Tanyakan kepada seseorang yang mudah tidur apa yang ia lakukan untuk memastikan istirahat malam yang sukses dan kemungkinan besar jawabannya: tidak ada. Namun, mengoptimalkan tidur kini menjadi frontier terakhir bagi industri wellness yang tengah berkembang pesat dengan berbagai brand berlomba menciptakan teknologi, produk topikal, dan perawatan yang membantu mereka yang memiliki skor pemulihan Oura yang mengkhawatirkan untuk belajar tidur lebih baik.
BACA JUGA: Ketahui Penyebab Sering Mengantuk Padahal Tidur Cukup
Bagi sebagian orang, tidur mungkin datang dengan mudah dan menyenangkan, tetapi riset menunjukkan jumlah tersebut semakin berkurang dan mengingat berbagai cara kehidupan modern mengacaukan ritme sirkadian alami kita, seperti stres, screen time, dan jadwal sosial, hal ini tidaklah mengejutkan.
Penelitian oleh British Sleep Society menemukan bahwa 37 persen orang dewasa di Inggris pernah mengalami insomnia yang dapat bermanifestasi sebagai kesulitan untuk tertidur atau tetap tertidur. Sementara itu, Mental Health UK melaporkan bahwa satu dari lima orang dewasa tidak mendapatkan tidur yang cukup, dengan perempuan lebih mungkin terdampak dibandingkan laki-laki.
Sebagai seseorang yang telah berjuang melawan episode insomnia selama beberapa dekade, Bazaar sangat memahami rasa putus asa, frustrasi, dan obsesi yang dapat muncul akibat rentetan malam yang buruk. Menengok riwayat pencarian Google Bazaar memberikan gambaran yang mengkhawatirkan tentang kondisi mental di puncak kambuhnya insomnia, mulai dari pencarian umum seperti “suplemen tidur terbaik” hingga yang lebih ekstrem seperti “apakah minum jus ceri akan membantu tertidur?” (jawabannya: tidak). Terjaga saat sangat membutuhkan tidur adalah jenis neraka tersendiri, di mana lubang terasa semakin dalam, semakin keras Anda berusaha keluar darinya.
Tidur tidak semudah yang seharusnya bagi banyak dari kita yang menjelaskan mengapa semakin banyak brand berupaya memenuhi keinginan kita akan solusi ajaib: sesuatu yang menenangkan, membuat kita tetap tertidur, dan memungkinkan kita bangun dengan segar tanpa membuat kita terjebak dalam kabut kimia yang membuat lesu.
Untungnya, ada harapan di sudut-sudut industri tidur baru yang kerap membingungkan ini: berikut adalah hal-hal yang layak dipertimbangkan jika Anda juga ingin tidur lebih baik, baik itu tidur yang lebih dalam, lebih lama, atau sekadar bebas kecemasan di 2026.
Suplemen Tidur
Suplemen tidur sering menjadi pilihan pertama bagi banyak orang yang ingin meningkatkan kualitas tidur dan pilihannya kini sangat beragam. Brand suplemen tidur baru terus bermunculan dan sains di baliknya semakin kompleks.
Bintang utamanya adalah magnesium: banyak dibahas karena kemampuannya membantu Anda tidur lebih lama dan lebih dalam, sekaligus merilekskan dan memulihkan otot yang lelah. Rhian Stephenson, ahli nutrisi dan pendiri Artah merupakan penggemarnya. “Secara pribadi, saya menyukai penggunaan magnesium untuk tidur, terutama bagi individu yang sibuk, aktif, dan memiliki tingkat stres tinggi,” ujarnya seraya menyoroti kemampuan mineral ini membantu otak dan sistem saraf menjadi lebih tenang di malam hari.
“Magnesium dijuluki mineral penenang karena mendukung produksi GABA ‘saklar peredup’ otak yang berperan dalam produksi melatonin serta menghambat sebagian zat kimia otak yang lebih merangsang,” jelasnya. “Itulah sebabnya orang sering mengatakan mereka merasa tidak terlalu tegang, tidak terlalu cemas, dan dapat memasuki fase tidur yang lebih dalam serta lebih restoratif.” Bahkan, magnesium dilaporkan dapat membawa “peningkatan signifikan” dalam kualitas tidur orang dewasa, terutama dalam hal waktu untuk tertidur, durasi tidur, dan waktu yang dihabiskan dalam tidur lelap.
“Magnesium juga berperan dalam respons stres kita dan ketika kita mengalami stres kronis, kebutuhan kita meningkat,” lanjut Rhian. “National Diet + Nutrition Survey menunjukkan bahwa perempuan di semua kelompok usia secara rutin tidak memenuhi angka kecukupan harian magnesium hanya dari makanan. Jika dikombinasikan dengan gaya hidup sibuk, stres, dan olahraga, jelas mengapa suplemen terasa begitu berdampak. Tetap penting untuk mendapatkan magnesium dari makanan, tetapi menggunakan suplemen di malam hari dapat memastikan Anda memperoleh dosis yang terarah dan efektif saat dibutuhkan.”
Namun, memilih suplemen magnesium tidak sesederhana mengambil produk pertama yang terlihat di rak. Terdapat berbagai bentuk magnesium dalam formula, dan tidak semuanya setara. Menurut Rhian, bentuk yang paling menjanjikan khusus untuk tidur adalah magnesium glycinate: “Bioavailabilitasnya tinggi dan juga mampu memberikan asupan glycine, asam amino yang menenangkan,” ujarnya. Rhian juga menyarankan untuk mempertimbangkan herbal tertentu, meskipun ia menekankan bahwa hasil terbaik muncul “jika Anda juga menangani kondisi kekurangan magnesium yang mendasarinya.”
Valerian dikenal luas untuk membantu proses awal tidur dan kualitas tidur karena mendukung aktivitas GABA. Passiflora juga menjadi pilihan baik: “Digunakan sebagai penenang ringan dan secara tradisional untuk mengurangi pikiran cemas yang berpacu saat waktu tidur.” Produk Artah Sleep Tonic miliknya mengandung magnesium bersama dua herbal tersebut untuk menenangkan pikiran yang terlalu aktif.
Terdapat pula berbagai bahan penenang tradisional yang, bila diformulasikan secara presisi dapat menghasilkan suplemen dengan potensi kuat. Rested dari Diome menggabungkan chamomile, lemon verbena, linden, dan zinc untuk menenangkan sistem saraf, mempercepat waktu tertidur, dan mengurangi frekuensi terbangun di malam hari. Sementara itu, brand wellness tech Lyma melalui produk The Supplement mengandung ashwagandha dan saffron untuk membantu meredakan respons stres untuk menghasilkan tidur yang lebih nyenyak sekaligus manfaat lain seperti kulit lebih baik dan imunitas meningkat.
Periksa Tingkat Stres Anda
Jika Anda serius ingin memperbaiki kualitas tidur, suplemen (atau yang lebih ekstrem, obat penenang) saja tidak akan memberikan perbaikan jangka panjang seperti yang mungkin Anda harapkan. Meskipun obat tidur dapat membuat kita tertidur selama beberapa jam, solusi alami yang tepat akan membantu kita benar-benar menenangkan diri untuk mendapatkan tidur yang lebih baik. Penting untuk melihat ke dalam diri sendiri. Di dunia yang serba instan dan mengandalkan solusi yang dapat dikonsumsi, mengatasi akar penyebab stres mungkin terdengar sebagai jalan yang lebih sulit, tetapi ketika berbicara tentang perbaikan tidur yang nyata, hal ini sangat krusial.
“Ketika Anda mengalami stres kronis atau kelelahan berat (burnout), tubuh Anda terjebak dalam mode siaga,” jelas Alex Manos, praktisi functional medicine di Knightsbridge, destinasi wellness Inggris The HVN. “Otak Anda terus memproduksi hormon stres seperti kortisol yang seharusnya menurun di malam hari agar Anda bisa tidur. Sebaliknya, hormon-hormon ini tetap tinggi, membuat pikiran Anda terus berpacu dan tubuh tetap tegang. Rasanya seperti mencoba tertidur sementara sistem alarm internal Anda terus berbunyi.”
Hal ini menciptakan lingkaran setan. Ketika stres mengganggu tidur, Anda menjadi kelelahan yang pada gilirannya dapat memicu kecemasan, sehingga siklus tersebut terus berlanjut. “Tubuh Anda menjadi hipervigilant: Anda mungkin mudah terbangun karena hal kecil atau tidak pernah benar-benar masuk ke fase tidur yang dalam dan restoratif karena sistem tubuh merasa harus tetap waspada,” jelas Alex.
Kenyataannya, suplemen memang bisa bermanfaat, tetapi tidak bisa menjadi satu-satunya solusi. “Suplemen tidur dapat membantu dalam situasi tertentu, tetapi mengandalkannya tanpa mengatasi akar masalah ibarat meminum obat penghilang rasa sakit untuk tulang yang patah tanpa menyatukan kembali tulangnya: Anda mungkin merasa lega sementara, tetapi masalah utamanya tetap ada,” kata Alex. “Jika stres kronis mengganggu tidur Anda, suplemen mungkin membantu Anda tertidur pada awalnya, tetapi tidak akan menghentikan lonjakan kortisol pada pukul tiga pagi atau mencegah pikiran Anda berpacu memikirkan pekerjaan.”
Atur Ulang Sistem Saraf Anda
Tentu saja, menghilangkan seluruh pemicu stres dari hidup Anda kemungkinan besar mustahil. Jika Anda telah melakukan semua perubahan yang secara realistis bisa dilakukan, tetapi masih merasakan pikiran yang terus berpacu pada pukul 11 malam, ada bantuan yang bisa dipertimbangkan.
Regulasi sistem saraf menjadi salah satu kata kunci terbesar dalam dunia wellness tahun 2026, berkat berbagai brand teknologi yang meluncurkan perangkat inovatif yang dirancang untuk menstimulasi saraf vagus dan memicu keadaan tenang.
Saraf vagus merupakan pusat dari sistem saraf parasimpatis tubuh yang menghubungkan otak, jantung, dan sistem pencernaan serta bertanggung jawab mengendalikan sejumlah fungsi penting “istirahat dan relaksasi”, mulai dari respons imun dan manajemen stres hingga pencernaan. Berbagai studi menemukan adanya korelasi antara tonus vagal yang lemah dengan kecemasan dan depresi.
Logika di balik perangkat neuromodulasi baru ini sederhana: dengan menstimulasi saraf vagus, kita dapat menggeser tubuh dari mode “fight or flight” ke mode “rest and relaxation” yang memungkinkan manfaat baik secara mental maupun fisik. Brand tersebut mengeklaim Anda mungkin merasa lebih tenang, fokus, dan lebih mudah tertidur.
Nurosym adalah salah satu perangkat yang paling banyak ditinjau secara ilmiah (peer-reviewed). Setelah mengujinya setiap hari selama sebulan dalam periode yang sangat penuh tekanan, keraguan awal pun hilang. Pengalamannya yang melibatkan pemasangan klip kecil pada tragus telinga dan meningkatkan daya hingga terasa sensasi ringan seperti “karet gelang yang disentil”, mungkin tidak akan menyaingi perawatan spa, tetapi hasilnya benar-benar mengubah keadaan. Sejak malam pertama, setelah menggunakan Nurosym selama 45 menit di tempat tidur, Bazaar tidur lebih dalam dan lebih lama dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, dan manfaatnya terus terasa malam demi malam. Ketika meditasi dan latihan pernapasan gagal meredam hipervigilansi yang sudah mengakar, perangkat sederhana namun sangat efektif ini justru berhasil.
Tingkatkan Rutinitas Sebelum Tidur Anda
Mereka yang telah lama menderita insomnia mungkin akan tertawa mendengar tentang pillow mist, tetapi jika Anda hanya sesekali kesulitan untuk menenangkan diri di malam hari, menciptakan rutinitas sederhana sebelum tidur adalah pendekatan yang paling mudah sekaligus menyenangkan.
Produk mandi, lilin aromaterapi, dan tincture tidak akan menyembuhkan insomnia yang sesungguhnya atau membantu banyak dari kita tertidur delapan jam penuh tanpa gangguan, tetapi semuanya bisa menjadi alat relaksasi yang bermanfaat, menenangkan otot dan memberi sinyal pada otak bahwa hari telah usai. Jika Anda sulit menolak godaan satu jam tambahan menonton Netflix (kita semua tahu waktu layar adalah musuh tidur), mungkin aroma mandi air hangat yang wangi bisa menarik Anda menjauh dari sofa.
Kini pilihannya jauh lebih menarik dibandingkan sekadar bubble bath beraroma lavender seperti dulu (meskipun itu tetap menyenangkan). Magnesium kini diformulasikan dalam bentuk semprotan dan minyak topikal (penelitian menunjukkan mineral ini dapat diserap dengan baik melalui kulit dan memberikan manfaat relaksasi otot), sementara CBD (ekstrak transdermal yang efektif) dapat ditemukan dalam bath drops dan body oil.
BACA JUGA:
Tidur Tidak Nyaman: Ini Penyebab Kaki Kram Saat Tidur
Bagaimana Obsesi Gaya Hidup Memengaruhi Kualitas Tidur
(Penulis: Roberta Schoeder; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Alisa Putri Ramadhina; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
