Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Cure Bali Hadir Membawa Michelin Star di Canggu

Fine dining tepi laut di restoran berbintang Michelin kini hadir di Canggu. Seperti apa pengalaman yang ditawarkan Cure Bali?

Cure Bali Hadir Membawa Michelin Star di Canggu
Foto: Courtesy of Regent Bali Canggu

Canggu kembali kedatangan destinasi bersantap yang layak masuk daftar wajib kunjung. Cure Bali resmi hadir di Regent Bali Canggu, menghadirkan pengalaman bersantap tepi laut yang lahir dari chef berbintang Michelin, Andrew Walsh.

Bagi Andrew, Cure Bali bukan sekadar pembukaan restoran baru, melainkan babak lanjutan dari perjalanan kuliner yang bermula di Singapura. Di sanalah konsep asli Cure pertama kali meraih bintang Michelin pada 2021 dan masuk dalam daftar The World's 50 Best Discovery.

Foto: Courtesy of Regent Bali Canggu
Andrew Walsh dan Arvin Tjandra

BACA JUGA: 8 Hal Menarik Tentang Regent Bali Canggu

"Membuka Cure di Bali terasa seperti kelanjutan yang alami. Pulau ini membawa energi luar biasa, budaya hospitality yang mendalam, serta bahan baku yang istimewa," ujar Andrew, sang Concept Founder. Cure Bali merefleksikan konsep tersebut dengan menggabungkan teknik modern Eropa dan cita rasa Asia untuk merangkul identitas Bali.

Di tengah pengalaman ini terdapat Cure Dining Room, ruang makan intim yang menghadap langsung ke laut. Menu fusion Eropa dan Asia ini menggunakan teknik curing sebagai fondasi pada setiap hidangan, sehingga menghadirkan lapisan rasa yang tidak berhenti pada gigitan pertama. Dua menu yang layak dicoba adalah Giant River Prawn yang dipanggang di atas bara arang serta Hokkaido Scallop yang hadir dalam versi terbaru.

Foto: Courtesy of Regent Bali Canggu

Bersebelahan dengan ruang makan utama, Bar Nua menawarkan pengalaman yang lebih intim. Namanya diambil dari bahasa Irlandia yang berarti "baru", sejalan dengan konsep yang diusungnya. Bar ini menyajikan koktail klasik yang dihidupkan kembali melalui sentuhan teknik kuliner modern, pengaruh Asia, serta bahan-bahan lokal. Dengan latar laut Canggu, Bar Nua menjadi ruang santai yang ideal untuk menikmati percakapan panjang dari senja hingga tengah malam.

Foto: Courtesy of Regent Bali Canggu

Bagi Anda yang menginginkan pengalaman lebih personal, The Curing Room akan segera hadir. Meja bar terbuka berkapasitas 12 kursi ini dirancang dengan dapur terbuka, sehingga para tamu dapat menyaksikan langsung proses di balik tasting journey yang dikurasi secara khusus. The Curing Room dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2026.

Foto: Courtesy of Regent Bali Canggu

Di balik dapur, Arvin Tjandra, memegang peran sebagai Chef de Cuisine yang mengelola operasional harian. Ia bekerja berdampingan dengan Andrew untuk membangun hubungan dengan para produsen lokal.

Secara visual, Cure Bali tampil dengan estetika yang bersih dan sederhana. Garis-garis desainnya tegas dengan pencahayaan yang terfokus, sehingga hidangan serta panorama garis pantai Canggu menjadi pusat perhatian.

Foto: Courtesy of Regent Bali Canggu

Menutup pekan, Cure Bali juga menghadirkan Sunday Roast dengan konsep sharing yang mulai tersedia sejak pertengahan bulan lalu. Sunday Roast ini menjadi pilihan tepat untuk santap malam yang intim maupun perayaan bersama orang-orang terdekat. Kunjungi situs resminya untuk melakukan reservasi.

BACA JUGA: 

12 Hotel Termahal di Indonesia yang Tawarkan Kemewahan dan Layanan Kelas Dunia
25 Oleh-Oleh Khas Bali yang Wajib Dibawa Pulang untuk Kenangan Manis Liburan

(Penulis: Elaine Mary; Edited by SS; Foto: Courtesy of Regent Bali Canggu)