ulangi pengukuran: Ketika mengukur tinggi badan di rumah, coba lakukan pengukuran berulang hingga 2 atau 3 kali. Jika didapatkan hasil yang berbeda-beda, maka hitung rata-rata dari keseluruhan hasil untuk mendapatkan angka yang lebih akurat.
- Ukur di pagi hari: Waktu di pagi hari adalah waktu yang tepat untuk mengukur tinggi badan karena badan berada dalam keadaan yang segar dan ideal. Pada siang hari, tubuh cenderung memendek karena berbagai aktivitas yang dilakukan. Pengukuran di pagi hari akan memberikan hasil akhir ukuran tinggi badan yang lebih akurat.
- Bandingkan tinggi: Apabila alat ukur yang digunakan tidak begitu memadai, maka lakukan perbandingan dengan tinggi barang yang memiliki ukuran pasti. Misalnya, pada pintu yang memiliki tinggi tertentu, bandingkan tinggi badan dengan tinggi pintu tersebut agar mendapatkan perkiraan yang lebih sesuai.
