Sulit rasanya ketika membicarakan Hermès tanpa mengaitkannya dengan dunia perkudaan.
BACA JUGA: Hermes Rayakan Theme Year 2025 "Drawn to Craft" dengan Nuansa Artistik di Paris
Jauh sebelum dikenal melalui tas, scarf, atau berbagai objek yang kini identik dengan rumah mode Prancis tersebut, Hermès berawal dari dunia equestrian. Menariknya, lebih dari satu abad kemudian, hubungan tersebut masih terus muncul dalam berbagai bentuk. Kadang melalui detail kecil pada sebuah objek, kadang melalui motif, dan kali ini melalui sebuah permainan interaktif yang berlangsung di Seoul.
Bertajuk Mystery at the Grooms’, pengalaman yang digelar di Dongdaemun Design Plaza (DDP) pada 6 hingga 16 Juni 2026 ini mengajak pengunjung memasuki sebuah rumah misterius yang dihuni para grooms, sosok yang secara tradisional bertugas merawat kuda dan memiliki posisi penting dalam sejarah Hermès.
Cerita dimulai ketika sekawanan kuda tiba-tiba menghilang. Para tamu kemudian diminta mengikuti jejak-jejak yang tersebar di berbagai ruangan untuk menemukan keberadaan mereka sebelum waktu habis.
Di balik permainan tersebut, Hermès sesungguhnya sedang memperlihatkan bagaimana dunia equestrian terus menjadi sumber inspirasi bagi enam belas métiers yang dimilikinya.
Tas Sabot Picnic misalnya, mengambil inspirasi dari bentuk tapal kuda. Dari dunia silk hadir scarf Rocabar de Rire dengan ilustrasi kuda yang playful, sementara pada kategori footwear terdapat desain yang meninggalkan jejak menyerupai tapal kuda. Beberapa kreasi arsip juga turut ditampilkan, termasuk Kelly Rocking Horse yang menjadi salah satu objek paling menarik dalam pengalaman ini.
Seluruhnya ditempatkan dalam sebuah set teatrikal yang membawa pengunjung berpindah dari satu ruang ke ruang lain. Mulai dari pantry yang dipenuhi bale-bale jerami hingga dormitory tempat para kuda bersembunyi di antara berbagai objek Hermès.
Yang menarik, Hermès tidak menghadirkan warisan tersebut dalam bentuk yang terasa nostalgia atau museum-like. Sebaliknya, pengunjung diajak untuk berinteraksi, mengamati detail, dan menemukan sendiri hubungan antara berbagai objek dengan dunia equestrian yang menjadi fondasi rumah mode ini.
Melalui Mystery at the Grooms’, Hermès menunjukkan bahwa sebuah heritage tidak selalu harus diceritakan melalui arsip. Kadang ia hadir dalam bentuk yang lebih ringan, lebih playful, namun tetap mampu memperlihatkan benang merah yang menghubungkan masa lalu dan masa kini.
BACA JUGA:
Hermès Menunjuk Grace Wales Bonner sebagai Creative Director untuk Lini Menswear
12 Parfum Wanita yang Meninggalkan Jejak dengan Aroma Tahan Lama
(Penulis: Devon Satrio)
