Dalam dunia seni yang dipenuhi dengan berbagai aliran untuk menyampaikan suatu ekspresi, aliran realisme hadir menunjukkan sisi nyata kehidupan. Menurut Britannica, realisme dalam seni berarti penggambaran alam atau kehidupan kontemporer secara akurat, terperinci, dan tanpa hiasan. Dalam seni lukis, berbagai contoh lukisan realisme karya seniman Indonesia dan luar negeri pada umumnya menunjukkan tampilan objek sesuai kenyataannya dan bukan hasil imajinatif.
Lukisan realisme berangkat sebagai pergerakan artistik mandiri sejak pertengahan abad ke-19 di Prancis. Aliran ini tidak sekadar menggambarkan tampilan yang tampak nyata, tetapi lebih dalam lagi, yaitu menyampaikan realita kehidupan yang didasarkan pada isu atau kondisi sosial masyarakat.
Berkat para seniman realisme Indonesia dan dunia yang bertalenta, karya-karya lukisan realisme hadir menunjukkan berbagai perspektif kehidupan sebagaimana adanya. Untuk memahami karya mereka secara lebih dalam, kenali terlebih dahulu contoh lukisan realisme karya seniman Indonesia dan luar negeri beserta ciri khasnya melalui artikel ini.
Contoh Lukisan Realisme dari Seniman Indonesia dan Dunia
Beberapa contoh lukisan realisme di bawah ini adalah pilihan yang terkurasi dari banyaknya karya realisme terbaik dari seniman terkemuka Indonesia dan dunia.
1. The Stone Breakers, Gustave Courbet (1849)
Sebuah gambaran kehidupan pekerja buruh yang penuh lelah dan kerja keras terlukis pada the Stone Breakers karya Gustave Cobert. Lukisan ini merupakan salah satu contoh lukisan realisme karya Gustave Courbet yang populer dan mengundang kritik. Dalam lukisan ini, dua orang pria digambarkan tengah bekerja memecah batu di jalan. Namun, lukisannya yang menonjolkan pekerja secara berani dan gamblang justru memicu reaksi cukup keras dari dunia seni.
Gustave Courbet sendiri merupakan seorang pelopor dan pelukis aliran realisme yang berjasa di dunia seni lukis. Pelukis kelahiran Prancis ini merupakan tokoh yang memberontak terhadap aliran romantisme yang sedang berkembang pada masanya. Bukannya mengidealisasikan karya seninya, Courbet justru memilih kehidupan nyata yang terlihat biasa sebagai fokus dalam karyanya.
2. The Gleaners, Jean-François Millet (1857)
Jean-François Millet merupakan seniman dunia yang terkenal dengan karya realismenya. Ia dikenal dengan lukisannya yang menjadikan para petani sebagai subjeknya, termasuk pada karyanya, The Gleaners. Lukisan ini beraliran realisme, menggambarkan kehidupan sehari-hari yang tidak dibuat-buat dan kondisi sosial masyarakat pada saat itu.
Dalam karyanya tersebut, Millet melukiskan sebuah perjuangan para wanita dari kalangan kelas pekerja yang memungut sisa tanaman di sebuah ladang. Realita kehidupan digambarkan dengan memadukan pemandangan alam di pedesaan dan kondisi kehidupan petani.
3. Persiapan Gerilya, Dullah (1949)
Lukisan realisme karya seniman Indonesia juga tidak kalah bernilai dibandingkan lukisan seniman luar negeri. Dari berbagai karya lukisan realisme di Indonesia, Persiapan Gerilya milik Dullah adalah salah satu lukisan yang memiliki nilai tinggi dan juga bersejarah.
Dengan detail kompleks dan warna yang muncul, lukisan ini merepresentasikan perjuangan gerilya terhadap penjajah melalui gambaran saat mempersiapkan pertempuran tersebut. Di balik lukisan ini, penciptanya merupakan seorang seniman realisme Indonesia yang terkemuka dan bahkan dijuluki sebagai “Raja Realisme Indonesia”.
4. Mengungsi, S. Sudjojono (1947/1948)
Maestro seni Indonesia lainnya, Sindudarsono Sudjojono, juga menghasilkan karya beraliran realisme ternama dalam sejarah Indonesia. Lukisannya yang berjudul Mengungsi merupakan salah satu mahakarya dengan gaya realisme yang dibuat pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia.
Lukisan tersebut menggambarkan ketegangan dan kepanikan warga sipil sambil membawa barang bawaan untuk mencari tempat aman demi menyelamatkan nyawa mereka. Sudjojono menggambarkan sebuah realita pahit yang dialaminya saat peristiwa bersejarah berlangsung, tepatnya pada Agresi Militer Belanda II di Yogyakarta. Dengan melukiskan langit dengan awan gelap, ia mencoba menyampaikan perasaan mencekam dan ketakutan yang dirasakan akibat gencatan senjata.
5. At the Palais de Justice, Honoré Daumier (1845-1848)
At the Palais de Justice merupakan contoh lukisan realisme terkenal lainnya. Lukisan ini dibuat oleh pelukis asal Prancis, Honoré Daumier. Ia dikenal dengan karya-karya satirnya terhadap politisi yang jahat dan mendukung para kelas pekerja melalui berbagai bentuk seni, seperti karikatur, kartun, lukisan, dan patung.
Dalam lukisan yang gelap dan terlihat menyeramkan ini, Daumier menyindir sistem hukum di Prancis yang penuh dengan hal buruk di baliknya, seperti sandiwara dan korupsi.
6. Breezing Up (A Fair Wind), Winslow Homer (1873-1876)
Pelukis asal Amerika Serikat, Winslow Homer, menciptakan sebuah karya lukisan realisme tentang kehidupan nelayan yang terinspirasi setelah ia berkunjung ke desa Gloucester di Massachusetts. Karyanya yang berjudul Breezing Up (A Fair Wind) tersebut menggambarkan seorang pria dan tiga anak laki-laki sedang berlayar di tengah laut dengan perahu kecil.
Melalui lukisan ini, Homer menggambarkan realita kehidupan Amerika di abad ke-19 yang berfokus pada sisi kehidupan maritim yang penuh dengan risiko bahaya. Dilukis saat peringatan seratus tahun kemerdekaan AS, lukisan ini berhasil menjadi salah satu karya seni yang paling terkenal dan dicintai.
7. Ibu dan Anak, Basuki Abdullah (1992)
Sebuah hubungan erat antara ibu dan anak digoreskan pada lukisan karya maestro Basuki Abdullah. Dalam lukisan tersebut, tampak seorang ibu sedang menggendong anaknya di punggung. Dengan warna merah yang mendominasi, lukisan realisme ini bukan sekadar tampilan gambar sederhana, tetapi juga merepresentasikan perjuangan dan tanggung jawab sosok ibu terhadap anaknya.
Basuki Abdullah merupakan salah satu seniman realisme Indonesia yang menyoroti kehidupan nyata pada karya-karyanya. Selain lukisan Ibu dan Anak, ia juga dikenal dengan mahakarya lainnya, seperti Nyi Roro Kidul (1950), Soekarno (1951), serta Pertempuran Gatutkaca Lawan Antasena Memperebutkan Sembadra (1933).
Ciri Khas Lukisan Realisme yang Membedakannya dengan Gaya Lain
Aliran realisme memiliki karakteristik dan ciri yang cukup mudah ditemukan pada sebuah karya seni lukis. Karakteristik utama dari aliran ini tentunya ada pada penggambaran sebuah realita yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Namun, selain itu, terdapat ciri khas lukisan realisme lainnya yang membedakannya dengan gaya lain, seperti:
1. Menggambarkan Objek Nyata
Lukisan bergaya realisme berbeda dengan aliran surealisme dan abstrak yang tidak menggambarkan objek nyata dan jelas yang bersumber dari penampakan dunia. Karya lukisan realisme berfokus untuk menunjukkan bentuk fisik objek secara akurat dan sebenarnya.
2. Bukan Idealisasi Imajinatif
Ciri khas lukisan realisme berikutnya adalah tidak mengambil dari hal yang imajinatif layaknya surealisme yang diambil dari alam bawah sadar. Penggambaran pada lukisan ini diambil secara langsung dari apa yang terjadi di kehidupan nyata.
3. Menampilkan Kejujuran Realitas
Pada lukisan realisme, goresan tidak didramatisisasi atau ditambahkan penggambaran emosi yang intens seperti romantisme. Biasanya, objek pada lukisan ini dibuat tanpa menambahkan sesuatu yang berbeda dari realitanya dan juga berani menampilkan sisi kehidupan yang keras dan pahit.
4. Menyoroti Kondisi Sosial
Aliran realisme menyoroti kondisi masyarakat sosial dari berbagai kelas dan situasi yang dihadapi. Dalam seni lukis, karya-karya yang muncul kerap diambil dari kejadian bersejarah, seperti revolusi atau kondisi kehidupan kontemporer pada masa tersebut.
5. Gambar yang Detail
Untuk mewujudkan keadaan sebenarnya, isi pada lukisan realisme berfokus pada setiap detail kecil sehingga gambar tampak nyata. Hal-hal seperti bayangan, perspektif, cahaya, dan kedalaman sangat membantu untuk menciptakan realita dalam sebuah goresan karya.
BACA JUGA:
8 Lukisan Paling Terkenal di Indonesia Sejak Tahun 1900-an
15 Lukisan Termahal Sepanjang Masa
