Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Semua yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menonton The Odyssey

Panduan lengkap untuk siapapun yang belum pernah atau tidak ingin membaca puisi epik Homer.

Semua yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menonton The Odyssey
Foto: Courtesy of Bazaar US

Mungkin ada salinan The Odyssey di rak buku Anda suatu tempat, penuh debu. Mungkin sudah penuh coretan dari masa kuliah, atau tergeletak setengah terbaca dengan halaman terlipat. Bahkan kalau pun Anda pernah membacanya, epos kuno Homer ini begitu padat dengan tokoh dan cerita dari mitologi Yunani, semuanya mengorbit sang pahlawan Odysseus dalam perjalanannya pulang ke istri tercintanya Penelope setelah Perang Troya, sehingga Anda mungkin sudah lupa sebagian besar detailnya.

BACA JUGA: Kenali Para Pemeran Epik The Odyssey

Christopher Nolan telah mengambil tantangan untuk menerjemahkan kisah kolosal ini menjadi sebuah epik sinematik berdurasi tiga jam. Kalau ada orang yang bisa melakukannya, memang dialah orangnya. The Odyssey tayang di bioskop mulai 17 Juli, dengan Matt Damon sebagai Odysseus dalam perjalanannya kembali kepada sang putra Telemachus (Tom Holland) dan Penelope (Anne Hathaway). Nolan menghadapi tantangan yang tidak mudah: memadatkan semua detail dari cerita aslinya sekaligus membuatnya tetap mudah dicerna oleh penonton yang belum familiar dengan sumbernya. Itulah mengapa kami merangkum semua detail penting tentang kisah ini sebelum filmnya tayang.

The Odyssey sudah hampir 3.000 tahun, jadi kalau Anda masih butuh peringatan spoiler, itu masalah lain. Tapi tetap saja, spoiler alert!

Kenapa Odysseus Pergi dari Rumah?

Odysseus pertama kali meninggalkan Ithaca ketika bangsa Achaea (yang kini dikenal sebagai Yunani) melancarkan perang melawan Troya (di wilayah Turki saat ini). Semuanya bermula ketika Paris, pangeran Troya, menculik Helen, istri Menelaus (Jon Bernthal) dan perempuan paling cantik di dunia. Saudara Menelaus, Agamemnon (dimainkan oleh Benny Safdie), memanggil para jenderalnya untuk menyerang Troya, termasuk Odysseus. Konflik itu memicu perang selama 10 tahun. Tapi pertanyaan yang sesungguhnya: apakah Helen benar-benar diculik, atau ia pergi atas kemauannya sendiri? Bagaimanapun, "penculikan" itulah yang menyebabkan begitu banyak korban jiwa dan pengasingan Odysseus.

Siapa Agamemnon dan Menelaus?

Agamemnon dan Menelaus adalah dua bersaudara yang keduanya adalah raja. Agamemnon adalah raja Mycenae dan suami Clytemnestra, sementara Menelaus adalah raja Sparta dan suami Helen yang merupakan saudari tiri Clytemnestra. Dalam film ini, keduanya diperankan oleh Lupita Nyong'o. Agamemnon dikenal sebagai pemimpin yang ambisius dan brutal, bahkan rela mengorbankan putrinya sendiri Iphigenia demi kemenangan dalam Perang Troya. Ketika perang usai, Menelaus pulang ke rumah dengan bahagia bersama Helen. Agamemnon? Disambut Clytemnestra dengan cara yang sedikit berbeda: dengan sebilah pisau tajam. Cukup bisa dimengerti, mengingat ia yang membunuh putri mereka.

Kenapa Kuda Troya Begitu Penting?

Kebanyakan orang pasti pernah mendengar istilah "kuda Troya", meski hanya dalam percakapan sehari-hari. Tapi mungkin tidak banyak yang tahu bahwa istilah itu berasal dari The Odyssey.

Setelah satu dekade bertempur di luar tembok Troya, Odysseus merancang sebuah rencana untuk menyelinap masuk ke dalam kerajaan yang tak tertembus itu. Idenya: bagaimana kalau kita menyembunyikan pasukan kecil di dalam kuda kayu raksasa dan meninggalkannya untuk bangsa Troya? Jenius bukan?

Ini hanya bisa berhasil jika kita mempertimbangkan nilai xenia atau keramahan dalam budaya Yunani. Pada masa itu, hukum Yunani mengharuskan setiap orang menyambut orang asing dengan keramahan. Seorang prajurit setia bernama Sinon (diperankan oleh Elliot Page) membawa kuda itu ke bangsa Troya dan mengatakan bahwa itu adalah persembahan untuk Athena (Zendaya). Bangsa Troya pun membawa kuda itu masuk, dan sisanya sudah menjadi sejarah. Tapi ini juga berarti Odysseus mengkhianati satu-satunya hukum bersama yang menjaga peradaban: keramahan xenia. Keputusan itu terus menghantui sang pahlawan, khususnya dalam film Nolan ini.

Tunggu, Siapa Calypso dan Apa yang Sedang Dilakukan Odysseus di Pulau Itu Bersamanya?

Odysseus tersesat selama 10 tahun setelah perang, tapi bukan hanya di lautan. Selama tujuh tahun, sang pahlawan terjebak di pulau Ogygia oleh dewi abadi Calypso (Charlize Theron). Setelah Poseidon menghancurkan awaknya, Odysseus terdampar di pulau itu. Calypso menemukannya, jatuh cinta, lalu menahannya dengan harapan bisa membujuknya untuk menjadi abadi dan tinggal bersamanya. Dalam puisi epiknya, Athena memohon kepada Zeus untuk membantu Odysseus. Zeus setuju. Calypso pun terkenal mengkritik Zeus karena tidur dengan manusia namun mencela ia yang melakukan hal yang sama.

Siapa Telemachus dan Apa Itu Telemachy?

Empat buku pertama The Odyssey mengikuti Telemachus, putra Odysseus, dalam pencariannya menemukan sang ayah. Telemachus sangat putus asa mencari informasi, sementara Ithaca semakin dikuasai oleh para peminang rakus yang berusaha meyakinkan Penelope untuk menikahi salah satu dari mereka. Telemachus berlayar melintasi lautan, bahkan singgah untuk berbicara dengan Menelaus. Tanpa bagian ini, Telemachus mungkin tetap menjadi anak kecil yang tak berdaya, tapi di sini kita menyaksikan ia tumbuh menjadi seorang pria.

Siapa Para Peminang Itu?

Oh iya, para peminang. Penelope ditinggalkan sendirian di atas takhta selama 10 tahun Odysseus berperang di Troya, ditambah 10 tahun berikutnya saat ia mencoba menemukan jalan pulang. Dalam rentang waktu itu, istana Ithaca diserbu oleh 108 peminang yang berebut tangan sang ratu. Singkatnya: kita membenci orang-orang ini, terutama satu dalang licik bernama Antinous (Robert Pattinson dalam film ini). Mereka menghabiskan hari-hari mereka dengan menguras persediaan kerajaan dan merencanakan pembunuhan Telemachus. Tapi tidak satu pun dari mereka yang bisa merentangkan busur seperti Odysseus.

Bisakah Seseorang Menjelaskan Soal Cyclops?

Ia punya nama: Polyphemus, putra dewa laut Poseidon. Ia sebenarnya salah satu dari banyak Cyclops, ras makhluk raksasa bermata satu. Salah satu pemberhentian pertama Odysseus setelah Troya adalah pulau Polyphemus. Di sinilah seharusnya ia menyadari bahwa ia mungkin tidak akan pernah pulang. Polyphemus awalnya menyambut para pria, tapi kemudian mulai memakan mereka sebelum mengurung mereka di dalam gua. Odysseus berhasil mengelabui Cyclops ini, tapi tetap mengejeknya setelahnya, sebuah tindakan hubris yang membuat segalanya dari buruk menjadi jauh lebih buruk.

Kenapa Poseidon Begitu Marah?

Anda pun akan marah kalau seseorang membutakan putra Anda. Poseidon adalah salah satu rintangan terbesar dalam The Odyssey karena sang pahlawan harus menyeberangi lautan. Lautan sangat tidak ramah kepada Odysseus dan awaknya, memaksa mereka keluar jalur dan menghadapi hal-hal terburuk yang bisa dibayangkan.

Apa yang Terjadi dengan Para Prajurit Raksasa Itu?

Poseidon juga punya putra raksasa lain, Laestrygon. Keturunannya dikenal sebagai Laestrygonian. Odysseus dan awaknya bertemu dengan ras raksasa ini, yang menyambut mereka dengan kekerasan, melempar batu ke kapal mereka dan memakan beberapa prajurit. Dunia yang kejam, tapi sekali lagi, jangan membuat marah dewa laut ketika Anda sedang melintasi lautannya.

Siapa Circe dan Kenapa Ia Bisa Melakukan... Itu?

Circe menawarkan kenyamanan dengan harga tertentu. Di tengah lautan terbuka, Odysseus dan awaknya nyaris tidak punya kenyamanan, jadi ketika mereka menemukan sebuah pondok hangat di sebuah pulau, mudah dipahami mengapa mereka ingin tinggal sebentar. Circe sangat tidak ingin mereka pergi, dan keramahannya bahkan menunda perjalanan Odysseus selama satu tahun penuh. Hanya Hermes, sang dewa utusan, yang akhirnya membuat mereka pergi. Sebagai nymph atau dewi yang memiliki kekuatan magis, ia mengubah sebagian awak Odysseus menjadi babi, mungkin adegan paling mengganggu dalam film Nolan ini.

Kenapa Mereka Tidak Boleh Memakan Sapi-Sapi Itu?

Odysseus dan awaknya mendarat di sebuah pulau bernama Thrinacia, tempat tinggal ternak milik Helios. Lebih awal dalam kisah ini, Odysseus mendengar dari nabi Tiresias bahwa apapun yang terjadi, mereka tidak boleh memakan ternak itu. Para awak, seperti gerombolan yang kelaparan, memutuskan untuk mencoba nasib daripada kelaparan. Hasilnya: Zeus murka, dan Zeus mengendalikan hampir segalanya, terutama badai. Inilah saat "murka dewa" benar-benar menampakkan dirinya.

Ada Pusaran Air di Tengah Lautan? Dan Monster Berkepala Enam di Sebelahnya?

Pusaran air yang dihadapi Odysseus dan awaknya bukan sekadar fenomena alam biasa, ia adalah monster laut sungguhan bernama Charybdis, makhluk raksasa yang tampaknya menelan air laut dan memaksa kapal-kapal menghindarinya ke kanal terdekat. Tapi di sana ada hal lain yang tak kalah buruk: Scylla, monster berkepala enam yang memakan banyak awak Odysseus. Ungkapan "antara Scylla dan Charybdis" adalah versi asli dari "antara batu dan tempat keras". Setelah membaca atau menonton kisah ini, Anda mungkin tidak akan pernah mau naik kapal lagi.

Kenapa Athena Begitu Penting?

Tanpa Athena, Odysseus sudah lama binasa. Dewi kebijaksanaan dan perang ini punya ketertarikan tersendiri pada sang pahlawan perang yang cerdik. Ia sering turun tangan, membantu menyelamatkan Odysseus dari kapal karam, mendampinginya dalam pertarungan melawan para peminang, dan memohon kepada Zeus untuk mengirim Hermes menyelamatkan Odysseus dari Calypso. Ia bahkan membantu Telemachus melakukan perjalanannya. Dan ketika Odysseus akhirnya tiba di Ithaca, Athena menyamarkan penampilannya agar ia bisa bersembunyi dari para peminang. Apa yang akan ia lakukan tanpanya?

BACA JUGA: 

Inilah Semua Tampilan Zendaya di Press Tour The Odyssey

Anne Hathaway Tampil Memesona dalam Minidress Blumarine yang Memukau untuk Promosi The Odyssey

(Penulis: Maxwell Rabb; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Elaine Mary; Foto: Courtesy of Bazaar US)