Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

10 Contoh Skin Barrier Rusak yang Wajib Anda Sadari

Berbagai masalah kulit bisa muncul sebagai tanda-tanda kerusakan skin barrier yang harus segera diperbaiki.

10 Contoh Skin Barrier Rusak yang Wajib Anda Sadari
Courtesy of Unsplash

Skin barrier adalah lapisan pelindung kulit paling luar yang berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Sebagai garda terdepan, skin barrier melindungi lapisan kulit di bawahnya dari berbagai paparan eksternal yang tidak baik bagi kulit. Contoh skin barrier rusak dapat dikenali dengan melihat berbagai permasalahan kulit yang muncul.

Skin Barrier Terdiri dari Apa Saja?

Skin barrier merupakan jaringan kulit yang terdiri dari: 

  • Asam lemak
  • Senyawa ceramide
  • Kolesterol 

Lapisan ini disebut juga dengan stratum korneum, yaitu jaringan kulit yang terletak di lapisan terluar dari epidermis. Letak skin barrier ini membuat lapisan tersebut terpapar langsung dengan lingkungan.

Fungsi Skin Barrier

Skin barrier memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan kulit. Sebagai lapisan pelindung terluar, skin barrier mencegah kulit dari masuknya paparan luar yang berbahaya. Berikut ini beberapa fungsi skin barrier, seperti:

  • Perlindungan dari paparan eksternal: Menjaga kulit dari bakteri, debu, kuman, polusi, sinar ultraviolet, dan zat kimia
  • Menjaga hidrasi (Kelembapan): Memastikan kelembapan kulit dengan mengunci air di kulit
  • Mencegah iritasi dan sensitivitas: Melindungi kulit dari zat-zat yang dapat menyebabkan iritasi
  • Tempat regenerasi kulit: Mendukung perbaikan sel-sel kulit yang sudah rusak 

Disaat skin barrier rusak, maka kulit wajah menjadi lebih rentan terkena masalah seperti iritasi, kering, dan kemerahan. Selain menimbulkan ketidaknyamanan, hal ini juga dapat mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri. Maka dari itu, kerusakan skin barrier harus segera diperbaiki agar kesehatan kulit wajah tetap terjaga.

10 Contoh Skin Barrier Rusak: Kulit Jadi Lebih Sering Bermasalah?
Courtesy of Freepik

Contoh Skin Barrier Rusak

Jika Anda mengalami berbagai permasalahan kulit yang tak kunjung reda, bisa jadi hal tersebut merupakan tanda skin barrier Anda telah rusak. Sebelum menentukan perawatan seperti apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya, penting untuk mengetahui terlebih dahulu seperti apa contoh skin barrier rusak. 

Berikut ini adalah cara mengenali skin barrier rusak:

1. Rasa Gatal di Kulit

Kulit wajah yang terasa gatal secara terus menerus merupakan contoh skin barrier rusak yang paling utama dirasakan. Rasa gatal timbul karena skin barrier tidak mampu melindungi kulit dari zat-zat yang memicu iritasi atau alergi, sehingga paparan tersebut lebih mudah masuk ke dalam kulit.

Kulit yang gatal karena kerusakan skin barrier dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

2. Kulit Terasa Kering dan Bertekstur Kasar

Kelembapan kulit seharusnya dapat dijaga secara alami oleh skin barrier. Namun jika lapisan tersebut rusak, maka kadar air dalam kulit susah terjaga dan kelembapan menjadi lebih mudah hilang. Kulit pun terasa lebih kering, bertekstur kasar, dan bahkan bisa terkelupas.

Apabila kulit terasa kering dan kasar karena skin barrier yang rusak, pelembap saja mungkin tidak dapat mengubah rasa tidak nyaman tersebut. Hal ini dikarenakan skin barrier tidak dapat mengunci kelembapan secara maksimal.

3. Terjadi Iritasi Pada Kulit

Iritasi yang terjadi pada kulit merupakan salah satu contoh skin barrier yang rusak lainnya. Kulit membutuhkan perlindungan skin barrier untuk mengurangi dampak dari paparan eksternal seperti polusi, sinar UV, dan zat berbahaya lainnya.

Fungsi perlindungan terhadap kulit akan menurun ketika skin barrier rusak. Oleh karena itu, kulit cenderung lebih mudah mengalami iritasi dan terkena masalah kulit lainnya.

4. Muncul Kemerahan yang Tidak Nyaman

Mengenali skin barrier yang rusak bisa dilihat dengan munculnya kemerahan pada kulit. Kemerahan dapat disebabkan oleh reaksi alergi karena zat kimia atau alergen yang ada di dalam produk perawatan kulit.

Ketika skin barrier rusak, kulit menjadi lebih sensitif dan rentan terkena iritasi dari zat-zat tersebut. Akibatnya, kemerahan dapat muncul pada kulit disertai rasa hangat atau terbakar yang tidak nyaman.

5. Kulit Tampak Lebih Kusam

Tak hanya kering dan kasar, kulit kusam juga termasuk contoh skin barrier rusak. Kerusakan skin barrier menurunkan kapasitas lapisan tersebut dalam menjaga kelembapan kulit dan membuat sel-sel kulit mati menumpuk.

Sel kulit yang tidak dapat beregenerasi dengan baik membuat kulit wajah menjadi terlihat lebih kusam dan tidak sehat.

6. Sensitivitas Kulit yang Meningkat

Skin barrier yang rusak dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif dibandingkan biasanya. Sensitivitas terhadap bahan-bahan tertentu dalam produk perawatan kulit dapat meningkat sehingga kulit lebih mudah iritasi dan memunculkan reaksi alergi. Hal ini menyebabkan reaksi yang tidak nyaman seperti gatal dan perih.

7. Terjadi Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi merupakan kondisi dimana suatu area kulit wajah memiliki warna lebih gelap dibandingkan area lainnya. Terjadinya hiperpigmentasi merupakan salah satu pertanda dari skin barrier yang rusak.

Melemahnya fungsi skin barrier dalam melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan bahan iritan dapat meningkatkan produksi melanin. Tingkat melanin yang berlebihan tersebut dapat memunculkan bintik-bintik gelap pada kulit.

8. Lebih Mudah Merjerawat

Skin barrier yang lemah membuat kulit menjadi kering sehingga memicu produksi minyak berlebih. Terlebih, kerusakan skin barrier memudahkan bakteri dan kotoran untuk masuk ke dalam kulit. Kondisi ini dapat terjadi karena perlindungan kulit dari paparan tersebut tidak dapat dilakukan jika skin barrier rusak. 

Bakteri, kotoran, dan minyak berlebih yang berada di kulit dapat menyumbat pori-pori, sehingga kulit wajah menjadi lebih mudah berjerawat. 

9. Muncul Kerutan di Wajah

Kerutan pada kulit dapat timbul karena skin barrier kehilangan kemampuan untuk menjaga kelembapan pada kulit agar tetap lembut dan elastis. Menurunnya kelembapan kulit alami bisa membuat elastisitas kulit berkurang yang menyebabkan munculnya kerutan.

Skin barrier yang sehat mampu menjaga kelembapan kulit sehingga mengurangi resiko munculnya kerutan pada kulit.

10. Permasalahan Kulit yang Tak Kunjung Sembuh

Skin barrier yang rusak bisa dikenali dengan permasalahan kulit seperti iritasi, luka, atau lecet yang susah sembuh. Kerusakan yang terjadi pada skin barrier membuat proses penyembuhan menjadi terganggu dan menjadi lebih lambat. Hal ini dikarenakan skin barrier tidak mampu menjaga dan melindungi kulit dari paparan dari luar.

Courtesy of Unsplash

Pakai Apa Agar Skin Barrier Membaik?

Masalah-masalah kulit yang muncul karena kerusakan skin barrier tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dengan memahami berbagai contoh skin barrier rusak, Anda dapat menentukan perawatan seperti apa yang tepat untuk mengatasinya. Untuk mengembalikan skin barrier yang sehat, gunakan produk seperti:

1. Skincare yang Sesuai

Kondisi skin barrier yang rusak harus dirawat menggunakan skincare yang bertujuan untuk memperbaikinya. Skincare yang direkomendasikan biasanya berfokus untuk membantu lapisan pelindung kulit dalam mencegah hilangnya kelembapan. Contohnya seperti:

  • Pelembap dengan kandungan ceramide, hyaluronic acid, petrolatum, glycerin, dan madu
  • Produk dengan bahan kimia lembut tanpa pewangi dan alkohol
  • Sabun cuci muka atau cleanser dengan pH sekitar 4,0–5,0
  • Sunscreen dengan SPF yang tinggi (minimal SPF 30)

2. Skincare Utama yang Sederhana

Ketika skin barrier rusak, tidak perlu menggunakan banyak produk untuk perawatan kulit. Sebaiknya rutinitas skincare dibuat menjadi lebih sederhana. Berikut ini skincare utama yang direkomendasikan untuk memperbaiki skin barrier:

3. Minyak Alami untuk Kulit

Skin barrier yang rusak membutuhkan minyak nabati yang dapat membantu memperbaiki dan melindungi kelembapan kulit. Minyak alami ini memiliki efek antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan yang membantu memulihkan skin barrier. Macam-macam minyak nabati yang bisa dipakai:

  • Minyak jojoba
  • Minyak kelapa
  • Minyak kemiri
  • Minyak almond
  • Minyak argan
  • Minyak bunga matahari

Penggunaan minyak alami ini dapat dicari dalam kandungan suatu produk pelembap, atau dapat dioleskan secara langsung ke kulit.

4. Sabun dengan Kandungan Alami

Sabun yang digunakan juga berpengaruh untuk mengatasi kerusakan skin barrier. Pakai sabun dengan kandungan alami untuk skin barrier, seperti:

  • Minyak zaitun
  • Minyak kelapa
  • Lidah buaya
(Edited by JM)