Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Ketahui Penyebab Sering Mengantuk Padahal Tidur Cukup

Jangan abaikan rasa kantuk yang berlebihan yang terjadi terus-menerus. Ini mungkin tanda awal Anda harus memperbaiki pola makan, pola gerak, dan pola istirahat.

Ketahui Penyebab Sering Mengantuk Padahal Tidur Cukup
Courtesy of Freepik

Sering mengantuk padahal sudah tidur cukup adalah kondisi yang cukup umum dialami banyak orang. Idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7-9 jam per malam agar tubuh dan otak dapat berfungsi optimal. Namun, kenyataannya tidak sedikit orang yang masih merasa lelah, lesu, dan mengantuk sepanjang hari meskipun durasi tidurnya sudah mencukupi. Kondisi ini tentu dapat mengganggu produktivitas, konsentrasi, suasana hati, bahkan kesehatan secara keseluruhan.

Rasa kantuk yang berlebihan tidak selalu berkaitan dengan kurang tidur. Ada berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi kualitas energi tubuh, mulai dari kekurangan nutrisi, gangguan kesehatan, hingga gaya hidup sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebabnya agar dapat menemukan solusi yang tepat.

Kekurangan Vitamin Apa yang Menyebabkan Sering Mengantuk?

Salah satu penyebab paling umum dari rasa mengantuk berlebihan adalah kekurangan vitamin dan mineral tertentu. Nutrisi ini berperan penting dalam produksi energi, fungsi otak, dan metabolisme tubuh.

Courtesy of Freepik

1. Vitamin B12

Vitamin B12 memiliki peran utama dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi sistem saraf. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia, yang membuat oksigen tidak tersalurkan secara optimal ke seluruh tubuh. Akibatnya, seseorang akan merasa lelah, mudah mengantuk, lemas, dan sulit berkonsentrasi. Kekurangan vitamin B12 sering terjadi pada vegetarian, lansia, atau orang dengan gangguan penyerapan nutrisi.

Beberapa sumber makanan untuk membantu mencukupi kebutuhan vitamin B12 antara lain produk hewani seperti hati sapi atau kambing, kerang, ikan salmon, ikan tuna, daging sapi, telur, susu, dan yogurt. Untuk Anda yang vegetarian bisa menambahkan rumput laut, jamur shitake, dan susu kedelai ke dalam menu makanan sehari-hari. Nutrisi ini juga penting untuk menjaga kesehatan sistem saraf.

2. Vitamin D

Vitamin D tidak hanya penting untuk kesehatan tulang, tetapi juga berperan dalam mengatur suasana hati dan tingkat energi. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelelahan kronis, rasa mengantuk berlebihan, dan bahkan gejala depresi. Orang yang jarang terpapar sinar matahari atau lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan berisiko mengalami kekurangan vitamin ini. Manfaatkan berjemur di bawah paparan sinar matahari (terutama pada pukul 10.00) selama 10-30 menit untuk mencukupi vitamin D untuk tubuh.

3. Zat Besi

Zat besi diperlukan untuk membentuk hemoglobin yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi yang ditandai dengan rasa lelah berkepanjangan, mengantuk, pucat, dan jantung berdebar. Kondisi ini sering dialami oleh wanita, terutama yang sedang menstruasi atau hamil.

Anda bisa mendapatkan asupan zat besi dari makanan hewani seperti daging merah, unggas, dan makanan laut. Sedangkan untuk nabati, Anda bisa memperkaya menu makanan dengan sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, kacang-kacangan serta dark chocolate.

4. Magnesium

Magnesium membantu fungsi otot dan menjaga kesehatan sistem saraf serta berperan dalam produksi energi. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, otot terasa lemah, dan kantuk berlebihan meskipun tidur cukup.

Sumber magnesium terbaik didapatkan dari sayuran hijau seperti bayam, kacang almond, chia seed, pumpkin seed, buah alpukat, pisang, tempe, tahu, dan ikan berlemak seperti salmon.

5. Vitamin C dan Asam Folat

Kedua nutrisi ini berperan dalam metabolisme energi, menjaga sistem imun tubuh, dan pembentukan sel darah. Kekurangannya dapat memperburuk rasa lelah dan menurunkan daya tahan tubuh. Selalu masukkan buah-buahan seperti jeruk, nanas atau kiwi, serta sayuran hijau seperti brokoli dan paprika hijau di setiap menu makanan Anda untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ini.

Penyebab Sering Mengantuk Padahal Tidur Cukup

Selain kekurangan vitamin, ada banyak faktor lain yang bisa menyebabkan seseorang sering mengantuk walaupun sudah tidur cukup.

Simak beberapa penyebab sering mengantuk padahal tidur cukup:

1. Kualitas Tidur yang Buruk

Tidur cukup secara durasi belum tentu berkualitas. Gangguan seperti sering terbangun di malam hari, tidur tidak nyenyak, atau lingkungan tidur yang tidak nyaman dapat mengganggu siklus tidur. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan fase tidur dalam yang dibutuhkan untuk pemulihan energi.

2. Sleep Apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur serius di mana pernapasan terhenti sementara saat tidur. Kondisi ini menyebabkan penderitanya sering terbangun tanpa disadari dan mengalami penurunan kualitas tidur. Gejalanya meliputi mengantuk di siang hari, sakit kepala di pagi hari, dan sulit berkonsentrasi.

3. Stres

Stres berkepanjangan, gangguan kecemasan, hingga depresi dapat menguras energi mental dan fisik. Otak yang terus bekerja keras akibat stres membuat tubuh mudah lelah dan mengantuk, bahkan mudah sakit, meskipun waktu tidur sudah cukup.

4. Pola Makan Tidak Seimbang

Mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Kondisi ini membuat tubuh merasa lemas dan mengantuk setelah makan. Kurangnya asupan protein dan serat juga dapat memengaruhi kestabilan energi. Biasakan sarapan tinggi protein dan menjaga pola makan sehat untuk menjaga energi tubuh sehari-hari.

5. Dehidrasi

Kurang minum air putih sering kali dianggap sepele, padahal dehidrasi ringan saja dapat menyebabkan kelelahan, pusing, dan rasa kantuk. Air berperan penting dalam menjaga fungsi sel dan metabolisme tubuh.

6. Kurang Aktivitas Fisik

Gaya hidup kurang bergerak dapat membuat tubuh terasa lemas. Aktivitas fisik justru membantu meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak, sehingga membuat tubuh lebih segar dan berenergi, serta membantu mengoptimalkan kualitas istirahat Anda.

7. Gangguan Hormon

Masalah hormon seperti hipotiroidisme, dapat memperlambat metabolisme tubuh. Akibatnya, penderita sering merasa lelah, mengantuk, dan kurang bertenaga sepanjang hari.

Bagaimana Menangani Rasa Kantuk Berlebihan?

Mengatasi rasa kantuk berlebihan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari perbaikan gaya hidup hingga pemeriksaan kesehatan bila diperlukan.

Latih cara-cara ini:

  • Perbaiki Pola Tidur

Tidurlah dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, gelap, tenang, dan sejuk. Hindari penggunaan gadget sebelum tidur karena cahaya biru dapat mengganggu produksi hormon melatonin.

  • Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. Perbanyak konsumsi sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, ikan, dan daging tanpa lemak. Jika perlu, konsultasikan mengenai penggunaan suplemen vitamin.

  • Cukupi Asupan Cairan

Minumlah air putih secara teratur sepanjang hari. Jangan menunggu haus untuk minum karena haus adalah tanda awal dehidrasi.

  • Rutin Berolahraga

Lakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang secara rutin, seperti berjalan kaki 45 menit sehari, bersepeda, atau yoga. Olahraga dapat meningkatkan energi dan membantu tidur lebih nyenyak di malam hari.

  • Kelola Stres dengan Baik

Luangkan waktu untuk relaksasi, meditasi, atau melakukan hobi yang menyenangkan. Mengelola stres dengan baik dapat membantu menjaga keseimbangan energi dan kesehatan mental.

  • Batasi Konsumsi Kafein dan Gula

Meskipun kafein dapat membantu tetap terjaga sementara, konsumsi berlebihan justru dapat mengganggu kualitas tidur. Batasi juga makanan dan minuman manis agar kadar gula darah tetap stabil.

Sering mengantuk padahal tidur cukup bukanlah kondisi yang bisa diabaikan. Kekurangan vitamin, kualitas tidur yang buruk, gangguan kesehatan, serta gaya hidup yang tidak seimbang dapat menjadi penyebab utamanya. Dengan memahami faktor-faktor tersebut dan menerapkan langkah-langkah penanganan yang tepat, rasa kantuk berlebihan dapat dikurangi secara signifikan. Tubuh yang segar dan berenergi akan membantu meningkatkan produktivitas, konsentrasi, serta kualitas hidup secara keseluruhan.

(Edited by JM)