Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Max Mara Gelar Pameran dan Resort 2027 Show untuk Perayaan 75 Tahunnya

Terbang langsung ke Shanghai, Bazaar menyaksikan bagaimana Max Mara merayakan ulang tahun ke-75 melalui ekshibisi The Max! di Long Museum dan presentasi koleksi Resort 2027 yang mengusung tema Kinetic Chic.

Max Mara Gelar Pameran dan Resort 2027 Show untuk Perayaan 75 Tahunnya

PERDANA DI KOTA SHANGHAI

Ini memang bukan pertama kalinya Max Mara “berkunjung” ke dataran Tiongkok, namun ini tetap kali pertamanya menggelar agenda mode di kota Shanghai. Ada alasan mengapa Max Mara memilih Shanghai sebagai panggung perayaan ulang tahunnya yang ke-75. Kota yang bergerak tanpa henti itu menjadi simbol sempurna bagi rumah mode Italia tersebut untuk menegaskan satu pesan, yakni warisan bukan untuk dikenang semata, melainkan untuk terus dihidupkan.

Max Mara 75th Anniversary Shanghai
Salah Satu Ruangan Cermin di Pameran The Max!

Untuk merayakan hari jadinya yang menyentuh tiga perempat abad, Bazaar berkesempatan terbang langsung ke Shanghai untuk menyaksikan dua momen penting dalam sejarah Max Mara: pembukaan pameran arsip The Max! dan presentasi koleksi Resort 2027 bertajuk Kinetic Chic. Keduanya berlangsung di Long Museum, sebuah ruang brutalist ikonik yang menjadi latar ideal bagi dialog antara tradisi, inovasi, dan visi masa depan. 

Max Mara 75th Anniversary Shanghai
Foto Arsip Sekolah Jahit Pertama Milik Keluarga Maramotti

BACA JUGA: Museum Macan Berkolaborasi dengan Max Mara untuk Art Prize for Women ke-10

THE MAX!: SEBUAH ARSIP YANG HIDUP

Alih-alih menghadirkan retrospektif konvensional, Max Mara memilih pendekatan yang lebih dinamis melalui pameran The Max!, yang dikurasi oleh fashion historian Olivier Saillard. Pameran ini menghidupkan kembali perjalanan rumah mode yang didirikan Achille Maramotti pada 1951, mulai dari sekolah jahit pertama keluarga Maramotti hingga koleksi-koleksi yang telah menjadi bagian dari sejarah fashion dunia. 

Memasuki ruang pameran, pengunjung seperti diajak menelusuri sebuah living archive. Garmen, pola, sketsa, dokumen, hingga foto-foto bersejarah tersusun seperti ruang penyimpanan arsip yang dibuka untuk publik. Atmosfernya terasa intim sekaligus monumental.

Di antara berbagai zona yang ditampilkan, Bazaar menemukan bagaimana Max Mara tidak pernah terjebak pada nostalgia. Sebaliknya, arsip-arsip tersebut justru menjadi bahan bakar kreativitas yang terus melahirkan interpretasi baru.

The Max! bukan sekadar pameran, melainkan sebuah perjalanan menuju jantung identitas Max Mara selama lebih dari tujuh dekade.

Max Mara 75th Anniversary Shanghai
Pameran The Max!: 75 Tahun Max Mara

KOLEKSI RESORT 2027: ENERGI KEHIDUPAN URBAN

Di balik presentasi yang tampak effortless, Ian Griffiths sesungguhnya membangun sebuah kerangka intelektual yang berangkat dari gagasan tentang modernitas dan kehidupan metropolitan. Dalam wawancara bersama Bazaar, Creative Director Max Mara tersebut mengungkapkan bahwa koleksi Resort 2027 tidak hanya terinspirasi oleh budaya Tiongkok, tetapi juga oleh ide mengenai kota sebagai pusat kehidupan modern.

"Tahun ini merupakan ulang tahun ke-75 Max Mara, dan saya ingin koleksi ini berbicara tentang esensi paling mendasar dari Max Mara," ujar Ian.

Menurutnya, identitas Max Mara sejak awal merupakan sebuah fenomena metropolitan yang lahir dari dinamika kehidupan urban. "Ini tentang perempuan yang tinggal di kota, bekerja di kota, dan ingin terlibat aktif dalam kehidupan kota."

Untuk mengembangkan gagasan tersebut, Ian banyak membaca karya filsuf Jerman awal abad ke-20, Walter Benjamin, yang dikenal melalui pemikirannya mengenai modernitas.

"Ia berbicara tentang pentingnya modernitas. Cara berpakaian modern, cara hidup modern, bahkan cara menata rumah modern adalah kode dan bahasa yang membantu kita menjalani kehidupan kota yang rumit dan kompleks," jelasnya.

Meski dibangun di atas referensi intelektual yang kuat, Ian menegaskan bahwa pakaian Max Mara pada akhirnya harus berbicara secara universal.

"Yang paling penting bagi saya adalah pakaian Max Mara harus bisa dipahami secara instan oleh siapa pun. Tidak penting apakah seseorang mengetahui inspirasi, kerangka intelektual, atau narasi di balik koleksi tersebut. Seorang perempuan yang tidak pernah membaca Walter Benjamin sekalipun harus bisa melihat pakaian itu dan langsung memahaminya."

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam tema Kinetic Chic, istilah yang menurut Ian Griffiths merangkum energi dan perubahan konstan yang menjadi denyut kehidupan kota.

"Saya ingin koleksi ini mengekspresikan energi dan dinamika kota, kegelisahannya, serta perubahan yang terus-menerus terjadi. Karena itulah koleksi ini diberi nama Kinetic Chic. Kinetic Chic adalah tentang energi."

Nyatanya memang, di atas runway, semuanya terasa begitu natural dan mengembuskan energi dinamis.

Siluet khas Max Mara tampil sleek dan sangat wearable. Mantel berpotongan longgar dengan attitude yang santai berpadu dengan jaket pendek boxy, rok dengan volume ringan, hingga gaun yang jatuh lembut mengikuti tubuh.

Palet warna camel yang menjadi identitas rumah mode ini diperkaya dengan cognac, champagne, khaki, hitam, putih, serta semburat merah ikonik Max Mara. Di beberapa look, kilau paillette dan warna-warna cerah muncul secara tak terduga, memberikan energi baru pada estetika yang selama ini dikenal understated

Max Mara 75th Anniversary Shanghai
Beberapa Koleksi Resort 2027 Max Mara

BAUHAUS BERTEMU ORIENTAL

Yang paling menarik adalah bagaimana Ian Griffiths meramu arsip Max Mara dengan referensi budaya Shanghai.

Motif garis-garis dan pola geometris yang terinspirasi Bauhaus hadir berdampingan dengan elemen yang merujuk pada kostum tradisional Tiongkok. Ada reinterpretasi cheongsam berbahan merino wool, jaket quilted silk dengan detail khas Oriental, hingga kancing pankou yang diaplikasikan secara subtil. 

Max Mara 75th Anniversary Shanghai
Elemen Bauhaus di Dalam Koleksinya

BACA JUGA: Perkenalkan Lima Seniman Terpilih Sebagai Finalis Max Mara Art Prize for Women 2026

Maramotti
Sebuah Ode untuk Kultur China
 

MAX MARA MENATAP MASA DEPAN

Yang paling membekas dari perjalanan ini adalah bagaimana Max Mara memandang sejarahnya. Tidak ada kesan sentimental berlebihan.

Sebaliknya, rumah mode yang melahirkan coat legendaris 101801 dan Teddy Coat ini justru menggunakan arsip sebagai fondasi untuk terus berinovasi. Bahkan tiga mantel arsip spesial dirilis kembali dalam edisi terbatas untuk memperingati ulang tahun ke-75 mereka. 

Dalam dunia fashion yang terus berubah dengan cepat, Max Mara tampaknya tetap berpegang pada satu prinsip sederhana yang telah diwariskan selama 75 tahun: melahirkan sesuatu yang ordinary menjadi extraordinary.

Usai menyaksikan langsung pameran The Max! serta runway Resort 2027 di Shanghai, Bazaar memahami bahwa jawaban atas pertanyaan besar yang diajukan koleksi ini: "What is Max Mara?" sesungguhnya sangat sederhana.

Max Mara adalah tentang perempuan modern. Tentang pakaian yang tidak sekadar mengikuti tren, tetapi menemani kehidupan. Tentang elegansi yang tidak pernah berteriak, namun selalu hadir dengan percaya diri.

(Penulis: Gusti Aditya; Foto: Courtesy of Max Mara)