Ketika para penggemar perawatan kulit seperti saya bepergian ke luar negeri, misalnya ke Prancis atau Korea Selatan, kami hampir selalu membawa pulang tabung sunscreen. "Sunscreen ini lebih baik," kata kami—dan itu memang benar. Tapi mengapa lebih baik? Tentu, formulanya lebih lembut, lebih ringan, lebih tidak terlihat, dan lebih inovatif, tetapi juga dibuat dengan kombinasi lebih dari 30 filter sunscreen. Di Amerika Serikat, perusahaan kecantikan hanya memiliki akses ke 15 filter selama 25 tahun terakhir.
Sunscreen Amerika tertinggal, dan itu merugikan kita. Secara harfiah: Filter yang kita miliki di Amerika Serikat cukup melindungi kulit dari radiasi UVB, jenis radiasi yang menyebabkan kulit terbakar di permukaan. Tetapi ketika menyangkut radiasi UVA—jenis radiasi yang menembus jauh ke dalam kulit dan menyebabkan bukan hanya penuaan dini dan kerutan tetapi juga kerusakan DNA yang berkontribusi pada kanker kulit—penelitian menunjukkan bahwa sunscreen tersebut jarang memberikan nilai SPF penuh yang diklaim pada botolnya. Dua filter sunscreen yang melindungi kulit dari radiasi UVA yang tersedia untuk konsumen Amerika saat ini adalah seng oksida (ditemukan dalam sunscreen mineral, tetapi terkenal meninggalkan lapisan putih) dan avobenzone (sunscreen kimia yang terurai di bawah sinar matahari dan dapat menyebabkan alergi… tidak ideal).
BACA JUGA: Sunscreen Dulu atau Day Cream Dulu, Urutan Mana yang Tepat?
@janethechemist A new sunscreen filter is upon us…👀 #cosmeticchemist #sunscreen #filter ♬ Coffee and Chords - ya-su
Singkatnya, kita akan mendapatkan filter sunscreen baru. Secara resmi. Akhirnya! Namanya bemotrizinol, dan perlindungannya terhadap UVA jauh lebih baik daripada produk apa pun yang tersedia di Amerika Serikat saat ini. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) telah menyelesaikan persetujuannya hari ini, setelah dua dekade lobi dari industri kecantikan untuk pilihan sunscreen yang lebih baik dan lebih aman.
Jadi, inilah yang perlu Anda ketahui tentang bemotrizinol: Ini adalah filter UV non-mineral, tidak rusak saat terpapar sinar matahari, dan dapat dikombinasikan dengan seng oksida untuk membantu mengurangi efek putih yang mengganggu. Selama 18 bulan ke depan, Anda akan menemukannya di rak-rak toko secara eksklusif dengan nama merek Parsol Shield, yang merupakan formulasi eksklusif milik DSM-Firmenich. Setelah itu, Anda akan menemukannya pada label bahan yang tercantum sebagai BEMT, bemotrizinol, atau bis-ethylhexyloxyphenol methoxyphenyl triazine.
@janethechemist I’m SO excited to be working with dsm firmenich to talk about the new sunscreen filter coming in June— Parsol Shield! ☀️ I’ve been playing around with this ingredient more in the lab and I can definitely say it’s been a game changer. You’ll be seeing a lot more content about this ingredient from me! 🏷️ TAG your favorite beauty brands if you want to see a sunscreen from them that contains this new UV filter 👀‼️ To learn more about Parsol Shield, check out the link in my bio! #cosmeticchemist #new #uvfilter #sunscreen #parsolshield ♬ Coffee Break, On the Terrace - Cozy-Cozy-Moodscape
Ini juga merupakan pilihan yang sangat aman. Environmental Working Group mencatat bahwa bahan ini memiliki rekam jejak keamanan selama 27 tahun di luar negeri dan bahwa FDA telah melakukan studi pada hewan selama dua tahun dan studi reproduksi multigenerasi, yang tidak menemukan bukti adanya efek penyebab kanker atau efek berbahaya lainnya pada reproduksi. Studi pada kulit mengkonfirmasi bahwa bahan ini tidak menyebabkan iritasi, menjadikannya filter yang baik bagi kita yang memiliki kulit sensitif.
“Selama ini, konsumen Amerika telah menggunakan sunscreen dan percaya bahwa mereka sepenuhnya terlindungi, tanpa mengetahui bahwa produk mereka memberikan perlindungan UVA yang jauh lebih sedikit daripada yang tertera pada label,” kata Alexa Friedman, ilmuwan senior di EWG, dalam sebuah rilis. “Konsumen Amerika berhak mendapatkan akses ke perlindungan matahari terbaik yang tersedia. Hari ini mereka akhirnya semakin dekat dengan hal itu.”
BACA JUGA:
Begini Cara Mengatasi Skin Barrier Rusak
Apakah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah? Ini Penjelasannya
(Penulis: Jenna Rosenstein; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Jasmine Manuela; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
