Jauh sebelum para influencer TikTok menggunakan kata contour sebagai kata kerja dan mengajarkan cara menciptakan “siren eyes” atau mendapatkan kulit “glazed donut”, ada Marilyn Monroe. Tambahkan tahi lalat, sapuan lipstik merah, dan wig pirang ke gaun halter putih atau gaun merah muda strapless saat halloween, dan Anda langsung menjadi dirinya. Kecantikan Marilyn telah menjadi sesuatu yang begitu khas. Pengaruhnya juga dapat ditemukan di budaya populer, mulai dari Madonna hingga Anna Nicole Smith, Lil’ Kim, bahkan Kim Kardashian. Namun daya tarik Marilyn hari ini, ketika kita memperingati 100 tahun kelahirannya, tidak hanya berasal dari kecantikannya semata, melainkan juga gagasan yang ia representasikan. Ia adalah simbol utama reinvensi diri. Warisan Marilyn mengingatkan bahwa kecantikan tidak hanya dilahirkan, tetapi juga bisa diciptakan dan dibentuk kembali.
BACA JUGA: Kisah Nyata yang Eksplosif di Balik Film "Blonde"
“Marilyn menunjukkan bahwa Anda bisa membangun apa pun yang Anda inginkan. Anda bisa menjadi siapa pun yang Anda inginkan,” ujar makeup artist Lisa Eldridge.
Anda tentu mengenal kisah legendarisnya: Norma Jeane Mortenson, yang lahir di Los Angeles pada 1 Juni 1926, meninggal 36 tahun kemudian sebagai Marilyn Monroe, ikon Hollywood yang diabadikan sebagai bombshell komedi lewat film-film seperti Gentlemen Prefer Blondes, The Seven Year Itch, dan Some Like It Hot. Satu abad setelah kelahirannya, kecantikannya masih terus menginspirasi. Musim panas ini saja, Marilyn menjadi inspirasi bagi peluncuran produk makeup baru, sebuah brand skincare baru, serta menjadi subjek pameran besar dan komprehensif di Academy Museum of Motion Pictures di Los Angeles.
“Norma Jeane menciptakan Marilyn,” kata Bryan Johns, kolektor Hollywood sekaligus salah satu pendiri iS Clinical dan Icon Skincare yang baru saja diluncurkan. Brand tersebut terinspirasi langsung oleh Marilyn dan facialist kepercayaannya, Madame Renna. Marilyn adalah arsitek yang sangat teliti dalam membangun citranya yang ikonis. Namun ia tidak melakukannya sendirian. Salah satu sosok terpenting di balik transformasinya adalah makeup artist langganannya, Allan “Whitey” Snyder. Bersama-sama, mereka mengambil inspirasi dari berbagai bintang layar lebar lain. Mata Greta Garbo, bibir Rita Hayworth, dan rambut Jean Harlow menjadi elemen yang dijahit menjadi satu hingga membentuk simbol seks berambut pirang yang kini kita kenal sebagai Marilyn Monroe.
“Yang selalu menarik bagi saya adalah bagaimana Marilyn menunjukkan bahwa Anda bisa membangun apa pun yang Anda inginkan. Anda bisa menjadi siapa pun yang Anda inginkan dan merancang penampilan Anda sendiri,” kata Lisa Eldridge, makeup artist, sejarawan kecantikan, sekaligus pendiri Lisa Eldridge Beauty. Video tutorial makeup Marilyn Monroe miliknya di YouTube kini telah ditonton hampir enam juta kali. “Ada sesuatu yang terasa sangat memberdayakan dari hal tersebut.”
Untuk merayakan ulang tahun ke-100 Marilyn, Lisa meluncurkan koleksi makeup edisi terbatas Lisa Eldridge x Marilyn Monroe yang menghadirkan warna baru lipstik, lip liner, serta dua skin balm yang dinamai berdasarkan teknik pencahayaan yang digunakan dalam film-film Marilyn. Kemasan koleksinya menampilkan empat foto sang bintang yang diambil oleh fotografer Sam Shaw di Amagansett, New York, pada 1957.
Lisa mengatakan ide di balik skin balm tersebut berasal dari kebiasaan Marilyn yang konon sering mengaplikasikan Vaseline pada kulitnya demi mendapatkan efek dewy yang sempurna di depan kamera. “Saya begitu terobsesi dengan kilau luar biasa pada kulitnya, tetapi saya juga berpikir, saya tidak mungkin menjual Vaseline,” ujarnya. Hasilnya adalah balm multifungsi dengan formula yang bersih dan mampu memberikan kilau halus namun tetap indah.
Lisa Eldridge Elevated Glow Balm Concentrate
Vaseline hanyalah salah satu trik kecantikan Marilyn. Trik lainnya justru merupakan kebalikan dari tren dermaplaning saat ini. “Marilyn memahami kekuatan kulitnya,” kata Bryan. “Ia memiliki rambut-rambut halus di wajah yang ia tolak untuk dicukur oleh studio karena ia tahu hal itu memberikan efek bercahaya yang nyaris etereal di layar.”
Kilau tersebut juga merupakan hasil kerja Madame Renna. Melalui koleksi memorabilia Hollywood yang ia miliki, Bryan menemukan bahwa Renna merupakan salah satu pelopor pijat fascia sekaligus pengembang formula skincare yang memanfaatkan madu, royal jelly, dan propolis. Lini Icon Skincare miliknya yang terdiri dari sembilan produk kini menghadirkan Icon Cream–Heritage, formula yang disebut mempertahankan sekitar 95 persen gagasan asli Renna.
Icon Skincare The Icon Cream – Heritage
Daya tarik Marilyn yang bertahan selama puluhan tahun menjadi bukti kuatnya citra yang ia bangun bersama Snyder. Menariknya, citra tersebut lahir di luar sistem studio Hollywood yang pada masa itu biasanya menjadi mesin pencetak bintang. Marilyn juga menjadi salah satu aktris pertama di generasinya yang ikut mendirikan rumah produksi sendiri demi memperjuangkan bayaran yang lebih baik dan kontrol kreatif yang lebih besar.
Ketenaran dan kecantikan bukan sesuatu yang sekadar terjadi begitu saja bagi Marilyn. Ia mewujudkannya dengan kehendaknya sendiri. Erin Parsons, makeup artist selebritas sekaligus kolektor memorabilia Monroe lainnya, mengatakan bahwa Marilyn “menunjukkan kepada saya bahwa Anda tidak harus terlahir cantik.” Sebagai penyintas trauma masa kecil, Erin juga merasa terhubung dengan masa kecil Marilyn yang penuh kesulitan di panti asuhan. “Anda mampu menciptakan citra diri dan masa depan Anda sendiri,” katanya.
Untuk menandai ulang tahun ke-100 Marilyn, Academy Museum of Motion Pictures membuka pameran "Marilyn Monroe: Hollywood Icon" pada 31 Mei. Kurator pameran tersebut, Sophia Serrano, mengatakan museum ingin memperlihatkan Marilyn sebagai “seorang jenius kreatif dalam membangun persona ini,” sekaligus mengungkap “komunitas besar yang diperlukan” untuk menghadirkan Marilyn Monroe ke dunia, mulai dari desainer kostum, fotografer, koreografer, hingga pelatih akting. Pameran ini juga memberikan perhatian khusus pada hubungan Marilyn dengan Whitey Snyder. “Kami ingin memberikan penghormatan yang layak pada hubungan Marilyn dan Whitey,” ujar Sophia. “Mereka begitu dekat hingga Marilyn meminta Whitey berjanji bahwa jika ia meninggal lebih dulu, Whitey-lah yang akan merias wajahnya. Dan ia menepati janji tersebut.”
Pintu masuk pameran Marilyn Monroe: Hollywood Icon.
Pameran ini juga menampilkan sebotol No. 5 Eau de Cologne dari era Marilyn Monroe yang dipinjam dari arsip Chanel di Paris.
Pameran yang berlangsung hingga Februari tahun depan tersebut menampilkan sekitar 230 objek, termasuk perona pipi, maskara, bulu mata palsu, eyeshadow putih keperakan, dan parfum yang kerap dikenakan Monroe. Ya, parfum yang itu. Chanel No. 5. Nama Marilyn nyaris tidak bisa dipisahkan dari parfum tersebut dalam sejarah kecantikan. Pada 1955, ia pernah difoto sambil memegang sebotol Chanel No. 5 Eau de Cologne, yang kini dikenal sebagai Eau de Toilette. Tiga tahun sebelumnya, dalam wawancara dengan majalah Life, Marilyn melontarkan salah satu kutipan paling ikonis dalam sejarah kecantikan. “Seseorang pernah bertanya, ‘Marilyn, apa yang Anda kenakan saat tidur?’ Jadi saya menjawab, saya hanya memakai Chanel No. 5.” Tak mengherankan jika Chanel kemudian menjadi sponsor pameran tersebut.
Chanel N°5 Eau de Toilette Spray
Sebagian dari daya tarik Marilyn berasal dari fakta bahwa ia seolah membeku dalam waktu. “Kita tidak pernah melihatnya menua,” kata Erin. Namun dalam banyak hal, siapa dirinya dan semangat reinvensi yang kini melekat pada namanya justru terasa berbeda, bahkan mungkin lebih relevan dibanding saat ia masih hidup. “Ketika penampilan saya mulai memudar,” Marilyn pernah berkata, “sebagian besar penggemar saya juga akan pergi.” Lebih dari enam dekade kemudian, Marilyn Monroe masih berhasil membuat dunia menoleh.
BACA JUGA:
Kini Anda Dapat Tinggal di Bungalow Marilyn Monroe
Evolusi Naked Dress dari 1927 hingga Sekarang
(Penulis: Genevieve Monsma; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
- Tag:
- Marilyn Monroe
- Beauty
