Apakah Charli XCX sedang meninggalkan hyperpop untuk sementara? Apakah ia kini membuat musik rock? Apakah dance floor benar-benar sudah mati? Semua pertanyaan itu mulai muncul menjelang perilisan proyek terbaru Charli sebagai penerus album Brat. Untuk sementara, satu hal yang sudah pasti adalah Charli akan merilis video musik (?) baru minggu ini untuk sesuatu yang tampaknya berjudul “SS26.” Ia membagikan lirik lagu tersebut melalui Substack miliknya, lengkap dengan poster yang mengundang penggemar untuk “menghadiri presentasi Charli XCX SS26,” yaitu sebuah livestream yang akan berlangsung pada 21 Mei. Menurut unggahan tersebut, video ini disutradarai oleh Torso, duo sutradara yang terdiri dari Miodrag Manojlović dan Lukas von Haller, yang juga sedang menggarap film pendek Confessions II milik Madonna. Charli sendiri sebelumnya pernah bekerja sama dengan duo filmmaker asal Paris itu saat mereka mengarahkan video musik “Von Dutch” pada 2024, yang mengambil latar bandara dengan nuansa kacau dan penuh energi.
BACA JUGA: “Lantai Dansa Sudah Mati”—Charli XCX Sedang Membuat Album Rock
Jika melihat liriknya, tampaknya Charli sedang berada dalam fase yang cukup sinis terhadap… hampir semua hal yang terjadi saat ini. Pada bagian chorus, ia menyanyikan: “Spring/Summer 26 / Saat dunia akan berakhir dan tak ada harapan untuk apa pun / Kita berjalan di runway yang langsung menuju neraka / Tak ada yang bisa menyelamatkan kita, bukan musik, fashion, ataupun film.” Seseorang tolong cek keadaan Charli. Mungkin dance floor memang benar-benar sudah mati.
Pengumuman ini datang tidak lama setelah perilisan video “Rock Music.” Sebelumnya sempat beredar rumor bahwa Charli akan benar-benar beralih ke musik rock setelah sebuah media menulis bahwa ia tengah menyiapkan transformasi penuh ke genre tersebut. Namun rumor itu langsung dibantah sendiri oleh Charli lewat unggahan yang mengatakan bahwa ia “tidak pernah bilang sedang membuat album rock.” Meski begitu, lagu barunya juga tidak bisa dibilang bukan rock. Lagu tersebut terdengar seperti interpretasi seorang ikon hyperpop terhadap musik rock, dipenuhi dentuman cymbal dan gitar yang sangat distorted. Semua itu hadir bersamaan dengan berbagai elemen khas stereotip musisi rock ’n’ roll yang diperankan Charli: tumpukan rokok, set hitam-putih yang muram, hingga adegan moshing.
Lirik lagu ini juga memberi petunjuk bahwa semangat rock yang nyeleneh dan sarkastik itu mungkin masih akan terasa di karya terbarunya. Selain chorus yang fatalistis, lirik lainnya bercerita tentang seseorang yang “dipelintir di luar konteks” atau “diretas.” Namun tokohnya tampak tidak terlalu peduli karena ia merasa sudah “menulis permintaan maaf Notes app yang sangat bagus.” Charli memang bukan tipe artis yang menghindari kontroversi atau sindiran tajam. Dalam lagu ini, ia terdengar seperti sedang menyerang seseorang atau mungkin bahkan seluruh dunia karena dianggap terlalu dangkal atau memilih menutup mata terhadap kenyataan. Sosok yang ia gambarkan dalam lagu itu tampaknya berpikir: “Aku akan baik-baik saja selama terlihat bagus memakai pakaian ini.” Namun bagi Charli, kenyataannya tampak jauh lebih suram: dunia benar-benar sedang menuju kehancuran untuk semua orang.
BACA JUGA:
Charli XCX Mengubah Dirinya Menjadi Pengantin Gotik untuk Premier Wuthering Heights di London
Sepertinya Charli XCX Menanggapi Lagu Terbaru Taylor Swift Lewat Penampilan Kejutan di SNL
(Penulis: Maxwell Rabb; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Alisa Putri Ramadhina; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
- Tag:
- SS26
- Charli XCX
- Music
