Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

15 Novel Terbaik untuk Menemani Liburan Pantai Musim Panas

Dari romansa ringan hingga fiksi sastra, berikut 15 bacaan yang layak Anda bawa saat berlibur.

15 Novel Terbaik untuk Menemani Liburan Pantai Musim Panas
Foto: Courtesy BAZAAR US

Ada banyak cara untuk mendefinisikan sebuah beach read. Dalam pengertian yang paling umum, istilah ini merujuk pada buku ringan yang dapat dinikmati tanpa perlu menguras pikiran, sehingga Anda terus terdorong untuk membalik setiap halamannya. Namun, bagi para pencinta buku sejati, satu-satunya syarat sebuah beach read hanyalah kemampuannya menghadirkan kesenangan—baik itu melalui novel romansa dengan akhir bahagia maupun karya fiksi sastra yang lebih kompleks.

BACA JUGA: 25 Buku Paling Dinantikan yang Akan Terbit Musim Semi Ini

Dengan semangat tersebut, Harper's Bazaar merangkum 15 judul yang terbit musim panas ini dan layak menemani liburan Anda. Mulai dari novel romansa terbaru karya nama-nama besar seperti Carley Fortune, hingga misteri penuh intrik racikan penulis best seller Melissa Albert. Jika Anda lebih menyukai kisah yang berpusat pada perkembangan karakter, debut coming-of-age karya Sonia Feldman dan Malavika Kannan patut dipertimbangkan. Sementara itu, penggemar saga keluarga dapat menyelami kisah yang ditulis Mary H.K. Choi maupun Jonas Hassen Khemiri. Apa pun pilihan Anda, jangan lupa mengoleskan kembali tabir surya di sela-sela membaca.

Jika Frasa "We Were Girls Together" Selalu Membuat Anda Terharu

Foto: Courtesy BAZAAR US Girl's Girl, oleh Sonia Feldman


Novel debut terlaris karya Sonia Feldman ini mengikuti satu musim panas yang mengubah hidup Mina, remaja berusia 15 tahun yang tak terpisahkan dari dua sahabatnya, Eleanor dan Margaret. Namun, sebuah ciuman rahasia perlahan mengancam ikatan erat di antara mereka. Melalui Girl's Girl, Feldman mengupas seluk-beluk persahabatan perempuan dan masa remaja dengan kepekaan yang memikat, mulai dari mengurai makna di balik perilaku di media sosial hingga menggambarkan pergulatan anak muda dalam menemukan jati diri mereka.

Jika Anda Penggemar Novel Horor

Foto: Courtesy BAZAAR US Slasher Summer 

Siapa bilang Anda harus menunggu musim gugur untuk menikmati bacaan yang mencekam? Digambarkan sebagai "surat cinta yang jenaka" untuk film-film slasher, novel terbaru E.L. Chen mengajak pembaca ke Cedar Lake, kota kecil yang tenang dan pernah menjadi lokasi syuting film horor ikonis era 1980-an. Sekelompok sahabat masa SMA kembali berkumpul untuk menghabiskan akhir pekan di kabin tempat Slasher difilmkan. Namun, rencana mereka untuk bernostalgia berubah menjadi mimpi buruk ketika malam tiba dan serangkaian peristiwa mematikan mulai terjadi.

Jika Bacaan Pantai Ideal Anda Adalah Thriller Psikologis

Foto: Courtesy BAZAAR US

Mia, oleh Leslie Bazzette


Sally
bersama anak-anaknya pindah ke San Miguel de Allende, Meksiko, mengikuti sang suami yang bekerja sebagai arsitek di kota tersebut. Di sana, ia bertemu Louise, perempuan yang lebih tua dan segera menganggap Sally layaknya keluarga. Louise bahkan mulai memperkenalkannya kepada orang lain sebagai "Mia", putrinya sendiri. Sally, yang memiliki hubungan renggang dengan ibu kandungnya, perlahan larut dalam identitas baru itu dan terpikat oleh kemungkinan untuk menjadi versi lain dari dirinya. Namun, ketika fantasi tersebut mulai mengancam keluarganya sendiri, Sally menyadari bahwa ia tak punya pilihan selain menghadapi kenyataan.

Jika Anda Mendambakan Drama Keluarga yang Menghangatkan Hati

Foto: Courtesy BAZAAR US Some People, oleh Parini Shroff


Setelah mengalami gegar otak, Malti bertekad untuk pulih tanpa bergantung pada siapa pun. Namun, para dokternya justru menghubungi Nathan, pria yang tengah menjalani proses perceraian dengan putrinya, Kavya. Selama sepekan, Nathan bersikeras merawat calon mantan ibu mertuanya itu hingga sementara waktu tinggal di rumah Malti. Kedekatan yang tak terhindarkan tersebut mendorong keduanya untuk meninjau kembali hubungan mereka masing-masing dengan Kavya, yang telah meninggalkan mereka demi melanjutkan studi pascasarjana di India. Malti mulai menghadapi rasa bersalah atas cara ia membesarkan putrinya, sementara Nathan perlahan melihat keretakan pernikahannya dari sudut pandang yang sama sekali baru.

Jika Anda Menyukai Kisah Sapphic yang Dipadukan dengan Fiksi Sejarah

Foto: Courtesy BAZAAR US Meet Me in the Garden, oleh Nina Lacour 

Dalam novel fiksi sejarah terbarunya, penulis pemenang penghargaan Nina LaCour menelusuri akar keluarga Kreolnya pada masa Great Migration. Berlatar sejak dekade 1940-an, kisah ini mengikuti Odette, seorang perempuan muda yang pindah dari New Orleans ke Los Angeles sambil berusaha menyembunyikan hubungan romantisnya dengan sesama perempuan dari keluarga dan masyarakat. Satu-satunya tempat ia dapat berbagi rahasia adalah sepupunya, Delphine, yang diam-diam juga menjalin hubungan terlarang dengan seorang pria kulit putih. Seiring waktu berlalu dan kehidupan mereka berubah di luar dugaan, Odette dan Delphine bergulat dengan makna cinta, berkarya, dan menemukan kebebasan di tengah berbagai batasan sosial.

Jika Drama Keluarga Disfungsional Adalah Bacaan Favorit Anda

Foto: Courtesy BAZAAR US The Responsible Party, oleh Claire Carusillo 


Novel debut yang ambisius ini menelusuri sejarah keluarga Unsinkable Mounsey Women yang penuh kekacauan, kejutan, dan misteri. Pada 1915, Fanny ditemukan terdampar di pesisir Inggris, setahun setelah ia dinyatakan tewas akibat kecelakaan kapal. Putrinya, Sarah, berlayar dengan Lusitania untuk menjemput sang ibu, tetapi justru selamat dari tenggelamnya kapal legendaris tersebut. Kisah luar biasa mereka menjadikan keduanya terkenal hingga membentuk pertunjukan vaudeville sendiri. Beberapa dekade kemudian, penemuan sesosok mayat di dekat rumah keturunan mereka mengungkap kembali masa lalu keluarga itu. Claire, cicit buyut Fanny, akhirnya harus menghadapi kebenaran di balik legenda Unsinkable Mounsey Women.

Novel Coming-of-Age untuk Generasi Z

Foto: Courtesy BAZAAR US Unprecedented Times, oleh Malavika Kannan 


Novel debut penulis budaya Malavika Kannan berpusat pada Rishi, seorang aktivis muda isu iklim yang mulai mengalami kelelahan (burnout) saat memasuki tahun pertamanya di Stanford. Bertekad menjalani pengalaman kuliah semaksimal mungkin, rencananya berubah total ketika pandemi Covid-19 mengacaukan hidupnya—begitu pula dunia. Alih-alih mengikuti perkuliahan daring, Rishi dan teman-temannya memilih bekerja di sebuah pertanian di Pennsylvania. Di sanalah mereka menghadapi berbagai pertanyaan mendasar sekaligus relevan tentang identitas, arti komunitas, dan tanggung jawab sosial.

Jika Anda Sedang Menjalani "Sad Girl Summer"

Foto: Courtesy BAZAAR US June Baby, oleh Shannon Garvey


Setelah kehilangan sang ibu pada usia 17 tahun, Ruth dikirim ke Block Island untuk tinggal bersama Diana Beckett, fotografer ternama sekaligus sahabat mendiang ibunya. Seiring hubungan mereka semakin erat, Ruth juga menjalin kisah cinta dengan Charlie, keponakan Diana. Selama 10 musim panas, kota pesisir itu menjadi tempat pelarian sekaligus sumber ketenangan baginya. Namun, pada usia 27 tahun, sebuah tragedi kembali mengguncang hidup Ruth. Ia pun harus kembali ke Block Island dan menemukan cara untuk melangkah maju—atau selamanya terjebak dalam bayang-bayang masa lalu.

Ketika Trauma Ibu Berbalut Dunia Mode

Foto: Courtesy BAZAAR US Pool House, oleh Mary H.K. Choi 


Novel dewasa pertama dari penulis best seller fiksi remaja Mary H.K. Choi ini menyajikan eksplorasi yang memikat tentang rumitnya hubungan ibu dan anak perempuan, berlatar gemerlap sekaligus sisi kelam Hollywood. Stevie sudah lama ingin meninggalkan Los Angeles demi lepas dari bayang-bayang sang ibu, Moon, aktris yang kariernya telah meredup. Namun, ketika mereka tak lagi mampu mempertahankan rumahnya, keduanya terpaksa menyewakan properti tersebut dan tinggal bersama di rumah kolam berdinding kaca di halamannya. Situasi semakin rumit saat Adam—aktor yang pernah memerankan putra Moon di televisi sekaligus pria yang diam-diam disukai Stevie—datang ke Los Angeles untuk menghadiri pemakaman lawan mainnya. Ketiganya kemudian hidup serumah, memainkan peran layaknya sebuah keluarga sempurna.

Untuk Pecinta Pantai yang Diam-Diam Takut pada Laut Lepas

Foto: Courtesy BAZAAR US Man Overboard!, oleh Kathleen Rooney


Novel yang mengalir ringan ini membawa pembaca menyelami pikiran Patrick "Kick" Kilpatrick, mantan perenang perguruan tinggi yang secara tak sengaja terjatuh dari kapal pesiar all-inclusive saat berlibur bersama keluarganya. Selama berjam-jam bertahan hidup di tengah laut lepas, ingatan dan pikirannya mengalir tanpa henti dalam kondisi setengah sadar—mulai dari kepergian sang ibu yang meninggalkan keluarganya, percakapan halusinatif dengan makhluk laut, hingga ketakutannya yang begitu mendalam terhadap samudra. Meski premisnya menegangkan, Man Overboard! tetap hadir sebagai bacaan yang menghibur, unik, dan penuh humor.

Jika Anda Tak Pernah Bosan dengan Trope Friends-to-Lovers

Foto: Courtesy BAZAAR US Our Perfect Storm, oleh Carley Fortune 


Sejak 2022, para penggemar novel romansa selalu menantikan karya terbaru Carley Fortune sebagai bacaan wajib musim panas. Tahun ini, Our Perfect Storm kembali menghadirkan kisah yang dijamin membuat hati berdebar. Pada pagi hari pernikahannya, Frankie mendadak ditinggalkan sang tunangan. Saat masih berusaha bangkit dari patah hati, George—sahabat masa kecil sekaligus best man di pernikahannya—membujuk Frankie untuk tetap berangkat bulan madu, dengan dirinya sebagai teman perjalanan. Selama tujuh hari menjelajahi pantai dan hutan di Tofino, keduanya perlahan menyadari bahwa sosok yang selama ini mereka cari mungkin telah berada tepat di hadapan mereka.

Jika Anda Pernah Berkhayal Memiliki Satu Miliar Dolar

Foto: Courtesy BAZAAR US Major Gift, oleh Tiffany Ezuma 


Di tengah kondisi ekonomi saat ini, rasanya wajar jika sesekali Anda berkhayal tentang apa yang akan dilakukan seandainya menjadi miliarder. Penulis naskah Tiffany Ezuma mewujudkan fantasi tersebut dalam novela romansa debutnya. Ndidi Davis adalah janda seorang konglomerat teknologi yang mewarisi kekayaan senilai 2,1 miliar dolar AS. Alih-alih menikmati hartanya, ia memutuskan untuk menyumbangkan 99 persen dari kekayaan tersebut. Demi memperkenalkan kegiatan filantropinya kepada publik, Ndidi setuju diwawancarai oleh jurnalis Geoffrey Campbell—yang tanpa diduga menjadi pria pertama yang berhasil menarik perhatiannya sejak kepergian sang suami. Dengan ketebalan kurang dari 200 halaman, Major Gift menghadirkan kisah cinta yang hangat tentang kesempatan kedua dan kehidupan setelah kehilangan.

Untuk Pembaca yang Tumbuh Bersama Serial Fantasi

Foto: Courtesy BAZAAR US The Children, oleh Mellisa Albert 


Novel terbaru Melissa Albert mengeksplorasi batas yang samar antara warisan dan ingatan, fantasi dan kenyataan. Masa kecil Guinevere dan Ennis Sharpe di pedesaan Vermont jauh dari kata indah, meski kisah itu tidak tercermin dalam serial buku anak-anak karya mendiang ibu mereka yang begitu populer. Dalam Ninth City, versi fiksi Guinevere dan Ennis menjalani petualangan penuh keajaiban. Namun, di kehidupan nyata, kakak beradik itu telah lama hidup terpisah dan menghabiskan bertahun-tahun berusaha melepaskan diri dari bayang-bayang karya sang ibu. Guinevere bahkan belum pernah bertemu Ennis sejak kedua orang tua mereka tewas dalam kebakaran misterius. Tetapi ketika Ennis—yang kini berprofesi sebagai seniman—mengumumkan instalasi terbarunya berjudul Mother, Guinevere tak punya pilihan selain kembali menghadapi masa lalu yang terus menghantuinya.

Jika Anda Menyukai Bacaan Pantai yang Sangat Tebal

Foto: Courtesy BAZAAR US The Sisters, oleh Jonas Hassen Khemiri 

Dengan ketebalan mencapai 656 halaman, novel epik karya Jonas Hassen Khemiri ini mengupas dinamika rumit tiga bersaudari yang hidup di bawah bayang-bayang kutukan keluarga. Keluarga Mikkola terdiri atas Ina, si sulung yang bertanggung jawab; Evelyn, yang dikenal karena kecantikannya; dan Anastasia, yang berkepribadian temperamental. Selama beberapa dekade, perjalanan hidup mereka bersinggungan dengan Jonas, tetangga sekaligus sahabat masa kecil yang menjadi saksi berbagai cara ketiganya menghadapi kutukan yang dipercaya membayangi keluarga mereka.

Jika Anda Menyukai Fiksi Sastra dengan Sentuhan Romansa yang Kuat

Foto: Courtesy BAZAAR US

They All Fall in Love at The End, oleh Haili Blassingame


Cat
, perempuan kulit hitam berusia 24 tahun yang sedang menempuh pendidikan creative writing, memutuskan bahwa sudah waktunya memiliki seorang kekasih baru. Tepatnya, kekasih selain Jay, pria yang telah menemaninya selama delapan tahun dan dengan berat hati menyetujui hubungan mereka menjadi open relationship. Masalahnya, Cat justru mulai jatuh hati kepada dua sosok yang paling tidak diinginkan Jay: Tristan, sahabat masa kecilnya, dan Nia, kekasih Tristan. Berlatar pemilihan presiden Amerika Serikat 2024, novel debut Haili Blassingame ini menghadirkan potret yang tajam sekaligus memikat tentang bagaimana hasrat akan kebebasan dan otonomi pribadi bertabrakan dengan rumitnya cinta.

BACA JUGA: 

Buku Life As I Know It Cocok Untuk Anda yang Suka Berkegiatan Sendirian

50 Film Favorit Bazaar yang Diadaptasi dari Buku

(Penulis: Chelsey Sanchez; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Kirana Anindya; Foto: Courtesy of BAZAAR US)