Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Kini Anda Bisa Memiliki Sepotong Warisan Armani

Iterasi kedua proyek pelestarian arsip brand ini menghadirkan kembali koleksi ikonis dari tahun 1979 hingga 1994

Kini Anda Bisa Memiliki Sepotong Warisan Armani
Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Ada beberapa desainer yang karyanya layak untuk dilestarikan, dan Giorgio Armani adalah salah satunya. Setelah kepergiannya pada September 2025 di usia 91 tahun, di tahun yang sama dengan perayaan 50 tahun label asal Italia tersebut, rumah mode ini mengumumkan peluncuran ARMANI / Archivio, sebuah proyek yang bertujuan menjaga sekaligus menghidupkan kembali warisan brand melalui reinterpretasi desain ikonis untuk masa kini. Besok, bertepatan dengan Milan Design Week 2026, babak kedua dari inisiatif fisik dan digital ini akan dibuka melalui instalasi khusus oleh studio NM3 yang berbasis di Milan, bertempat di butik Giorgio Armani di Sant’Andrea.

BACA JUGA: Temuan Vintage Terbaru Kendall Jenner Berupa Gaun Armani Berkilau yang Pernah Dikenakan Cindy Crawford

“ARMANI / Archivio dirancang untuk menggerakkan memori, mengubahnya menjadi ruang eksplorasi dan kemungkinan baru,” ujar Silvana Armani, kepala divisi womenswear. “Dalam setiap tampilan yang dilestarikan, terdapat pilihan yang presisi, sebuah gesture gaya yang tetap relevan hingga kini.”

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Arsip Armani saat ini mencakup lebih dari 200 koleksi, lebih dari 5.500 look runway, dan lebih dari 30.200 item, angka yang mencerminkan perjalanan karier Armani yang luar biasa. Pada chapter kedua ini, diperkenalkan koleksi eksklusif berisi 13 look pria dan wanita yang terinspirasi dari desain tahun 1979 hingga 1994, difoto dan di-styling oleh creative director Eli Russell Linnetz. Hal ini memungkinkan para penggemar Armani di seluruh dunia untuk memiliki potongan sejarah tersebut.

Koleksi ini menyoroti siluet jaket dalam berbagai bentuk khas yang menjadi signature Mr. Armani sepanjang kariernya. Mulai dari jaket cropped single-breasted dengan bahu berstruktur dan flap pockets yang dipadukan dengan rok pensil high waist, terinspirasi dari koleksi Spring 1983. Ada pula jaket pinstripe bergaya Spencer dengan neckline tinggi dari Spring 1979, serta blazer double-breasted klasik dari Fall di tahun yang sama. Untuk pecinta jaket kulit, tersedia versi pleated dari tahun 1983 yang dibuat dari lamb nappa leather berkualitas tinggi. Nuansa minimalisme awal ’90-an yang kembali populer berkat Carolyn Bessette Kennedy juga dihadirkan melalui coat suede cokelat yang dipadukan dengan blouse berbahu bulat dan rok faux wrap berpinggang lebar.

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Pada koleksi pria, fokus utama adalah deconstructed jacket yang legendaris, mengingatkan pada karakter Richard Gere dalam film American Gigolo tahun 1980-an, di mana seluruh kostumnya dirancang oleh Armani. Look ini dilengkapi dengan waistcoat, kemeja klasik, tailored trousers, dan dasi jacquard dari berbagai dekade. Setiap piece dirancang untuk menonjolkan pendekatan khas Armani dalam mengikuti garis tubuh, sementara secara keseluruhan koleksi ini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Generasi baru pun diajak untuk kembali mengenal brand melalui konsep “Past Perfect. Future Ready.”

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

“Melalui chapter baru ini, serta re-edisi dari sejumlah busana ikonis, kami merayakan kekuatan konsistensi yang mampu melintasi waktu tanpa kehilangan relevansinya,” ujar Armani. “ARMANI / Archivio bukanlah tempat yang hanya melihat ke belakang.”

Koleksi ini akan tersedia di armani.com, butik pilihan Giorgio Armani, serta di Apropos Berlino, Just One Eye Los Angeles, dan MyTheresa.com. Detail lebih lanjut juga dapat diakses melalui archivio.armani.com.

BACA JUGA: 

Hermès Membuka Cara Baru Melihat Waktu di Watches and Wonders 2026

Cartier Menegaskan Identitasnya sebagai Watchmaker of Shapes di Watches & Wonders 2026

(Penulis: Jessica Minkoff; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)