Tidak banyak tempat yang mampu menghadirkan kontras seindah Mandalika. Di satu sisi, ada suara mesin GT3 yang datang silih berganti. Di sisi lain, terbentang laut biru dan garis pantai yang membuat suasana terasa lebih ringan. Pertemuan antara keduanya menghadirkan pengalaman yang berbeda, seolah balapan dan liburan musim panas berlangsung dalam ritme yang sama.
BACA JUGA: Segala Informasi Tentang 5 Destinasi Super Prioritas yang Perlu Anda Ketahui
Kesan itu terasa sepanjang GT World Challenge Asia yang berlangsung pada 1 hingga 3 Mei 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit. Untuk pertama kalinya, ajang ini hadir di Indonesia dan memperlihatkan bagaimana motorsport kini tidak lagi hanya berbicara tentang kecepatan, tetapi juga tentang suasana yang dibangun di sekelilingnya.
Sejak pagi, paddock sudah dipenuhi energi yang sulit diabaikan. Ferrari 296 GT3, Lamborghini Huracán GT3 EVO2, Porsche 911 GT3 R, hingga Mercedes-AMG GT3 berdiri berjejer di bawah matahari Lombok. Di hospitality lounge, percakapan berlangsung santai, sementara aroma ban panas dan suara gelas yang beradu membentuk atmosfer yang terasa lebih dekat dengan sebuah akhir pekan di Riviera.
Salah satu daya tarik GT World Challenge Asia terletak pada konsep gentleman driver. Para pebalap non-profesional dari berbagai latar belakang, mulai dari entrepreneur, investor, hingga kolektor mobil, berbagi kokpit dengan pembalap profesional dalam balapan endurance yang menuntut strategi, konsistensi, dan chemistry yang presisi.
Di tengah deretan nama internasional, Sean Gelael menjadi sosok yang paling banyak menyita perhatian publik Indonesia. Kehadirannya memberi kedekatan tersendiri bagi para penggemar yang memadati paddock dan pit lane sepanjang akhir pekan.
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah sesi pit walk. Untuk beberapa saat, dunia balap yang biasanya terasa eksklusif terbuka bagi publik. Mekanik bekerja dengan ritme yang nyaris koreografis, sementara para penonton dapat melihat mobil GT3 dari dekat dan berbincang dengan pembalap dari berbagai negara.
Menariknya, paddock juga menghadirkan pemandangan yang tidak kalah hidup. Banyak pengunjung datang dengan gaya personal terbaik mereka. Kacamata hitam berukuran besar, set linen bernuansa netral, hingga jaket balap vintage menjadikan suasana terasa seperti pertemuan antara motorsport festival dan luxury lifestyle gathering.
Ketika opening ceremony dimulai, Mandalika menunjukkan sisi lainnya. Parade pembalap, pertunjukan budaya Nusa Tenggara Barat, marching band IPDN, dan lantunan gendang beleq mengubah sirkuit menjadi panggung yang terasa semakin teatrikal.
Kehadiran selebritas, public figure, dan lifestyle influencer semakin menegaskan bagaimana GT World Challenge Asia kini juga menjadi bagian dari kalender sosial. Dari paddock hingga VIP terrace, balapan berlangsung berdampingan dengan hospitality, percakapan, dan sunset khas Mandalika.
Di tengah nuansa glamor tersebut, salah satu momen yang paling menarik justru datang dari Krida Agya Kartini Race. Balapan khusus pembalap perempuan ini menghadirkan energi yang segar dan kompetitif, sekaligus menjadi penghormatan terhadap semangat R.A. Kartini.
Dengan Toyota Agya yang telah dipersiapkan untuk balap, para pembalap tampil agresif dan presisi di lintasan. Alinka Hardianti, Clio Tjonnadi, dan Alexandra Asmasoebrata kemudian menjadi sorotan setelah meraih podium kemenangan.
Bagi Fitri Hartini, ajang ini menjadi langkah progresif untuk menunjukkan bahwa perempuan Indonesia memiliki kapasitas dan daya saing yang sama kuatnya di dunia motorsport. Inisiatif ini juga memperkuat positioning Mandalika sebagai destinasi sport tourism yang inklusif dan berkelas dunia.
Pandangan serupa disampaikan oleh Priandhi Satria, yang melihat bagaimana pengalaman di Mandalika kini berkembang menjadi bagian dari contemporary lifestyle culture. Di sini, orang tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga untuk menikmati hospitality, budaya, dan lanskap tropis yang menyatu secara natural.
Pada akhirnya, GT World Challenge Asia 2026 menunjukkan bahwa motorsport dapat hadir dengan cara yang berbeda. Di Mandalika, kecepatan, glamor, dan perjalanan bertemu dalam satu pengalaman yang terasa utuh.
BACA JUGA:
Merayakan Keseruan Akhir Tahun di Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort
Pullman Lombok Mandalika Beach Resort: Menggabungkan Desain Modern dengan Seni Tradisional
(Penulis: Devon Satrio, Edited by EF, Foto courtesy of SRO Motorsport dan MGPA)
