Penuaan kulit merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari. Garis halus yang mulai terlihat, berkurangnya elastisitas, hingga rona wajah yang tampak kusam menjadi beberapa tanda awal yang kerap muncul seiring bertambahnya usia. Namun, perubahan tersebut tidak semata-mata merupakan konsekuensi waktu. Gaya hidup, paparan lingkungan, hingga kebiasaan merawat kulit sehari-hari turut berperan besar dalam menentukan seberapa cepat tanda-tanda penuaan berkembang.
BACA JUGA: Mengenal Tes DNA dan Perannya dalam Kesehatan Modern
Berangkat dari pemahaman tersebut, Clé de Peau Beauté menghadirkan pendekatan yang berbeda melalui Restorative Cream Supreme. Rumah kecantikan asal Jepang ini mengalihkan fokusnya dari sekadar mengatasi tanda-tanda penuaan menuju akar penyebab proses penuaan kulit. Inovasi yang lahir lebih dari dua dekade penelitian ilmiah ini sekaligus menandai babak baru dalam pendekatan regenerasi kulit berbasis sains.
Untuk menjawabnya dan memperkaya perspektif mengenai korelasi antara riset ilmiah yang mengubah cara pandang terhadap proses penuaan kulit, Harper's Bazaar Indonesia berkesempatan untuk berbincang secara eksklusif dengan dr. Kiyoshi Sato, yang menjabat sebagai Chief Technology Officer dari Clé de Peau Beauté Laboratory yang belum lama ini juga berkunjung ke Jakarta untuk merayakan peluncuran istimewa ini.
Babak Baru dalam Memahami Penuaan Kulit
Menurut dr. Kiyoshi, inspirasi di balik Restorative Cream Supreme lahir dari semakin kaburnya batas antara dunia kosmetik dan medis. Jika dahulu penuaan hanya menjadi perhatian industri kecantikan, kini proses tersebut juga menjadi salah satu fokus utama penelitian medis. Berbagai temuan ilmiah mengenai mekanisme penuaan kemudian menjadi landasan bagi Clé de Peau Beauté untuk mengembangkan inovasi skincare dengan mencari akar penyebab dari seluruh masalah tersebut.
Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang berfokus pada setiap masalah kulit secara terpisah, dr. Kiyoshi Sato bersama tim Clé de Peau Beauté melalui rangkaian penelitian ilmiah yang berupaya memahami mekanisme dari proses penuaan kulit.
“Kami menemukan bahwa bahwa sel-sel yang mengalami penuaan (aging cells) berkaitan dengan berbagai persoalan kulit,” cerita sang ahli kepada Bazaar.
“Dengan menargetkan akar penyebab tersebut, kami berharap berbagai masalah kulit dapat diatasi secara lebih menyeluruh karena semuanya saling berkaitan,” tambah dr. Kiyoshi.
Melalui kesadaran akan akar permasalahan tersebut, formulasi Restorative Cream Supreme dirancang untuk membantu mengatasi berbagai tanda penuaan kulit secara menyeluruh, mulai dari noda hitam dan kerutan hingga perubahan kulit yang berkembang seiring waktu.
Di Balik Formula Restorative Cream Supreme
Dr. Kiyoshi Sato mengungkapkan bahwa fondasi utama inovasi ini terletak pada Future Sculpt Technology II, teknologi terbaru yang merupakan evolusi dari riset Golden Botanical Concentrate.
“Melalui penambahan Coriander Fruit Extract ke dalam formula ekstrak orisinal, Clé de Peau Beauté mengembangkan Golden Botanical Concentrate yang kemudian menjadi dasar lahirnya Future Sculpt Technology II. Teknologi ini menghadirkan pendekatan baru melalui cellular senolytics sebagai teknologi yang mendukung proses regenerasi alami kulit dari waktu ke waktu,” jelasnya.
Selain itu bagi Clé de Peau Beauté, kemewahan dalam skincare tidak hanya ditentukan oleh efektivitas formula, tetapi juga pada pengalaman saat menggunakannya.
Setiap produk dikembangkan melalui proses master craftsmanship yang memadukan penelitian ilmiah dengan pengalaman sensorial yang dirancang secara khusus. Restorative Cream Supreme memiliki tekstur formula yang terinspirasi dari konsep water balloon. Teksturnya terasa kaya saat pertama diaplikasikan, lalu bertransformasi menjadi lapisan lembut dan ringan ketika diratakan di atas kulit. Butiran formula akan pecah dan melebur menjadi lapisan halus dengan hasil akhir dewy yang menyatu sempurna, menghadirkan sensasi penggunaan yang mewah sekaligus nyaman.
Mengapa Targeted Skincare Saja Tidak Cukup?
Masih banyak konsumen yang menganggap satu produk dengan manfaat spesifik sudah cukup untuk mengatasi seluruh kebutuhan kulit. Padahal, menurut dr. Kiyoshi, targeted skincare hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan rutinitas perawatan kulit. Fondasi utamanya tetap terletak pada kebiasaan merawat kulit setiap hari agar kondisi dasar kulit tetap sehat.
Hal ini menjadi semakin penting karena perawatan untuk mencerahkan kulit maupun anti-aging pada dasarnya berangkat dari akar penyebab yang sama.
“Ketika daya tahan alami kulit terjaga, kulit akan mampu merespons targeted skincare secara lebih optimal, sehingga berbagai permasalahan seperti noda hitam dan kerutan dapat ditangani dengan hasil yang lebih maksimal,” tambah dr. Kiyoshi.
Langkah Perawatan yang Tidak Boleh Dilewatkan
Selain menggunakan Restorative Cream Supreme untuk membantu mendukung regenerasi kulit, dr. Kiyoshi meyakini bahwa langkah perawatan kulit yang paling penting tetap dimulai dari perlindungan terhadap sinar UV setiap hari. Menurutnya, sebagian besar tanda penuaan kulit dipicu oleh paparan sinar ultraviolet, sehingga penggunaan tabir surya menjadi fondasi utama untuk membantu mencegah hiperpigmentasi, kerutan, dan berbagai perubahan kulit lainnya. Setelah perlindungan UV menjadi bagian dari rutinitas harian, barulah perawatan dapat dilengkapi dengan targeted skincare sesuai kebutuhan kulit agar hasilnya bekerja lebih optimal.
Skin Longevity vs. Anti-Aging, Apa Bedanya?
Menilik konsep skin longevity yang belakangan juga semakin banyak diperbincangkan dalam dunia kecantikan, konsep tersebut berfokus pada menjaga kesehatan sel dan fungsi biologis kulit untuk meregenerasi sel.
Menurut dr. Kiyoshi, konsep ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan anti-aging apabila dilihat melalui perspektif ilmiah.
“Skin longevity dan anti-aging pada dasarnya merupakan istilah konseptual. Dari sudut pandang penelitian ilmiah, pendekatan terhadap proses penuaan tidak memiliki perbedaan yang signifikan," jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Kiyoshi menjelaskan bahwa filosofi utama Clé de Peau Beauté adalah membantu kulit beralih dari kondisi yang dipengaruhi proses penuaan menuju kondisi yang lebih sehat, seimbang, dan optimal. Dengan kata lain, ia berupaya merawat serta memperkuat vitalitas dasar kulit sebagai fondasi utama kesehatan kulit jangka panjang.
BACA JUGA:
Apa Itu PDRN? Ini Tren K-Beauty yang dapat Bantu Anda Meraih Tampilan Glass Skin
10 Contoh Skin Barrier Rusak yang Wajib Anda Sadari
(Penulis: Kirana Anindya ; Edited by JM)
