Setiap musim semi, komunitas desain berkumpul di Milan untuk rangkaian acara dan pameran yang menampilkan tren interior yang akan mendominasi rumah sepanjang tahun ke depan. Edisi terbaru kembali hadir spektakuler, mulai dari Courtyard Palazzo yang dipenuhi bunga liar oleh Gucci, rumah dengan floral berukuran besar penuh warna dari Marimekko, hingga berbagai peluncuran produk baru.
BACA JUGA: 19 Brand Fashion hingga Beauty Unjuk Inovasi di Milan Design Week 2026
Berikut 10 tren favorit yang bisa Anda aplikasikan di rumah:
1. Soft Edges
Bentuk organik dan siluet skulptural mendominasi berbagai instalasi tahun ini. Tumpukan pouf bulat bermotif dalam palet teal yang menenangkan di instalasi “Soft Architecture” oleh Liberty, hasil kolaborasi dengan Lorenza Bozzoli, mencuri perhatian dengan penggunaan velvet, katun, dan linen yang terasa sangat taktil. Bentuk skulptural lainnya juga terlihat di Ginori 1735 melalui koleksi keramik “Officina Ultra”.
2. The Tapestry Renaissance
Di tahun ketika Bayeux Tapestry kembali ke Inggris setelah hampir 1.000 tahun, seni tekstil kembali menjadi sorotan. Gucci menghadirkan karya bordir monumental yang menelusuri sejarah brand hingga era Demna saat ini. Untuk menghadirkan tren ini di rumah, Anda bisa mencoba tekstil dari Schumacher atau desain handmade dari House of Quentin Jones.
3. Leopard Print
Dalam fashion, leopard print sering dianggap sebagai “netral” karena mudah dipadukan. Hal yang sama berlaku di interior. Motif ini mampu melengkapi ruang sekaligus memberi sentuhan berani, seperti yang terlihat pada furnitur dan drapery dari Ralph Lauren.
4. Wallpaper Maksimalis
“Go big and stay home” terasa nyata melalui kolaborasi wallpaper Cole & Son x Vivienne Westwood yang menghadirkan tartan, garis, hingga motif abstrak penuh warna. Brand lain yang patut dilirik termasuk Calico dan studio desain Timorous Beasties.
5. Masa Depan yang Modular
Kolaborasi terbaru Kelly Wearstler dengan H&M Home berfokus pada modularitas, di mana setiap elemen dapat disusun ulang sesuai kebutuhan. Mulai dari kursi lounge hingga meja yang saling terhubung, semuanya fleksibel. Palet earthy seperti terracotta menjadi pilihan yang relevan saat ini.
6. Kontras Tinggi
Padukan warna cerah dengan latar gelap seperti biru tua atau cokelat untuk menciptakan kontras dramatis, seperti yang terlihat pada koleksi Louis Vuitton “Objets Nomades” di Palazzo Serbelloni. Perpaduan tekstur dan warna menciptakan visual yang kaya dan elegan.
7. Seni Kerajinan
Kemewahan identik dengan craftsmanship, dan Dior Maison merayakannya melalui kolaborasi dengan Noé Duchaufour-Lawrance. Koleksi lampu skulptural dari kaca Murano dan bambu anyaman terinspirasi dari siluet Corolle. Instalasi ini juga menampilkan karya seniman Korakot Aromdee dan Vasana Saima.
8. Mesin Kopi Berwarna
Sebagai kota asal espresso, budaya kopi di Milan juga tercermin dalam desain. De’Longhi menghadirkan instalasi mini “World’s Smallest Coffee Shop”, sementara La Marzocco berkolaborasi dengan Polspotten dalam pop-up “Casa Marzocco”.
9. Floral Oversized
Motif bunga untuk musim semi menjadi lebih menarik ketika dibuat dalam skala besar, seperti instalasi dari Marimekko. Untuk menghindari kesan terlalu manis, pilih motif floral abstrak dengan warna yang bold, seperti dari Bluebellgray atau Flora Soames.
10. Aksen Akuatik
Dari tren sarden di TikTok hingga anchovy di dunia kuliner, kini elemen laut merambah interior. Buccellati menghadirkan instalasi imersif bertema koleksi “Caviar”, menampilkan elemen perak berbentuk ikan sturgeon dalam suasana bawah laut yang dramatis.
BACA JUGA:
Mengenal Desain Futuristik yang Menggabungkan Fungsionalitas dan Inovasi
10 Inspirasi Desain Rumah 2 Lantai Minimalis Modern Elegan
(Penulis: Frances Hedges; Artikel ini disadur dari: BAZAAR UK; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR UK)
