Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Asmara Abigail Hadir di Venice Biennale dan Cannes Film Festival pada Mei 2026

Dalam satu bulan yang sama, Asmara Abigail terlibat dalam karya seni Natasha Tontey di Venice Biennale dan menghadiri pemutaran perdana Mothers are Mothering di Cannes Film Festival.

Asmara Abigail Hadir di Venice Biennale dan Cannes Film Festival pada Mei 2026
Layout: Devon Satrio

Bulan Mei 2026 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan artistik Asmara Abigail. Praktik kreatif yang selama ini ia bangun membawanya ke dua perhelatan budaya paling bergengsi di Eropa, masing-masing melalui keterlibatannya dalam karya seni kontemporer di Venice Biennale dan pemutaran perdana film di Cannes Film Festival.

BACA JUGA: 14 Film Cannes 2026 yang Paling Mencuri Perhatian

Dalam satu bulan yang sama, ia terlibat dalam karya terbaru Natasha Tontey yang dipresentasikan bertepatan dengan pembukaan Venice Biennale. Beberapa hari kemudian, ia berjalan di karpet merah Cannes Film Festival untuk menghadiri pemutaran perdana film Mothers are Mothering.

Foto oleh: Nina Pević

Foto oleh: Nina Pević

Pada 5 Mei 2026, Asmara menjadi bagian dari The Phantom Combatants and the Metabolism of Disobedient Organs, karya instalasi Natasha Tontey yang dipresentasikan di Ateneo Veneto hingga 25 Oktober 2026. Karya tersebut dipresentasikan di Ateneo Veneto, Venesia, hingga 25 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian Venice Biennale.

Courtesy of RB for Natasha Tontey

Instalasi yang dikomisi oleh LAS Art Foundation dan Amos Rex ini mengeksplorasi tema-tema yang kerap hadir dalam praktik artistik Natasha Tontey, mulai dari mitologi, identitas, teknologi, tubuh, hingga narasi spekulatif. Melalui proyek ini, Asmara Abigail menjadi bagian dari pertemuan antara performativitas tubuh dan seni kontemporer.

Courtesy of RB for Natasha Tontey

Pada 14 Mei 2026, Asmara Abigail kembali hadir di panggung internasional melalui world premiere film Mothers are Mothering karya Khozy Rizal dan Lam Li Shuen dalam program Semaine de la Critique. Film produksi KawanKawan Media ini juga melibatkan Happy Salma dan dipresentasikan dalam salah satu program yang dikenal memberi ruang bagi suara-suara baru dengan pendekatan artistik yang kuat.

Courtesy of Christopher Garcia Valle

Kehadiran Asmara di Venesia dan Cannes memperlihatkan bagaimana praktik kreatifnya terus bergerak di antara dua dunia yang berbeda, tetapi saling beririsan. Di satu sisi, ia hadir dalam ruang seni kontemporer yang menempatkan tubuh dan performativitas sebagai medium ekspresi. Di sisi lain, ia terus membangun perjalanan yang konsisten dalam sinema Asia Tenggara.

Courtesy of Christopher Garcia Valle

Perjalanan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Film-film yang dibintanginya telah diputar di berbagai festival internasional seperti Locarno Film Festival, Toronto International Film Festival, Sundance Film Festival, Busan International Film Festival, Venice International Film Festival, Palm Springs International Film Festival, hingga kini Semaine de la Critique di Cannes. Asmara menerima nominasi Aktris Terbaik di Locarno melalui film Stone Turtle pada 2022. Setahun kemudian, ia terpilih mengikuti Berlinale Talents, sebelum akhirnya diundang sebagai juri di Locarno pada 2025.

Courtesy of Samina Seyed

Kehadiran Asmara Abigail di Venice Biennale dan Cannes dalam bulan yang sama terasa seperti kelanjutan yang alami dari perjalanan yang telah ia bangun selama ini. Perlahan namun konsisten, ia memperluas kehadirannya di panggung internasional, sambil membawa perspektif kreatif Indonesia ke dalam percakapan budaya global yang semakin luas.

BACA JUGA:

Harper's Bazaar Indonesia & Nia Dinata Telusuri Jejak Sutradara Wanita Pertama Indonesia Lewat Film Pendek Finding Ratna

Kamila Andini Mewakilkan Asia dalam Program Women in Cinema di Cannes Film Festival 2026

(Penulis: Devon Satrio)