Kalau ingin membuat kostum Halloween Taylor Swift, sebenarnya hanya diperlukan beberapa elemen ikonik: mikrofon atau gitar, wig pirang dengan poni, eyeliner cair untuk menciptakan cat-eye wing, serta lipstik merah bernuansa cool. Gaya busana Taylor memang begitu kuat dan menjadi bagian penting dari identitasnya sebagai seorang brand, tetapi signature tersebut juga tak luput dari kritik, terutama dari kalangan Gen Z yang menganggap cat-eye wing sebagai tren makeup “millennial cringe”—meski anggapan tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya tepat.
BACA JUGA: Apa yang Ingin Disampaikan Taylor Swift Lewat “Patient Zero”?
Meski begitu, Taylor tidak selalu mengenakan cat-eye dan lipstik merah, walaupun keduanya cukup sering menjadi bagian dari penampilannya. Kedua elemen tersebut bahkan hadir dalam rangkaian promosi albumnya, The Life of a Showgirl, pada 2025. Namun, untuk single kejutan terbarunya, “Patient Zero,” Taylor tampaknya memilih pendekatan berbeda dalam urusan makeup.
“Patient Zero” menjadi semacam encore untuk The Life of a Showgirl—salah satu dari empat lagu baru yang dirilis setahun setelah album tersebut. Meski penampilan Taylor kali ini justru memberi sinyal akan dimulainya era yang sama sekali baru. Ada begitu banyak hal yang menarik untuk diperhatikan dari foto pengumuman yang ia unggah di Instagram kemarin. Salah satunya, ke mana perginya ketiaknya? Gaya yang ditampilkan terasa lebih sederhana dan minimalis, dengan nuansa yang mengingatkan pada estetika Calvin Klein era 1990-an. Terakhir kali kita melihat Taylor dengan penampilan serupa adalah saat ia mempromosikan The Tortured Poets Department pada 2024.
Peluncuran dan visual kali ini terasa tidak biasa bagi Taylor, terutama dari pilihan makeup-nya. Alih-alih lipstik merah khas Showgirl, ia mengenakan lipstik pink matte yang hanya beberapa tingkat lebih bold dari warna bibir alaminya. Tak terlihat blush maupun highlighter, sementara complexion-nya nyaris sepenuhnya matte. Maskaranya pun tampak sangat minimal, jika memang ia mengenakannya. Bulu mata palsu juga absen. Begitu pula dengan winged liner yang kali ini digantikan soft smoky eye berwarna hitam pekat, dengan ujung yang sedikit mengarah ke bawah.
Pasalnya, cat-eye wing identik dengan makeup yang membutuhkan usaha sekaligus koordinasi tangan dan mata yang presisi. Karakternya yang begitu makeup-y terasa berseberangan dengan tren clean girl yang banyak digemari Gen Z. Cat-eye wing memang dapat terasa seperti nostalgia 2016 yang kurang menguntungkan, tetapi bukan berarti gaya tersebut harus selalu demikian. Taylor bahkan sempat disebut sebagai salah satu contoh dalam perbincangan soal “millennial makeup” awal tahun ini karena ia kerap mempertahankan gaya tersebut, sementara para penggemar ingin melihatnya mencoba sesuatu yang baru. Namun, ada perbedaan besar antara terjebak dalam tren masa muda dan menemukan estetika yang menjadi ciri khas diri sendiri. (Dolly Parton adalah salah satu contoh yang tepat untuk kategori kedua).
Secara pribadi, saya merasa perdebatan seputar cat-eye liner dan “millennial cringe” sudah melelahkan. Meski tampilan ini mungkin terasa sedikit terlalu bold dan agak ketinggalan zaman untuk dikenakan sehari-hari, tidak ada yang cringe dari makeup klasik. Sebanyak apa pun TikTok yang dibuat Gen Z untuk mengatakan sebaliknya, lipstik merah dan cat-eye liner tidak akan pernah benar-benar ketinggalan zaman.
Namun, melihat Taylor yang baru menikah mencoba tampilan baru tentu menyenangkan, terlebih gaya tersebut menunjukkan keberaniannya keluar dari zona nyaman. Ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama para milenial yang kini berusia 30-an, bahwa mengikuti tren beauty masa kini juga bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tak ada salahnya memakai blush sedikit lebih banyak, membentuk alis dengan ujung yang sedikit lebih boxy, atau mengenakan highlighter yang begitu blinding seperti yang juga dipakai teman-teman Anda. Menyenangkan juga untuk kembali mengevaluasi produk dan rutinitas makeup yang selama ini dipertahankan sejak era statement necklace dan skull scarf. Bereksperimen dengan beauty adalah hal yang seru, dan dari sana, Anda mungkin justru menemukan tampilan baru yang lebih sesuai dengan diri sendiri.
Jadi, jika Anda mulai merasa ingin mencoba sesuatu yang berbeda, mungkin sudah waktunya mengikuti langkah Taylor dan meninggalkan cat-eye andalan. Namun, sedikit peringatan dari seseorang yang pernah melakukan hal serupa: bagi kita yang tidak memiliki glam team pribadi, kemampuan membuat cat-eye wing yang sempurna adalah keterampilan yang bisa hilang jika terlalu lama tidak digunakan.
BACA JUGA:
Evolusi Kecantikan Taylor Swift dari Berbagai Era
Evolusi Gaya Taylor Swift Selama Bertahun-Tahun
(Penulis: Jenna Rosenstein; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Kirana Anindya; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
