Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Hermès Menghadirkan Arceau Cheval Natté, Seni Berkuda dalam Balutan Sutra

Elegansi sutra bertemu dengan karakter equestrian khas Hermès.

Hermès Menghadirkan Arceau Cheval Natté, Seni Berkuda dalam Balutan Sutra
Foto: Courtesy of Hermès

Hermès memperluas interpretasi Arceau melalui Arceau Cheval Natté, kreasi yang mempertemukan savoir-faire kerajinan sutra dengan karakter equestrian khas sang label. Sejak diperkenalkan pada 1978 oleh Henri d’Origny, Arceau dikenal melalui desainnya yang sederhana dan elegan, sekaligus sentuhan berkuda yang menjadi identitasnya.

BACA JUGA: Cara Hermès Menelusuri Kembali Dunia Equestrian di Seoul

Bagi Hermès, setiap objek lahir dari tangan para artisan dan keahlian tanpa kompromi yang, dirancang untuk menemani keseharian dengan fungsi sekaligus sentuhan tak terduga. Kali ini, karakter tersebut diterjemahkan melalui motif kepala kuda karya desainer Tong Ren yang sebelumnya dirancang untuk aksesori rumah. Motif tersebut kemudian dihadirkan dalam interpretasi yang lebih dimensional, memperlihatkan bagaimana Hermès menerjemahkan sebuah desain lintas medium tanpa kehilangan karakter aslinya.

Foto: Courtesy of Hermès


Pada dial, motif tersebut hadir melalui garis-garis geometris dan warna-warna vivid. Hampir 400 benang sutra ditempatkan satu per satu secara presisi untuk membentuk kepala kuda, yang kemudian sukses menciptakan tekstur, kedalaman, dan efek relief yang terasa semakin hidup ketika terkena cahaya. Teknik silk thread marquetry ini kemudian dipadukan dengan 123 berlian dan ukiran champlevé yang mempertegas detail komposisinya.

Arceau Cheval Natté hadir dalam dua interpretasi dengan karakter berbeda. Versi pertama mempertahankan energi desain asli Tong Ren melalui perpaduan warna-warna cerah yang terasa ringan dan ekspresif. Sementara itu, versi kedua menghadirkan pendekatan yang lebih dramatis dengan dominasi hitam, merah, dan cokelat. Keduanya dibingkai case berwarna rose gold dengan diameter 38 mm yang memberikan kontras hangat terhadap dial, dilengkapi bezel bertatahkan 70 berlian, dan crown rose gold dengan satu berlian sebagai aksen akhir.

Foto: Courtesy of Hermès

Di balik tampilannya, jam ini ditenagai mesin self-winding Manufacture Hermès H1912 buatan Swiss dengan cadangan daya 50 jam dan frekuensi 28.800 getaran per jam. Mesin terlihat melalui bagian belakang case safir, lengkap dengan motif khas “sprinkling of Hs”. Arceau Cheval Natté dilengkapi tali alligator dan hadir dalam edisi terbatas, masing-masing hanya 24 buah untuk setiap versi.

BACA JUGA: 

Arti Simbol Kuda dan Estetika Equestrian dalam Dunia Mode

Hermes Rayakan Theme Year 2025 "Drawn to Craft" dengan Nuansa Artistik di Paris

(Penulis: Kirana Anindya; Edited by JM)