Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

8 Karya Lukisan Seniman Indonesia yang Terkenal di Mancanegara

Mengenal lebih dalam hasil karya seniman lukis Indonesia yang terkenal dan diakui dunia.

8 Karya Lukisan Seniman Indonesia yang Terkenal di Mancanegara
Courtesy of Sotheby’s

Indonesia memiliki banyak seniman lukis berbakat yang karyanya terkenal di mancanegara. Selama bertahun-tahun, seniman-seniman Indonesia telah menciptakan karya yang tidak hanya mencerminkan kekayaan tradisi Nusantara, tetapi juga berbicara dalam bahasa universal yang dipahami oleh kolektor, kurator, dan penikmat seni di seluruh dunia. Beberapa nama bahkan berhasil menempatkan Indonesia pada peta seni rupa internasional jauh sebelum era globalisasi seperti sekarang.

Berikut ini beberapa karya lukisan seniman Indonesia yang dikenal luas dan diapresiasi hingga mancanegara. Kenali secara lebih dalam hingga gaya goresan seniman tersebut berikut dengan keberadaan karyanya.

Karya Lukisan Seniman Indonesia yang Terkenal di Mancanegara

1. Self Portrait and His Pipe (Affandi)

Courtesy of Negaraku

Nama Affandi bukan nama yang asing lagi di dunia seni Indonesia dan internasional. Pasalnya, sang maestro dikenal dengan karya-karya lukis bergaya ekspresionis yang kuat dan penuh makna. Lukisannya sering dipamerkan dalam berbagai ajang pameran seni dunia, salah satunya dalam pameran di National Gallery of Singapore pada 2025. 

Dari beragam mahakarya ciptaan Affandi, lukisan Self Portrait and His Pipe sukses mencuri perhatian di kancah global. Setiap guratan yang tertuang pada lukisan ini lebih dari sekadar potret dirinya, melainkan cerminan emosi dan batin dari dalam dirinya. Di balik lukisan tersebut, tersimpan kisah hidup Affandi ketika berkunjung ke Italia yang penuh tantangan. Koleksi karya seni miliknya disimpan dan juga dipamerkan di Museum Affandi di Yogyakarta.

2. Penangkapan Pangeran Diponegoro (Raden Saleh)

Courtesy of Sekretariat Kabinet Republik Indonesia

Salah satu pelukis Indonesia yang mendunia adalah Raden Saleh yang dikenal dengan lukisan-lukisan romantisme yang berakar dari abad ke-19. Dalam berbagai karya ciptaannya, ditemukan tema khas yang berkaitan dengan peristiwa sejarah, pertarungan satwa, potret diri, dan juga pemandangan alam.

Salah satu karyanya yang mendunia dan bernilai tinggi adalah lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro yang menyimpan kisah sejarah Indonesia. Di dalam lukisan tersebut, Raden Saleh menceritakan peristiwa saat Pangeran Diponegoro dikhianati oleh Belanda.

Sebagai sebuah bentuk perlawanan bangsa terhadap kolonialisme Belanda, lukisan ini merespons karya lukisan Nicolaas Pieneman yang menarasikan peristiwa tersebut dengan realita yang tidak akurat. Saat ini, karya bersejarah tersebut menjadi koleksi negara dan disimpan di Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta.

3. Lights for the Layer (Christine Ay Tjoe)

Courtesy of Sotheby’s

Nama Christine Ay Tjoe, seorang perempuan pelukis kontemporer Indonesia, melambung tinggi di kancah seni internasional. Sebelum aktif menciptakan karya lukis sebagai seniman, perempuan asal Bandung ini memulai karier sebagai asisten perancang busana. Ay Tjoe berhasil memamerkan karya-karyanya di galeri dan museum internasional dan melelangnya di ajang lelang Sotheby’s.

Sebuah karya lukis bertajuk Lights for the Layer miliknya mencuri perhatian publik internasional dengan hasil lelang mencapai 34,7 miliar rupiah, melampaui lukisan Raden Saleh Javanese Landscape: Merbabu and Merapi.

Dengan goresan yang didominasi warna merah dan penuh gairah, karya yang dibuat pada tahun 2011 ini bercerita tentang momen puncak kebahagiaan, emosi yang meledak-ledak, dan perayaan hidup yang dirasakan sang seniman sebelum ia melahirkan anak pertamanya. Lukisan tersebut kini berada di tangan pemilik kolektor setelah terjual dalam balai lelang Sotheby’s Singapura.

4. Nyi Roro Kidul (Basuki Abdullah)

Courtesy of Indoartnow

Basuki Abdullah merupakan maestro lukisan realisme dan naturalisme dengan karya-karya legendarisnya yang diakui dunia internasional. Lukisannya tak hanya menggambarkan situasi sosial yang diambil berdasarkan realita kehidupan, tetapi juga menggambarkan sentuhan aspek spiritual, tradisi, dan budaya berkehidupan di Indonesia.

Salah satu lukisan Basuki Abdullah yang fenomenal adalah Nyi Roro Kidul. Pengalamannya berkunjung ke Pantai Parangtritis memberikannya inspirasi untuk merepresentasikan sosok misterius tersebut tanpa menggambarkan tampak aslinya. Meski tak terlukis secara akurat, lukisan ini banyak dikagumi karena membawa mitos serta pesona mistis Nusantara ke kancah global. Karya sang maestro tersebut masuk ke dalam koleksi seni Istana Kepresidenan hingga hari ini.

5. The Man from Bantul (I Nyoman Masriadi)

Courtesy of Sotheby’s

Di balik karya lukisan seniman Indonesia bergaya modern dan kontemporer, terdapat satu sosok yang menonjolkan berbagai kritik dan sindiran terhadap kehidupan kontemporer itu sendiri serta masalah politik dan sosial yang sukses menembus lingkup global. I Nyoman Masriadi menyampaikan ekspresi universal tersebut melalui goresan komikal dengan tokoh figuratifnya yang khas dan penuh makna.

Julukan “Seniman Satu Juta Dolar” menempel pada sosok Masriadi berkat karya lukisannya The Man from Bantul yang laku bahkan lebih dari angka tersebut. Dengan goresan khasnya, ia mencoba menyampaikan situasi politik yang sedang berlangsung di Indonesia melalui sebuah pertarungan. Mahakaryanya ini membawanya ke balai lelang Sotheby’s Hong Kong dengan meraup harga lelang sebesar 9,71 miliar rupiah.

6. Bali Life (Lee Man Fong)

Courtesy of Christie's

Lee Man Fong, seorang pelukis Indonesia yang lahir di Tiongkok, melahirkan karya lukis yang membuat namanya sejajar dengan para maestro seni lukis asal Indonesia dan juga menetapkan namanya di dunia seni internasional. Kariernya sebagai seniman berada di puncak pada era Presiden Soekarno, di mana ia dijadikan pelukis istana hingga diberikan status kewarganegaraan. Karakteristik yang mencerminkan karya lukisnya adalah teknik lukis China yang digunakannya, diiringi dengan tema besar pemandangan alam, flora fauna, dan manusia. 

Karya-karya milik Lee berhasil melampaui batas negara dan melewati berbagai ajang lelang, mulai dari Singapura, Hong Kong, hingga Amsterdam. Beberapa goresan karyanya tentang Bali, terutama pada Bali Life, memberi sudut pandang dan narasi kehidupan pedesaan di Bali yang penuh tradisi dan budaya. Dengan melukiskan situasi nyata kehidupan Indonesia, Lee menarik atensi global melalui lukisan tersebut. Di balai lelang Christie’s Hong Kong pada tahun 2013, Bali Life dibanderol dengan harga 54,30 miliar rupiah dalam pelelangan tersebut.

7. The Ruins and The Piano (S. Sudjojono)

Courtesy of Christie's

Perayaan atas perlawanan sejarah dan realita kehidupan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan tertuang dalam karya lukis maestro seni Indonesia, Sindoedarsono Sudjojono. Dengan hasil karya beraliran realisme sosial dan ekspresionisme yang menjadi karakteristik khasnya, S. Sudjojono mampu mendapatkan pengakuan mancanegara. Berbagai karya ciptaannya sangat diapresiasi atas kisah yang melatarbelakanginya, termasuk di dalamnya guratan emosi dan kenyataan yang telah ditelanjangi.

Lukisan The Ruins and The Piano merupakan salah satu karya yang merepresentasikan seniman tersebut di mata dunia. Meski tidak menggunakan gaya realisme sosial yang umumnya ia gunakan, karya ini menyentuh aspek simbolisme pascakemerdekaan dengan menggambarkan sebuah piano yang tetap berdiri tegak di antara kekacauan yang menutupinya. Mahakaryanya ini masuk sebagai satu dari banyaknya daftar lukisan termahal Indonesia yang terjual seharga 15,74 miliar rupiah di balai lelang Christie's Hong Kong pada tahun 2017.

8. Ali Sadikin Pada Masa Kemerdekaan (Hendra Gunawan)

Courtesy of Sotheby’s

Hendra Gunawan masuk ke dalam jajaran maestro seni lukis Indonesia yang beraliran realisme sosialis dan ekspresionisme. Dengan karya-karya lukisannya yang berpusat kepada perjuangan kemerdekaan dan kenyataan sosial, ia mendapatkan atensi internasional karena pemaknaan lukisannya yang juga didukung dengan aspek visual yang epik.

Mahakarya ciptaannya yang berhasil diakui secara global dan masuk balai lelang Sotheby’s terdapat pada lukisan Ali Sadikin Pada Masa Kemerdekaan. Di dalam karyanya tersebut, tergores sebuah rasa terima kasih dan apresiasi terhadap sosok Gubernur DKI Ali Sadikin dan kontribusinya dalam mendukung para seniman Indonesia.

Inspirasi ini didasarkan pada pengalaman pribadi saat Hendra Gunawan berada di balik jeruji dan sang gubernur mendukungnya untuk terus berkarya dengan mengirimkannya alat lukis. Lukisan yang penuh dengan rasa emosional ini terlelang dengan harga 52,19 miliar rupiah pada tahun 2014 di balai lelang Sotheby’s Hong Kong.

(Edited by SW)