Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Jangan Abaikan Sakit Perut Sebelah Kiri Bawah pada Wanita

Kondisi ini tergolong umum, namun tidak boleh dianggap remeh. Pelajari gejalanya dan segera ke dokter bila gejala terasa berat dan lama.

Jangan Abaikan Sakit Perut Sebelah Kiri Bawah pada Wanita
Courtesy of Freepik

Sakit perut sebelah kiri pada wanita merupakan keluhan yang cukup sering terjadi. Rasa nyeri ini bisa muncul secara tiba-tiba atau perlahan, ringan hingga berat, serta berlangsung singkat maupun berkepanjangan. Letak nyeri yang spesifik (terutama di bagian kiri bawah perut) sering kali berkaitan dengan organ reproduksi, saluran kemih, maupun sistem pencernaan.

Memahami penyebab sakit perut sebelah kiri pada wanita sangat penting agar penanganan yang diberikan tepat. Mari telusuri lebih jauh tentang penyebab sakit perut sebelah kiri bawah pada wanita, gejala yang mungkin muncul, serta cara meredakannya.

Ketahui Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri Bawah Pada Wanita

Bagian kiri bawah perut wanita ditempati oleh beberapa organ penting, seperti usus besar bagian kiri, ovarium kiri, tuba falopi kiri, serta sebagian kandung kemih. Karena itu, nyeri di area ini bisa berasal dari berbagai sistem tubuh.

Berikut beberapa penyebab yang paling umum:

1. Nyeri Haid

Nyeri saat menstruasi adalah penyebab paling umum sakit perut sebelah kiri bawah pada wanita. Kontraksi rahim untuk meluruhkan dinding rahim dapat menyebabkan kram yang terasa di bagian bawah perut, termasuk sisi kiri.

Biasanya nyeri:

  • Muncul 1-2 hari sebelum atau saat menstruasi
  • Disertai pegal di punggung bawah
  • Bisa diikuti mual atau sakit kepala

Jika nyeri sangat hebat dan mengganggu aktivitas, kondisi ini bisa mengarah pada gangguan seperti endometriosis.

2. Kista Ovarium

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di dalam atau pada permukaan ovarium. Jika kista terbentuk di ovarium kiri, nyeri biasanya terasa di sisi kiri bawah perut.

Gejalanya bisa meliputi:

  • Nyeri tumpul atau tajam di satu sisi
  • Perut terasa penuh atau kembung
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Gangguan siklus menstruasi

Kista kecil biasanya tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri, tetapi kista besar atau pecah memerlukan penanganan medis segera.

3. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim, misalnya di ovarium atau tuba falopi. Kondisi ini sering menyebabkan nyeri hebat, terutama menjelang dan saat menstruasi.

Nyeri akibat endometriosis dapat:

  • Terasa menusuk di perut bagian bawah
  • Menjalar ke punggung atau paha
  • Disertai nyeri saat buang air besar atau berhubungan seksual

Endometriosis memerlukan evaluasi dan terapi dari dokter spesialis kandungan.

4. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya di tuba falopi. Jika terjadi di sisi kiri, maka nyeri terasa di perut kiri bawah.

Ini adalah kondisi darurat yang ditandai dengan:

  • Nyeri tajam dan mendadak
  • Pendarahan dari vagina
  • Pusing atau pingsan

Jika mengalami gejala tersebut, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

5. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi Saluran Kemih juga bisa menyebabkan nyeri di bagian bawah perut, termasuk sisi kiri.

Gejalanya meliputi:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Sering ingin buang air kecil
  • Urine keruh atau berbau tajam
  • Demam ringan

Infeksi ini perlu diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter.

6. Gangguan Pencernaan

Beberapa gangguan pencernaan yang bisa menyebabkan nyeri perut sebelah kiri bawah antara lain sembelit, gas berlebih, radang sus, dan radang pada kantung kecil di usus besar. Biasanya nyeri disertai perut kembung, perubahan pola BAB, mual hingga muntah-muntah. Jika nyeri semakin parah dan disertai demam, sebaiknya periksa ke dokter.

Gejala yang Mungkin Muncul saat Perut Bagian Bawah Sakit

Sakit perut sebelah kiri bawah pada wanita tidak selalu berdiri sendiri. Ada beberapa gejala lain yang mungkin menyertai dan membantu mengidentifikasi penyebabnya.

Berikut gejala yang perlu diperhatikan:

1. Nyeri yang Menetap atau Semakin Parah

Jika nyeri tidak membaik dalam beberapa hari atau semakin intens, kemungkinan ada kondisi serius seperti infeksi atau gangguan organ reproduksi.

2. Perdarahan Tidak Normal

Perdarahan di luar siklus menstruasi bisa menjadi tanda gangguan hormon, kista, atau bahkan kehamilan ektopik.

3. Demam

Demam menunjukkan adanya infeksi, baik pada saluran kemih, organ reproduksi, maupun sistem pencernaan.

4. Mual dan Muntah

Gejala ini sering menyertai gangguan pencernaan atau kondisi akut seperti kista pecah.

5. Nyeri Saat Buang Air Kecil atau Besar

Jika nyeri muncul saat buang air kecil, kemungkinan terkait ISK. Jika muncul saat buang air besar, bisa berkaitan dengan gangguan usus atau endometriosis.

6. Perut Terasa Kembung atau Penuh

Kembung sering terjadi pada gangguan pencernaan atau saat menjelang menstruasi.

Berikut beberapa cara yang bisa membantu meredakan nyeri pada sakit perut bagian bawah kiri pada wanita:

1. Kompres Hangat

Mengompres bagian bawah perut dengan air hangat dapat membantu melemaskan otot rahim, mengurangi kram menstruasi, dan meningkatkan aliran darah. Gunakan selama 15-20 menit beberapa kali sehari.

2. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dapat membantu meredakan nyeri haid atau peradangan ringan. Namun, gunakan sesuai saran dokter dan hindari penggunaan secara sembarangan. Jika nyeri sering kambuh, sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum rutin mengonsumsi obat.

3. Perbanyak Istirahat

Istirahat cukup membantu tubuh memulihkan diri, terutama jika nyeri disebabkan oleh kelelahan atau menstruasi.

4. Perbaiki Pola Makan

Untuk nyeri akibat gangguan pencernaan Anda perlu cukupi kebutuhan serat, minum air putih yang cukup, dan hindari makanan berlemak serta pedas. Langkah ini membantu mencegah sembelit dan mengurangi gas berlebih.

5. Lakukan Olahraga Ringan

Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau yoga dapat membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi kram perut.

6. Konsultasi ke Dokter

Segera periksa ke dokter jika nyeri terasa sangat hebat, ada demam tinggi, terjadi perdarahan hebat, pingsan, atau diduga kehamilan ektopik. Pemeriksaan seperti USG atau tes darah mungkin diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Kapan Harus Waspada?

Walaupun sebagian besar sakit perut sebelah kiri bawah pada wanita bersifat ringan dan tidak berbahaya, Anda tetap harus waspada terhadap tanda bahaya. Nyeri mendadak yang sangat tajam, terutama jika disertai gejala sistemik seperti pusing, keringat dingin, atau penurunan kesadaran, bisa menandakan kondisi serius.

Jangan menunda pemeriksaan jika nyeri berlangsung lebih dari beberapa hari atau sering kambuh tanpa sebab yang jelas.

Sakit perut sebelah kiri pada wanita dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari nyeri haid hingga gangguan yang lebih serius seperti kista ovarium atau kehamilan ektopik. Penting untuk mengenali penyebab sakit perut sebelah kiri bawah pada wanita agar penanganan yang diberikan tepat.

Perhatikan gejala yang mungkin muncul saat perut bagian bawah sakit, seperti perdarahan tidak normal, demam, atau mual. Untuk meredakan sakit perut sebelah kiri bawah, Anda bisa mencoba kompres hangat, istirahat cukup, memperbaiki pola makan, atau mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran. Jika nyeri tidak membaik atau semakin parah, segera konsultasikan dengan tenaga medis agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai. 

(Edited by JM)