D’Orsay resmi merilis Love After Rain, parfum eksklusif untuk Asia yang terinspirasi dari keheningan setelah hujan. Saat cahaya kembali muncul, hadir nuansa romantis dan optimistis yang tertuang dalam setiap aromanya.
BACA JUGA: Parfum Apa yang Dipakai Hailey Bieber? Kami Sudah Menemukannya
Untuk merayakan peluncuran parfum ini, Bazaar juga berbincang dengan Amélie Huynh, co-founder d’Orsay, tentang perjalanannya mengambil alih merek parfum yang sudah berdiri selama 200 tahun ini.
Terlahir dari kisah cinta antara Alfred d'Orsay dan Marguerite de Blessington, parfum pertama yang didedikasikan untuk sepasang kekasih diciptakan oleh Alfred d'Orsay. Narasi romantis inilah yang kemudian menjadi esensi utama d'Orsay sebagai rumah parfum mewah.
Sebagai perfume house yang berakar pada cinta, Amélie Huynh mengungkapkan bahwa d'Orsay lahir dari detak jantung (heartbeat). "Karena DNA kami lahir dari detak jantung, segala sesuatu yang kami lakukan hari ini selalu diisi oleh rasa cinta," ujarnya. "Kami ingin para pencinta parfum merasakan emosi yang mendalam. Secara keseluruhan, ini adalah sebuah penghormatan bagi kisah cinta abadi antara Alfred dan Marguerite."
Nuansa romansa tersebut kini hadir dalam Love After Rain, parfum yang mengusung tema budding love serta keindahan alam yang kembali tersingkap setelah hujan reda. Narasi ini diterjemahkan melalui komposisi aromanya, yang dibuka dengan perpaduan pir dan iris aldehyde yang segar dan juicy. Pada heart notes, lily of the valley dan buttery iris powdery dan musky berpadu dengan ambrette, sebelum akhirnya berlabuh pada aroma moss accord, vibrant woods, dan tonka bean sebagai base notes.
"Melalui parfum ini, kami ingin mengungkapkan kisah cinta dan emosi melalui setiap lapisan aromanya," ujar sang co-founder.
Berakar dan berbasis di Prancis, d'Orsay terus menjaga warisan craftsmanship yang telah menjadi bagian dari identitasnya sejak awal. Seluruh elemen, mulai dari botol, kemasan, hingga material kaca, diproduksi di Prancis sebagai bentuk penghormatan terhadap keahlian para perajin lokal. "Bagi kami, penting untuk terus membawa semangat craftsmanship Prancis dan perhatian pada setiap detail," tutur Amélie Huynh.
Sebagai bagian dari peluncuran Love After Rain, d'Orsay membawa sentuhan Prancis ke Indonesia melalui instalasi imersif di Plaza Indonesia. Lebih dari sekadar menampilkan aroma terbarunya, instalasi ini mengajak pengunjung menyelami proses kreatif di balik penciptaan Love After Rain, mulai dari inspirasi hingga komposisi yang membentuk karakternya.
Diciptakan oleh perfumer Fanny Bal, Love After Rain menghadirkan sensasi yang intim sekaligus menenangkan. "Keharumannya menyelimuti kulit dengan sentuhan yang terasa begitu intim, layaknya sebuah kehadiran yang menghadirkan ketenangan mendalam," jelasnya.
Memasuki babak berikutnya, Amélie Huynh menegaskan bahwa cinta dan koneksi antarmanusia akan selalu menjadi inti dari d'Orsay. "Kami ingin menyebarkan cinta kepada lebih banyak orang. Bagi kami, d'Orsay selalu tentang emosi, keindahan, dan craftsmanship, sekaligus tentang membangun koneksi dengan diri sendiri. Kami berharap setiap orang dapat menemukan hubungan yang personal dengan parfum mereka, lalu meneruskan cinta itu kepada orang-orang di sekitarnya," tutup Amélie Huynh.
BACA JUGA:
5 Parfum Bernuansa Floral yang Sempurna untuk Musim Semi Ini
Pergeseran Tren di Dunia Parfum yang Layak untuk Anda Ketahui
