Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

The Statement Dress: Sorotan Runway Moscow Fashion Week 2026

Dari siluet panjang hingga eksplorasi budaya, dress menjadi medium yang membentuk arah runway Moscow Fashion Week musim ini.

The Statement Dress: Sorotan Runway Moscow Fashion Week 2026
Layout: Adzki Asakiinah

Ada perubahan dalam cara sebuah dress mengambil tempat pada koleksi. Di Indonesia, pendekatan ini sudah lebih dulu terasa lewat karya desainer seperti Sebastian Gunawan dan Biyan, ketika bentuk menjadi bagian dari identitas.

BACA JUGA: 19 Brand Fashion hingga Beauty Unjuk Inovasi di Milan Design Week 2026

Arah yang serupa juga terlihat di runway Moscow Fashion Week. Integrasi kode-kode nasional yang dilakukan secara cermat, ditambah kolaborasi lintas ekosistem antara desainer, ahli, produsen, hingga komunitas profesional internasional, menjadikan ajang ini sebagai salah satu tolok ukur penting bagi perkembangan fashion global.

Dengan lebih dari 65.000 pengunjung dan lebih dari 300 brand yang berpartisipasi, terlihat bagaimana minat terhadap fashion Rusia berkembang dengan cepat, sekaligus bagaimana Moscow Fashion Week memberi dorongan yang signifikan terhadap arah tersebut.

Berikut adalah beberapa pendekatan yang terbaca di runway musim ini:

Maxi Length

Siluet panjang menjadi salah satu yang paling terasa di musim ini.

Tidak sekadar hadir sebagai bentuk yang nyaman, maxi dress tampil dengan pendekatan yang lebih ekspresif. Esve menghadirkan material yang ringan dan mengalir, memberi kesan bebas dan hampir tanpa beban.

Sebaliknya, Inniki menampilkan siluet yang lebih terdefinisi, dengan penekanan pada garis bahu dan pinggang yang menciptakan proporsi tubuh yang klasik.

Courtesy of Moscow Fashion Week
Esve di Moscow Fashion Week

Courtesy of Moscow Fashion Week
Inniki di Moscow Fashion Week

Floral Print

Motif floral tetap hadir, tetapi tidak lagi tampil secara literal.

Alih-alih bunga besar yang dekoratif, pendekatannya menjadi lebih subtil. Rumah mode 404 Not Found dan Masterpeace memilih motif kecil dengan nuansa vintage yang terasa lebih halus.

Pola ini menghadirkan kesan yang sekaligus ringan dan grafis, mengingatkan pada tekstil lama yang menyimpan karakter tersendiri.

Courtesy of Moscow Fashion Week
404 Not Found di Moscow Fashion Week

Courtesy of Moscow Fashion Week
Masterpeace di Moscow Fashion Week

Cultural Code

Arah yang berangkat dari akar terasa cukup kuat musim ini, tanpa perlu ditampilkan secara eksplisit.

Madame & Mister Sibarita, brand asal Spanyol, mempertemukan teknik tradisional India dengan pendekatan desain Barat. Sementara brand asal China, Xuaujin, membangun koleksinya melalui material khas seperti Xiangyunsha serta bordir etnik.

Di sini, identitas tidak tampil sebagai elemen dekoratif, tetapi menjadi bagian dari konstruksi itu sendiri.

Courtesy of Moscow Fashion Week
Madame & Mister Sibarita di Moscow Fashion Week

Courtesy of Moscow Fashion Week
Xuaujin di Moscow Fashion Week

Asymmetry

Keseimbangan mulai digeser.

Sariné Saakian menghadirkan siluet yang sederhana, namun diperkaya dengan detail slit yang menciptakan dinamika. Sementara B&D Institute of Business and Design melalui Galina Perminova menawarkan pendekatan yang lebih eksperimental dengan siluet satu lengan.

Bentuk tidak lagi sepenuhnya simetris, tetapi justru terasa lebih hidup.

Courtesy of Moscow Fashion Week
Sariné Saakian di Moscow Fashion Week

Courtesy of Moscow Fashion Week
B&D Institute of Business and Design (Galina Perminova) di Moscow Fashion Week

Architectural Cut

Di sisi lain, struktur tetap hadir dengan pendekatan yang lebih tegas.

XakaMa dan Capparel menghadirkan siluet dengan garis yang jelas, penekanan pada bahu, serta konstruksi yang terasa lebih arsitektural.

Dress tidak hanya mengikuti tubuh, tetapi membangun bentuk yang lebih kuat di atasnya.

Courtesy of Moscow Fashion Week
XakaMa di Moscow Fashion Week

Courtesy of Moscow Fashion Week
Capparel di Moscow Fashion Week

Metallic

Kilau kembali, tetapi tidak lagi berlebihan.

Rumah mode Addicted_To menghadirkan efek seperti logam cair yang mengalir, sementara MMÉ memilih pendekatan yang lebih minimal dengan siluet sederhana yang tetap kuat melalui teksturnya.

Kilau di sini menjadi bagian dari keseluruhan tampilan, bukan sekadar pusat perhatian.

Courtesy of Moscow Fashion Week
Addicted_To di Moscow Fashion Week

Courtesy of Moscow Fashion Week
MMÉ di Moscow Fashion Week

Yang terlihat di Moscow Fashion Week musim ini bukanlah perubahan yang drastis. Namun, lebih seperti pergeseran yang berlangsung pelan, tetapi terus terasa.

Dan mungkin justru di situ letaknya, bukan pada apa yang paling terlihat, tetapi pada apa yang perlahan terbaca.

BACA JUGA:

6 Trik Gaya Musim Semi yang Terlihat di Paris Fashion Week

Kini Anda Bisa Memiliki Sepotong Warisan Armani

(Penulis: Devon Satrio)