Chanel kembali menghadirkan interpretasi baru untuk salah satu ikon parfumnya lewat film kampanye terkini, Coco Mademoiselle Crush Absolu. Bukan sekadar iklan parfum, film ini terasa seperti puisi visual yang mengisahkan tentang seorang perempuan yang melepaskan diri dari kemapanan kota Paris dan menemukan dirinya sendiri lewat gerak yang spontan dan tak terduga.
Film ini berlatar di Paris yang begitu klasik dan sinematik, lengkap dengan arsitektur Haussmannian yang megah, jalanan berbatu yang berkilau disinari lampu temaram, kota yang terjebak antara kerinduan pada masa lalu dan rasa penasaran pada masa depan. Namun di tengah keteraturan itu, ada satu sosok yang menolak untuk mengikuti aturan.
BACA JUGA: Chanel Coco Mademoiselle: Wewangian Mewah Berwujud Perhiasan
Bercerita tentang seorang perempuan berambut pendek, berbusana putih sederhana, dengan tatapan yang penuh keberanian, ia berlari menembus kota tanpa peta maupun rencana. Bukan karena tersesat, tapi karena baginya jalan bukan sesuatu yang harus diikuti, melainkan yang diciptakan sendiri, satu langkah demi satu langkah. Ia tidak belajar dari pengalaman orang lain, ia belajar sendiri untuk melompat, mencoba, dan entah bagaimana selalu berhasil mendarat dengan sempurna.
Ketika kota mencoba menariknya kembali ke aturan lama, ia justru masuk ke tempat yang paling tidak terduga, sebuah kafe kecil bergaya Art Deco lengkap dengan garis hitam putih yang tegas namun elegan yang menjadi cerminan sempurna dari karakter Coco Mademoiselle sendiri, sederhana tapi penuh kontras.
Begitu ia melangkah masuk, suasana kafe berubah total. Satu hentakan sepatu, satu tepuk tangan, dan tiba-tiba seluruh ruangan ikut bergerak. Tak ada yang bisa menjelaskan dengan pasti apa yang membuat semua orang begitu terpikat: apakah wanginya, energinya, atau sesuatu yang lebih sulit dijabarkan dengan kata.
Coco Mademoiselle Crush Absolu mengalirkan ritme ke setiap sudut ruangan, hingga tak ada yang mampu menahan diri untuk ikut larut dalam euforia yang ia ciptakan. Pada momen itulah formula yang selama ini dicari akhirnya ditemukan, aroma yang pekat, memikat, dan tak terlupakan, sebagaimana Coco Mademoiselle Crush Absolu hadir sebagai parfum baru yang merepresentasikan kebebasan dan keberanian.
BACA JUGA:
Chanel Extrait Parfum 1957: Aroma Elegan yang Jadi Kenangan Gabrielle Chanel di Amerika
Aksesori Favorit Jennie Blackpink: Chanel Coco Crush
(Penulis: Graceilla Alexandra; Edited by JM; Foto: Courtesy of Chanel)
