Sejak rutinitas skincare berlapis mulai populer, hyaluronic acid hampir selalu menempati posisi utama sebagai bahan hidrasi paling dikenal dan paling diandalkan. Kandungan ini hadir dalam banyak serum dan pelembap harian karena kemampuannya membantu mengunci kelembapan di lapisan kulit. Namun polyglutamic acid, bahan yang berasal dari fermentasi kedelai dan telah lama digunakan dalam rutinitas skincare Jepang disebut mampu memberikan hidrasi yang lebih intens. Kandungan ini diklaim dapat menahan air hingga 5.000 kali dari beratnya sendiri, membentuk lapisan pelindung untuk membantu mencegah transepidermal water loss sekaligus meningkatkan hidrasi kulit.
BACA JUGA: Benarkah Makan Ikan Sardine Bisa Membuat Kulit Lebih Sehat?
Berikut penjelasan para ahli mengenai cara menggunakan polyglutamic acid dalam rutinitas skincare Anda, formula terbaru yang patut dicoba, serta apakah kandungan ini benar-benar lima kali lebih melembapkan dibandingkan hyaluronic acid.
Apa Itu Polyglutamic Acid?
“Polyglutamic acid adalah polimer yang menarik air dan terbentuk dari unit berulang asam amino glutamic acid,” ujar Jason Thomson, konsultan dermatolog sekaligus Head of Medical di Skin+Me. “Dalam skincare, bahan ini terutama digunakan sebagai humektan dan kandungan pelembap pembentuk lapisan yang membantu menarik serta mempertahankan air di lapisan permukaan kulit.”
Meski secara teknis disebut sebagai “acid”, polyglutamic acid seperti hyaluronic acid, bukanlah eksfolian tradisional. Berbeda dari glycolic acid, lactic acid, atau salicylic acid, dalam skincare kandungan ini berfungsi utama sebagai bahan hidrasi yang mengikat air dan bukan untuk mengeksfoliasi atau mengelupas kulit, tambah Jason. Karena itu, polyglutamic acid umumnya dapat ditoleransi oleh semua jenis kulit.
“Kandungan ini pada dasarnya tidak bersifat iritatif, sehingga kebanyakan orang tidak akan mengalami masalah saat menggunakannya,” lanjut Jason. “Kulit kering atau kulit dengan barrier yang terganggu mungkin akan merasakan manfaat paling besar, sementara formula yang lebih ringan juga biasanya cocok untuk kulit berminyak. Namun, toleransi kulit tetap bergantung pada keseluruhan formula produk, bukan hanya pada satu kandungan.”
Apa Manfaat Polyglutamic Acid untuk Kesehatan Kulit?
Sebagai humektan, PGA banyak dibicarakan karena kemampuannya mempertahankan kelembapan dan memberikan hidrasi yang tahan lama, terutama bagi kulit kering atau dehidrasi. “Humektan adalah bahan yang menarik dan menahan air,” jelas Beibei Du-Harpur, konsultan dermatolog sekaligus expert untuk Simple Skin. “Hidrasi memberikan efek menghaluskan yang langsung terlihat pada kulit, sehingga dapat membantu menciptakan tampilan yang lebih halus dan bercahaya,” ujarnya. Selain itu, tambahan hidrasi juga dapat membuat kulit tampak lebih plump, mengurangi tampilan garis halus, dan membantu meningkatkan elastisitas kulit.
Meski Jason menekankan bahwa riset klinis independen mengenai polyglutamic acid masih terbatas, ia sepakat bahwa hidrasi adalah manfaat utamanya. “Berdasarkan karakter kimianya, kandungan ini bekerja sebagai hidrator yang baik,” katanya. “Polyglutamic acid dapat mengikat air dan membentuk lapisan ringan di permukaan kulit, sehingga manfaat langsung yang terasa adalah kulit yang lebih nyaman dan lebih halus.”
Kandungan ini juga dapat mendukung skin barrier yang sehat. “Kulit yang terhidrasi umumnya berfungsi lebih baik, terasa tidak terlalu kencang, dan mungkin lebih nyaman saat menggunakan bahan aktif,” tambah Jason. “Hidrasi membantu menjaga skin barrier tetap sehat dan mengurangi risiko skin inflammaging, yaitu penuaan kulit yang berkaitan dengan peradangan.”
Apakah Benar Polyglutamic Acid Lebih Efektif daripada Hyaluronic Acid?
Kedua ahli sepakat bahwa meski polyglutamic acid mungkin dapat mempertahankan kelembapan lebih banyak, perbandingannya tidak sesederhana itu. “Saya tidak suka membandingkan bahan secara langsung karena formula keseluruhan sebuah produk dapat sangat mempengaruhi efektivitas kandungan di dalamnya. Baik hyaluronic acid maupun polyglutamic acid bisa sama-sama sangat efektif dalam produk hidrasi atau pelembap,” ujar Beibei.
Jason juga sependapat. “Saya belum sepenuhnya yakin dengan klaim bahwa polyglutamic acid lebih efektif daripada hyaluronic acid. Kedua bahan ini hadir dalam berbagai ukuran molekul dan bentuk, performanya juga sangat bergantung pada formula produk.”
Meski hyaluronic acid sudah jauh lebih lama dikenal dalam dunia skincare dibandingkan polyglutamic acid, bukti klinis mengenai PGA masih relatif terbatas. “Untuk saat ini, saya melihatnya sebagai kandungan yang melengkapi hyaluronic acid, bukan lebih unggul, sampai ada studi berkualitas lebih baik yang membandingkan keduanya secara langsung,” tambah Jason.
Bagaimana Cara Terbaik Menggunakan Kandungan Polyglutamic Acid?
“Anggap polyglutamic acid sebagai kandungan pendukung hidrasi, bukan bahan aktif tunggal untuk perawatan khusus,” ujar Jason. “Kandungan ini paling bermanfaat dalam serum hidrasi, pelembap, atau produk multifungsi yang diformulasikan dengan baik, terutama ketika dipadukan dengan humektan lain dan bahan pendukung skin barrier seperti glycerin, hyaluronic acid, panthenol, ceramide, atau niacinamide.”
Kabar baiknya, kini semakin banyak produk skincare terbaru yang memanfaatkan polyglutamic acid bersama peptide, ceramide, dan berbagai kandungan pendukung lain untuk membantu mengunci kelembapan, meningkatkan hidrasi, dan memberi efek kulit yang lebih bercahaya. Berikut beberapa serum dan krim terbaik untuk mendapatkan tampilan kulit yang lebih plump.
Rekomendasi produk dengan kandungan polyglutamic acid:
Dari kiri: Charlotte Tilbury Charlotte's Magic Serum Crystal Elixir; Inkey List Polyglutamic Acid Serum; Biossance Squalane + Copper Peptide Rapid Plumping; Glow Recipe Plum Plump Hyaluronic Cream
BACA JUGA:
Simak Cara Memilih Skincare yang Mengandung Salicylic Acid
6 Manfaat Panthenol untuk Wajah yang Wajib Diketahui
(Penulis: Amelia Bell; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
