Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Manfaat Naik Turun Tangga 10 Menit untuk Tingkatkan Kebugaran

Tidak perlu pergi ke gym, aktivitas olahraga ini dapat dilakukan sehari-hari.

Manfaat Naik Turun Tangga 10 Menit untuk Tingkatkan Kebugaran
Courtesy of Unsplash/Gold's Gym Nepal

Mungkin Anda sudah sering mendengar anjuran untuk memilih tangga daripada lift. Naik turun tangga memang merupakan opsi yang jauh lebih sehat ketimbang menggunakan lift.

Selain memang menyehatkan, ada banyak manfaat baik yang bisa Anda dapatkan dari meluangkan waktu tambahan untuk menaiki beberapa anak tangga. Berbagai studi juga menunjukkan bahwa kebiasaan naik turun tangga dapat membantu memperpanjang umur dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Manfaat Naik Turun Tangga untuk Jantung, Otot, Tulang, dan Kebugaran

Naik Turun Tangga
Courtesy of Unsplash/Shot by Cerqueira

Jika kita perhatikan berbagai alat yang ada di tempat gym, kemungkinan besar Anda akan menemukan sebuah alat mesin seperti tangga. Kalaupun tidak, gerakan step-up yang menyerupai langkah menaiki tangga dapat dilakukan untuk melatih otot paha depan, hamstrings, dan glutes.

Biasanya gerakan ini diikuti dengan step-down yang lebih terkontrol sehingga menciptakan gerakan yang sama dengan naik turun tangga. Jika gerakan ini sudah terasa nyaman, Anda dapat memegang alat beban seperti dumbbell di kedua tangan guna meningkatkan intensitas olahraga.

Namun, Anda sebenarnya tidak perlu pergi ke gym untuk merasakan manfaat serupa. Cukup dengan memasukkan aktivitas menaiki tangga ataupun menggunakan tangga daripada lift ke dalam rutinitas harian, Anda sudah selangkah lebih maju dalam menjaga kebugaran tubuh.

Menurut sebuah studi pada tahun 2021, menaiki tangga memiliki berbagai manfaat, seperti profil lipoprotein yang lebih sehat, penurunan berat badan, tekanan darah yang lebih stabil, serta kebugaran aerobik yang lebih prima. Berikut ini beberapa manfaat utama yang dapat Anda rasakan dari naik turun tangga:

1. Kesehatan Kardiovaskular

Melawan gravitasi saat menaiki tangga memicu kerja jantung dan paru-paru secara signifikan, meningkatkan detak jantung, serta meningkatkan stamina secara keseluruhan.

2. Kekuatan Kaki dan Glutes

Setiap langkah vertikal akan memberikan kontraksi maksimal pada otot paha depan, hamstrings, otot betis, dan glutes, menjadikannya latihan pembentukan tubuh bagian bawah yang alami.

3. Kesehatan Tulang

Beban mekanis dari gerakan menaiki tangga merangsang kepadatan massa tulang, yang berperan penting dalam mencegah osteoporosis seiring bertambahnya usia.

4. Keseimbangan dan Koordinasi

Tangga dapat membantu meningkatkan konsentrasi spasial serta stabilitas sendi pergelangan kaki dan pinggul, sehingga secara otomatis melatih keseimbangan tubuh.

5. Menjaga Berat Badan

Membiasakan diri menggunakan tangga berkontribusi besar pada total pembakaran kalori harian di luar jam olahraga formal, sehingga membantu manajemen berat badan secara berkelanjutan.

Naik Tangga vs Jalan Kaki atau Jogging: Intensitas dan Dampaknya

Naik Turun Tangga
Courtesy of Unsplash/Joao Prates

Meskipun sama-sama termasuk olahraga kardio, naik tangga, jalan kaki, dan jogging memiliki beberapa karakteristik yang berbeda. Berikut ini perbandingannya:

1. Naik Tangga

Naik tangga berada di posisi yang unik karena memadukan elemen strength training sekaligus kardio. Dari segi intensitas, aktivitas ini tergolong sedang hingga tinggi karena tubuh harus melawan gravitasi secara vertikal, mendekati level pembakaran energi saat berlari.

Naik tangga juga mempekerjakan otot dengan sangat komprehensif, mulai dari paha depan, glutes, betis, hingga core. Dari sisi beban sendi, impact yang dirasakan tergolong sedang saat melangkah naik, tetapi bisa menjadi tinggi pada fase menuruni tangga akibat kompresi pada lutut.

2. Jalan Kaki Biasa

Jalan kaki di permukaan datar merupakan bentuk aktivitas fisik yang paling ramah untuk semua tingkat kebugaran. Intensitas kardionya berada di level ringan hingga sedang, sehingga sangat ideal sebagai fondasi awal membangun kebugaran.

Keterlibatan otot pada aktivitas jalan kaki biasa juga cenderung rendah dan terpusat pada area kaki bagian bawah. Keunggulan terbesar jalan kaki terletak pada beban sendinya yang sangat rendah, sehingga aman dilakukan setiap hari tanpa risiko cedera.

3. Jogging

Jogging dikenal sebagai salah satu olahraga kardio dengan tingkat intensitas cenderung tinggi yang mampu memacu detak jantung secara cepat. Keterlibatan ototnya sangat luas, menggerakkan kaki dan seluruh tubuh secara dinamis dalam tempo yang konsisten.

Namun, di balik efektivitas pembakarannya, jogging memberikan benturan horizontal yang konstan dan tinggi pada persendian, sehingga memerlukan alas kaki yang mendukung serta kondisi fisik yang prima.

Program Stair Climbing 10 Menit untuk Pemula

Naik Turun Tangga
Courtesy of Unsplash/René Ranisch

Melakukan olahraga naik turun tangga mungkin terasa melelahkan dan menguras tenaga jika langsung dilakukan tanpa persiapan. Agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik, mulailah dengan program singkat yang terstruktur secara perlahan. Berikut ini panduan program stair climbing selama 10 menit yang aman dan efektif untuk pemula: 

1. Pemanasan (2 Menit)

Lakukan jalan di tempat selama 1 menit, dilanjutkan dengan peregangan dinamis ringan seperti memutar pergelangan kaki, lutut, dan pinggul sebelum latihan inti.

2. Interval Pertama: Naik Turun Terkontrol (3 Menit)

Naiklah tangga dengan kecepatan stabil dan konsisten. Gunakan pegangan tangan jika diperlukan untuk menjaga keseimbangan. Setibanya di atas, turunlah secara perlahan dan terkontrol.

3. Pemulihan Aktif (1 Menit)

Berjalan santai di lantai datar atau berdiri sambil menarik napas dalam-dalam untuk menurunkan detak jantung secara bertahap.

4. Interval Kedua: Peningkatan Tempo (3 Menit)

Ulangi proses naik turun tangga dengan tempo sedikit lebih cepat. Fokuskan tenaga pada dorongan tumit serta keterlibatan otot paha dan bokong.

5. Pendinginan (1 Menit)

Lakukan peregangan statis ringan pada otot betis dan paha depan untuk meredakan ketegangan otot setelah latihan.

Teknik Aman untuk Lutut serta Siapa yang Perlu Berhati-hati

Naik Turun Tangga
Courtesy of Unsplash/Josh Duke

Sebagaimana aktivitas fisik lainnya, stairs climbing atau naik turun tangga pada umumnya memiliki risiko cedera jika tidak berhati-hati. Gerakan menaiki dan menuruni tangga memiliki karakteristik mekanis yang berbeda terhadap tubuh. Terapkan teknik berikut untuk melindungi lutut agar tetap aman dan terhindar dari rasa nyeri:

  • Letakkan seluruh bagian telapak kaki di atas anak tangga. Hindari hanya menumpukan berat badan pada ujung jari kaki.
  • Pertahankan posisi dada tetap terbuka dan pandangan ke depan, hindari membungkuk terlalu jauh ke depan.
  • Selalu manfaatkan pegangan tangan terutama jika Anda baru memulai atau merasa lelah ketika melakukan aktivitas ini.

Jika Anda memiliki riwayat cedera lutut, masalah vertigo, atau gangguan lutut maupun sendi lainnya, latihan ini harus dilakukan dengan penuh hati-hati. Tidak semua olahraga cocok untuk setiap tubuh. Untuk itu, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter atau ahli medis profesional sebelum menjadikan aktivitas ini sebagai rutinitas harian Anda.

(Edited by SW)