Kami tahu studio biasanya menyimpan film-film terbaik (atau yang paling seru) untuk musim panas. Sekolah libur, pekerjaan melambat, dan terlalu panas juga untuk terus berada di luar sepanjang waktu. Jadi, apa yang lebih baik selain pergi ke bioskop untuk menonton siang hari atau menikmati kencan malam di musim panas?
BACA JUGA:
13 Film Bertema Pop Stars yang Layak untuk Ditonton
Deretan film musim panas tahun ini, tanpa basa-basi, cukup aneh—tapi kami suka yang aneh! Film-film blockbuster besar dan film indie yang akan rilis dalam tiga bulan ke depan menawarkan “menu degustasi” yang penuh dengan cerita-cerita unik dan menyenangkan. Tepat setelah Memorial Day, kita akan melihat bintang Cannes Renate Reinsve membintangi film horor internet, dan setelah itu semuanya mungkin membuat kita membaca sinopsisnya dua kali. John Early tampil total sebagai drag seorang influencer makanan, Olivia Wilde menemukan suara penyutradaraannya dalam drama kamar bertema “foursome” (secara literal), Sophie Thatcher pergi ke neraka, dan oh, Anne Hathaway melawan dinosaurus karena lingkungan perumahan suburbia-nya secara kosmis terpindahkan ke masa lalu (setidaknya begitu dugaan kita). Kita juga bisa berharap beberapa judul dari Cannes akan perlahan masuk ke layar kita dalam beberapa bulan ke depan. Kami siap (atau setidaknya sedang bersiap) untuk roller coaster penuh kegilaan yang pasti dibawa oleh film-film aneh ini. (Musim panas yang luar biasa untuk hidup!) Inilah film-film yang perlu Anda nantikan musim panas ini.
Backrooms
Tayang perdana pada Mei 29.
Salah satu film paling aneh yang dirilis tahun ini adalah Backrooms karya Kane Parsons yang berusia 20 tahun. Film horor produksi A24 ini terinspirasi dari fenomena internet “Backrooms”, di mana gambar-gambar ruang liminal (gedung kantor kosong, mal terbengkalai, dan sejenisnya) berkembang menjadi mitologi horor kolektif (secara teknis dikategorikan sebagai “creepypasta”). Kane Parsons, yang baru berusia 16 tahun saat itu, awalnya membuat serial web tentang labirin ruang liminal yang tak berujung. Kini, ia mengembangkan konsep tersebut menjadi film panjang dengan jajaran pemain termasuk Chiwetel Ejiofor dan Renate Reinsve. (Kenapa dia ada di sini? Kami juga bertanya-tanya!) Film horor yang unik sekaligus menarik ini layak ditonton, menandai hadirnya era baru pembuat film yang lahir dari internet.
Power Ballad
Tayang perdana pada Juni 5.
Nick Jonas dan Paul Rudd beradu dalam film komedi bertema “battle-of-the-bands”. Paul berperan sebagai penyanyi pernikahan yang sudah terpuruk bernama Rick, yang berteman dengan bintang pop yang kehilangan semangat, Danny (Nick), setelah keduanya merasa sama-sama gagal dalam hidup mereka. Persahabatan singkat itu membantu mereka merasa lebih baik—sampai Danny mencuri lagu yang ditulis Rick. Kini, sang penyanyi pernikahan yang kariernya sudah meredup harus membuktikan bahwa dialah pencipta lagu comeback milik bintang boyband tersebut. Kekacauan pun terjadi. Saya akan duduk manis menunggu siapa yang lebih jago menyanyi.
Disclosure Day
Tayang perdana pada Juni 12.
Steven Spielberg sempat menjadi sorotan beberapa minggu terakhir karena mendukung “cerita orisinal”, sambil mengkritik kebiasaan Hollywood yang belakangan sering mengulang cerita lama dan membuat reboot. Kontribusi sang sutradara legendaris terhadap misi ini adalah Disclosure Day, sebuah cerita sci-fi baru yang membahas ketakutan kita terhadap kerahasiaan pemerintah dan alien. John O'Connor berperan sebagai pegawai pemerintah yang beralih menjadi whistleblower bernama Daniel Kellner, yang mencuri informasi penting untuk kemudian “mengungkapkannya” ke publik. Belum sepenuhnya jelas rahasia apa yang dibongkar, tetapi beberapa petunjuknya termasuk crop circle sederhana dan meteorolog Emily Blunt, Margaret Fairchild, yang berbicara dalam bahasa alien saat siaran langsung. Film bertabur bintang ini (dengan peran pendukung Colin Firth dan Colman Domingo) diprediksi jadi blockbuster musim panas. Tolong buktikan Hollywood salah, Steven!
In the Hand of Dante
Tayang perdana pada Juni 12.
Sebagai pembuat film, seniman Julian Schnabel dikenal lewat film biopik seniman seperti Basquiat (1996) dan At Eternity’s Gate (2018) yang dibintangi Willem Dafoe sebagai Van Gogh. Namun dalam In the Hand of Dante, ia menciptakan sesuatu yang sedikit lebih… rumit. Oscar Isaac berperan sebagai Dante Alighieri saat menulis The Divine Comedy, sekaligus juga memerankan Nick Tosches, seorang penulis yang hidup di New York modern. Seorang bos mafia kemudian menugaskan Nick—yang ahli tentang Dante—untuk mencuri naskah asli tulisan tangan The Divine Comedy, sebagai paralel antara dua dunia yang mengkritik keserakahan masyarakat modern. Belum jelas bagaimana cerita ini akan berjalan, tetapi Oscar didukung oleh jajaran pemain termasuk Jason Momoa, Gerard Butler, Sabrina Impacciatore, Martin Scorsese, John Malkovich, Gal Gadot, dan Al Pacino.
Maddie's Secret
Tayang perdana pada Juni 19.
John Early debut sebagai sutradara dipastikan akan memecah opini penonton dengan premisnya yang konyol. John juga tampil dalam film ini, dalam balutan drag, sebagai Maddie Ralph, seorang calon influencer makanan vegetarian yang tiba-tiba menjadi terkenal setelah suaminya yang juga editor video, Eric Rahill, membantu mengunggah video memasaknya. Kesuksesan itu melambungkan namanya—tetapi ia menyimpan sebuah rahasia ketika ketenarannya justru menghidupkan kembali gangguan makan yang sebelumnya sudah ia tekan. (Sebagian orang mungkin akan menganggap plot ini kurang sensitif.) Kolaborator langganannya, Kate Berlant dan Connor O'Malley, turut hadir untuk menambahkan unsur komedi, namun drama bergaya Sirkian ini juga cukup menyentuh, karena John mengeksplorasi perjalanan Maddie dengan keseriusan yang datar namun penuh perhatian terhadap karakter tersebut dan rahasianya.
The Death of Robin Hood
Tayang perdana pada Juni 19.
Hugh Jackman memang benar-benar serba bisa, mulai dari menyanyikan lagu-lagu musikal sampai menjadi bintang film aksi. Setelah film anak-anak The Sheep Detectives yang surprisingly emosional, Hugh kembali ke layar lebar dalam The Death of Robin Hood, yang menunjukkan rentang aktingnya yang luar biasa. Versi cerita “Prince of Thieves” ini jauh lebih gelap dibandingkan yang pernah kita lihat sebelumnya. Alih-alih pahlawan dermawan yang kita kenal dan cintai, Robin Hood (Hugh) justru digambarkan hidup sebagai kriminal, dikenal hanya karena pembunuhan dan pencurian. (Bill Skarsgård sebagai Little John saja sudah cukup membuat suasana terasa mengerikan.) Film ini mengikuti sang bandit yang menua saat ia bergulat dengan kesalahannya dan berusaha mencari penebusan—meski tampaknya itu sulit dicapai dalam situasi seperti ini. Pemeran pendukungnya termasuk Murray Bartlett, Noah Jupe, dan Jodie Comer.
The Invite
Tayang perdana pada Juni 26.
Bisakah membuka pernikahan menyelamatkan hubungan? Pertanyaan yang terasa berat ini terus diulang dalam buku, acara TV, film, dan percakapan pribadi. Olivia Wilde mengangkat pertanyaan tersebut dalam drama kamar yang mengejutkan segar dan jujur berjudul The Invite (diadaptasi oleh Rashida Jones dan Will McCormack dari film Spanyol The People Upstairs). Film ini dibintangi Olivia dan Seth Rogen sebagai Joe dan Angela, pasangan sangat toxic yang sama-sama berkontribusi pada kehancuran pernikahan mereka. Suatu malam, mereka mengundang tetangga mereka, Pina dan Hawk (Penélope Cruz dan Edward Norton), untuk makan malam. Situasi kemudian berkembang, dan pasangan “keren” itu mengajak Joe dan Angela ikut dalam sebuah pesta seks. Tawaran ini membuka semua sisi indah sekaligus buruk dari hubungan pasangan tersebut di dalam tekanan apartemen mereka di San Francisco. Hasilnya sangat menghibur dan membuktikan bahwa tidak perlu banyak hal selain akting yang kuat dan dialog yang solid untuk menjaga perhatian penonton.
Couture
Tayang perdana pada Juni 26.
Angelina Jolie kembali ke dunia fashion dalam Couture karya Alice Winocour—kali ini bukan sebagai supermodel (ingat Gia?), melainkan sebagai seorang pembuat film bernama Maxine Walker. Alice, yang dikenal dengan studi karakter perempuan yang empatik dan mendalam seperti Augustine (2012) dan Mustang (2015), menghadirkan kisah ini dengan latar Paris Fashion Week. Maxine tiba di Prancis tepat saat ajang tersebut dimulai, ditugaskan oleh sebuah rumah mode untuk mendokumentasikan peragaan busana, namun rencananya berubah ketika ia menerima diagnosis kanker payudara yang menghancurkan (topik yang juga dekat dengan Angelina, mengingat ibunya meninggal karena penyakit tersebut pada 2007). Seperti karya Alice lainnya, film ini mengeksplorasi emosi kompleks dari sebuah diagnosis serius dan dampaknya. Ia juga menyelipkan dua alur cerita tambahan: seorang model muda asal Sudan Selatan yang diperankan oleh Anyier Aneidan seorang penulis pemula yang diperankan oleh Ella Rumpf. Siap-siap menangis (atau setidaknya berkaca-kaca).
Romería
Tayang perdana pada Juni 26.
Carla Simón kembali menggali memori menyakitkan tentang kematian ibunya akibat AIDS seperti dalam debutnya Summer 1993 (2017), kali ini lewat film Romería (yang berarti “ziarah”). Marina Piñeiro (Llúcia Garcia) adalah gadis 18 tahun yang bepergian ke Vigo, Spanyol, untuk kembali terhubung dengan keluarga ayah kandungnya, membawa camcorder dan jurnal ibunya yang berusia 20 tahun. Ia membutuhkan tanda tangan dari kakek-neneknya agar bisa mendapatkan beasiswa universitas. Namun, ia justru menemukan bahwa banyak hal yang diceritakan orang tua angkatnya tentang keluarga kandungnya ternyata tidak benar. Film ketiga Carla ini menjadi refleksi yang menyentuh tentang kehilangan dan trauma antargenerasi, dipenuhi sentuhan realisme magis dan diperkuat oleh debut luar biasa Llúcia Garcia.
Chris & Martina: The Final Set
Tayang perdana pada Juni 29.
Martina Navratilova dan Chris Evert adalah rival sengit di lapangan tenis sekaligus sahabat seumur hidup, membentuk salah satu hubungan paling intens dalam sejarah olahraga. Keduanya mewakili dua kutub berbeda dalam tenis: Chris dikenal dengan ketenangan dan kontrol emosionalnya, sementara Martina mendominasi dengan permainan yang agresif dan penuh kekuatan. Namun, rivalitas itu tidak pernah merusak persahabatan mereka saat bersaing di puncak pada era 1970-an dan 1980-an. Ikatan mereka justru semakin kuat ketika keduanya sama-sama didiagnosis kanker. Sebuah dokumenter terbaru dari Netflix mengangkat kisah mereka dalam sebuah film dokumenter yang hangat dan menyentuh tentang persahabatan, rivalitas, dan ketahanan hidup.
The Odyssey
Tayang perdana pada Juli 17.
Christopher Nolan mengadaptasi The Odyssey karya Homer menjadi kisah sinematik epik—dan berhasil menggerakkan antusiasme besar. Dikenal lewat saga intelektual berdurasi panjang seperti Interstellar dan Tenet, Christopher kali ini mengangkat legenda kuno Yunani tentang Odysseus, raja Ithaca, dan perjalanannya yang berbahaya untuk kembali kepada istrinya, Penelope. Matt Damon dan Anne Hathaway disebut sebagai pemeran utama Odysseus dan Penelope. Film ini juga menampilkan jajaran pemain bertabur bintang termasuk Robert Pattinson, Tom Holland, Zendaya, Charlize Theron, Jon Bernthal, Benny Safdie, Lupita Nyong'o (dalam dua peran!), dan Mia Goth—dan itu belum semuanya. Dari gambar dan teaser yang sudah muncul, Christopher tampaknya ingin bersenang-senang dengan interpretasi teks ini (lihat helm tengkorak berlapis emas milik Benny). Namun bagi para purist, tenang saja—versi Christopher tetap memuat elemen dasar: raksasa, dewa, Cyclops, dan banyak godaan.
Her Private Hell
Tayang perdana pada Juli 24.
Nicolas Winding Refn hampir berhenti membuat film setelah The Neon Demon (2016), sampai sebuah pengalaman nyaris mati—jantungnya sempat “bocor” dan ia dinyatakan meninggal selama 25 menit, seperti yang baru ia ungkapkan di Cannes—mengubah cara pandangnya terhadap kariernya. Pengalaman itu menginspirasinya untuk membuat film Her Private Hell, yang mengikuti Elle (diperankan oleh Sophie Thatcher) saat ia menjelajahi lanskap kota yang benar-benar seperti neraka. Laporan dari Cannes menyebutkan film ini tidak terlalu terikat pada alur cerita yang konvensional, tetapi Elle digambarkan sebagai aktris terkenal dengan isu ayah dan hubungan psikoseksual dengan ibu tirinya (Havana Rose Liu). Charles Melton juga muncul sebagai tentara yang tersesat di neraka dan sedang mencari putrinya. Selain itu, ada sosok iblis bernama “Leather Man” yang berkeliaran. Film ini tampak seperti mimpi buruk psikologis ala David Lynch, dan banyak yang masih menunggu apakah Nicolas berhasil mengeksekusi visi ekstrem ini setelah pengalaman mendekati kematian tersebut.
I Want Your Sex
Tayang perdana pada Juli 31.
Gregg Araki kembali ke dunia perfilman setelah 12 tahun sejak film terakhirnya White Bird in a Blizzard. Sutradara yang dikenal dengan sinema punk dan transgresif ini kini hadir lewat I Want Your Sex, sebuah komedi-thriller lintas generasi yang erotis, penuh warna neon, dan sarat provokasi. Olivia Wilde berperan sebagai Erika Tracy, seorang “provokator profesional” yang frustrasi dengan sikap Gen Z yang dianggap terlalu anti-seks. Ia kemudian merekrut asisten muda Gen Z yang cerah dan ambisius, Elliot (Cooper Hoffman), dan hubungan mereka perlahan berkembang menjadi sesuatu yang lebih rumit. Klasik. Film kembalinya Gregg ini juga menampilkan Charli XCX, Daveed Diggs, Mason Gooding, dan Chase Sui Wonders. Satu hal yang pasti: waktu tampaknya tidak pernah meredam kecenderungan provokatif Gregg.
Teenage Sex and Death at Camp Miasma
Tayang perdana pada Agustus 7.
Jane Schoenbrun kembali dengan film ketiga berjudul Teenage Sex and Death at Camp Miasma, sebuah kisah cinta sapphic (?) yang berlatar kebangkitan kembali waralaba slasher klasik. Hannah Einbinder berperan sebagai Kris, seorang pembuat film queer muda yang kemungkinan besar karyanya bisa masuk program Sundance (mirip dengan Jane sendiri). Meski bukan kandidat yang lazim untuk menghidupkan kembali franchise horor, Kris justru ditunjuk untuk merevitalisasi seri slasher ala Scream bernama Camp Miasma. Visi film ini bergantung pada kembalinya “final girl” asli, kini seorang mantan aktris yang menyendiri, diperankan oleh Gillian Anderson. Hubungan keduanya kemudian bergeser ke wilayah yang makin surealis (tidak mengejutkan bagi siapa pun yang sudah menonton I Saw the TV Glow), sebelum akhirnya masuk ke kekacauan psikoseksual penuh. Jane menyebut film ini sebagai upaya mereka untuk membuat “film klasik untuk acara sleepover”.
The End of Oak Street
Tayang perdana pada Agustus 14.
Keluarga Platt menjalani kehidupan yang tenang. Denise dan Greg (Anne Hathaway dan Ewan McGregor—duo yang tidak kita sangka tapi sangat menyenangkan untuk dilihat bersama di layar) membesarkan dua anak mereka di lingkungan suburban yang tampak sempurna. Namun kedamaian itu terganggu ketika keluarga tersebut mulai menyadari keanehan di sekitar lingkungan mereka. Detailnya masih minim, tetapi beberapa hal yang terlihat di trailer antara lain: Ewan tampak terkejut sekaligus tersiksa sambil memegang korek api; Anne memegang senapan dengan wajah ketakutan; keduanya saling berpelukan di depan sebuah portal kosmik (?); dan ya… dinosaurus. Film ini disutradarai oleh David Robert Mitchell, yang dikenal lewat It Follows dan Under the Silver Lake. Namun, produser J. J. Abrams mungkin justru memberi petunjuk paling besar soal arah ceritanya—mungkin seperti subplot yang hilang dari Lost.
Coyote vs. Acme
Tayang perdana pada Agustus 28.
Berapa kali kita diam saja saat Wile E. Coyote hampir mati karena malfungsi produk Acme Corporation? Terlalu banyak untuk dihitung (dan kita semua akan dimintai pertanggungjawaban). Kali ini, si coyote kartun itu untuk sementara berhenti mengejar Road Runner, dan malah mengalihkan targetnya ke perusahaan Acme. Saatnya balas dendam (dan benar-benar menuntut), Wile E. Coyote pun menyewa pengacara papan reklame yang bangkrut, diperankan oleh Will Forte, untuk mengajukan gugatan. Film arahan Dave Green ini berdiri di antara crossover animasi-live action legendaris seperti Who Framed Roger Rabbit? dan Cool World yang jauh kurang berhasil. Jauh lebih “tidak horny” dibanding dua film itu, Coyote vs. Acme menjanjikan cerita konyol namun menarik yang membalik salah satu kartun paling ikonik di dunia.
Idiots
Tayang perdana pada Agustus 28.
Macon Blair’s Idiots sebelumnya sempat berjudul The Shitheads saat tayang perdana di Sundance awal tahun ini. Digambarkan sebagai film road trip yang kacau, film ini berada di titik tengah antara Little Miss Sunshine dan Fear and Loathing in Las Vegas. Cerita mengikuti dua “shitheads” utama yang diperankan oleh Dave Franco dan O'Shea Jackson Jr., yang ditugaskan mengantar seorang anak orang kaya (Mason Thames dari waralaba horor The Black Phone) ke pusat rehabilitasi. Karakter “idiot” lainnya termasuk Irina, seorang penari striptis yang diperankan oleh Kiernan Shipka, pendeta bernama William Armstrong yang dimainkan oleh Killer Mike, serta Nicholas Braun sebagai Pricka Bush Da Werewoof—rapper SoundCloud nyentrik yang kembali ke akar perannya di Zola. Peter Dinklage juga muncul sebagai militan bersenjata yang tidak jelas afiliasinya. Sayangnya (atau untungnya), film ini terlihat cukup seru, jadi kita tunggu saja kekacauan perjalanan darat ini.
BACA JUGA:
Daftar Lengkap Film Komedi Romantis Terbaik yang Dibuat pada Dekade 2000-an
55 Film Paling Romantis Sepanjang Masa
(Penulis: Maxwell Rabb; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Alleia Anata; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
