Apakah para aktor ini sebenarnya masih ingin bermain di Euphoria? Pertanyaan kecil itu terus muncul di kepala saya sepanjang musim ketiga ini berlangsung. Sulit rasanya untuk tidak membayangkan berapa banyak film blockbuster yang harus mereka tolak atau jadwalnya ubah demi menyelesaikan musim terbaru serial ini. Entah keputusan kreatif murni atau bukan, kini terasa semakin jelas bahwa beberapa dari mereka tampaknya lebih ingin berada di tempat lain. Dan minggu ini, salah satunya akhirnya benar-benar menutup perjalanan karakternya.
BACA JUGA: Zendaya Tampil dengan Tren Rambut Terpanas Tahun yang Mencuri Perhatian
Episode penultimate musim ketiga Euphoria yang berdurasi panjang, sekitar 77 menit, dibuka dengan adegan kilas balik Ali sedang mengisap crack di kamar hotel bersama… Natasha Lyonne sebagai pekerja seks tanpa nama. Mereka berbicara tentang anak-anak mereka sebelum akhirnya tidur bersama. Tak lama kemudian, Ali terlihat makan malam dengan putrinya dan sang mantan pasangan yang jelas belum memaafkan ketidakhadirannya selama ini. Situasi lalu berubah brutal di luar layar sebelum serial kembali menampilkan Ali menggunakan narkoba dan bermain tinju bersama karakter Lyonne di kamar hotel tersebut. Tak lama setelahnya, ia terbangun di rumah sakit usai operasi jantung terbuka dan memohon kepada perawat agar tidak memberinya morfin karena takut kembali kecanduan. Ini tampaknya menjadi titik terendah Ali, sekaligus latar belakang yang selama ini belum pernah benar-benar dijelaskan meski kita telah mengikuti karakternya cukup lama.
Ali kemudian bergabung dengan AA demi mengubah hidupnya. Seiring proses pemulihan berjalan, ia mulai menjadi sponsor bagi orang-orang lain yang sama tersesatnya seperti dirinya dulu, bagian penting dari proses recovery dalam AA. Ia menyaksikan banyak dari mereka akhirnya kalah melawan kecanduan, terutama selama pandemi ketika pertemuan tatap muka tak lagi bisa dilakukan. Sebuah pembuka episode yang terasa muram sekaligus mengancam.
Di apartemen Lexi, Rue sedang mengungkapkan spiritualitas barunya dan keyakinannya terhadap Tuhan. Lexi tampak tidak terlalu percaya, tetapi ia juga sedang sibuk mengerjakan naskahnya. Rue kini benar-benar membaca Alkitab dan mengenang berbagai tindakan “jahat” yang pernah ia lakukan. Anehnya, setelah selama ini menyembunyikannya dari semua orang, Rue justru memberitahu Lexi bahwa ia adalah informan DEA. Apa-apaan ini, Rue? Lebih buruk lagi, ia bahkan tidak memperingatkan Lexi untuk merahasiakannya. Lexi jelas tidak percaya dan malah mengira Rue kembali menggunakan narkoba. Semoga suatu hari nanti semua ini dijadikan film blockbuster olehnya.
Sementara itu, Maddy diam-diam menjadi otak utama musim ini.
Setelah itu, Rue mendatangi apartemen Cassie dan nyaris ditembak seseorang dari balik pintu. Ternyata beberapa hari sebelumnya Naz menghubungi Cassie secara langsung. Ia tentu ingin uangnya kembali, sehingga mereka membuat kesepakatan. Cassie mencoba mengaktifkan kembali akun OnlyFans yang telah dihapus demi mendapatkan uang untuk membayar Naz dan menyelamatkan Nate dalam keadaan utuh, atau setidaknya sebagian besar tubuhnya.
Masalahnya semakin rumit ketika Patty mendapat protes dari jaringan televisi karena mempekerjakan “bintang porno sungguhan,” yang berujung pada pemecatannya dari LA Nights. Maddy pun ikut kehilangan pekerjaannya setelah bosnya mengetahui situasi Cassie. Ia lalu mencoba membantu Cassie dan mengetahui bahwa akun OnlyFans miliknya sudah dihapus. Reaksinya? Menampar Cassie sambil memerintahkannya mengikuti aturan baru yang ia buat. Kenapa semua orang di serial ini terus saling memukul?
Untuk membangun kembali pengikut Cassie dan memulihkan “kerajaannya,” Maddy mengatur makan malam antara Cassie dan bintang LA Nights, Dylan. Keduanya langsung akrab dan tertangkap paparazzi sebelum akhirnya kembali ke apartemen Cassie. Mereka berfoto selfie sambil berpelukan, momen yang diam-diam dimanfaatkan Cassie untuk menghafal password lock screen ponsel Dylan, lalu melanjutkan malam dengan hubungan seks yang sangat berisik. Cassie dengan sengaja membuat Dylan kelelahan hingga ia keluar kamar untuk mengambil air minum. Begitu Dylan pergi, Cassie langsung mengambil ponselnya dan mengunggah selfie mereka ke Instagram milik Dylan. Sementara itu di dapur, Dylan yang mabuk tanpa sadar memasukkan jari Nate yang membeku ke dalam gelas airnya bersama es batu. Dan ya, ia benar-benar meminumnya. Menjijikkan. Namun rencana itu berhasil. Cassie mendapatkan tambahan 100 ribu followers dalam semalam, sesuatu yang langsung disadari Maddy keesokan paginya. Saat Maddy melihat jari Nate berada di dalam gelas di wastafel, Cassie akhirnya menceritakan semuanya.
Cassie benar-benar berada dalam situasi buruk.
Di markas Naz, ia mulai tidak sabar menunggu transfer uang Cassie sambil mengukur tubuh Nate untuk peti mati custom karena tinggi badannya 6’5” terlalu besar untuk ukuran biasa. Untungnya, followers baru Cassie membuat akun OnlyFans barunya langsung ramai. Namun sebelum ia sempat membuat banyak konten baru, salah satu anak buah Naz datang dan menghantam tubuhnya hingga meja kopi pecah. Ketika sadar, Cassie sudah terikat di tempat tidur dan diberi waktu 72 jam untuk menyerahkan satu juta dolar kepada Naz, waktu yang sama sebelum Nate meninggal karena dehidrasi. Yang membuat bingung, bukankah Cassie seharusnya masih punya uang dari OnlyFans sebelumnya?
Sementara itu Nate dikubur hidup-hidup dalam peti mati ekstra panjang di lokasi konstruksi Sun Settlers, sementara keluarganya mati-matian mencarinya. Ia terus berteriak dan memukul peti mati tersebut. Sang kakak nyaris menemukannya, tetapi justru menarik perhatian seekor ular berbisa yang masuk melalui pipa oksigen. Adegan klaustrofobik ketika ular itu melilit tubuh Nate lalu menyerang wajahnya terasa benar-benar brutal.
Cara Maddy membantu Cassie mendapatkan satu juta dolar adalah menemui teman barunya, Alamo. Kita bisa menebak ada “imbal jasa” tertentu yang terjadi di luar layar. Setelah memaksanya masuk ke hot tub bersamanya, Alamo setuju membantu. Maddy juga dengan santai membocorkan bahwa Rue bekerja sama dengan DEA.
Alamo dan Maddy kemudian menemui Naz larut malam untuk bertukar uang dengan informasi lokasi Nate dikubur. Namun ternyata tas itu kosong. Sebuah jebakan. Alamo langsung menembak leher Naz dan kaki tangannya menyerah begitu saja. Kemenangan kecil, meski rasanya masalah mereka belum benar-benar selesai. Kini Maddy pun berutang besar pada Alamo.
Mereka akhirnya menggali peti Nate dan menemukan bahwa ia telah meninggal akibat gigitan ular. Dan begitulah, Nate benar-benar pergi. Bukan berarti Nate adalah karakter baik, tetapi tetap terasa menyedihkan melihat Jacob Elordi resmi meninggalkan Euphoria. Bagaimanapun, serial inilah yang membuatnya menjadi salah satu aktor paling dicari di industri saat ini.
Di apartemen Ali, Rue datang untuk makan pancake. “Aku tidak punya apa-apa selain orang-orang yang aku cintai,” katanya. Ia kini terasa sangat berbeda dibanding pria yang kita lihat di awal episode, hidup sederhana dan mencoba hadir bagi orang-orang yang berarti baginya. Meski begitu, ia tetap menyebut punya shotgun 12-gauge jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Rue sedang mencoba memutuskan apakah misi kembali ke rumah Laurie dan merampok safe benar-benar sepadan dengan risiko membahayakan ibunya, sambil terus mencoba memahami pengalaman spiritual yang ia alami di Joshua Tree. Untuk saat ini, rencananya adalah menyelesaikan satu misi terakhir sebelum pindah ke homestead di Texas, “tanah yang dijanjikan,” seperti yang menurutnya dikatakan suara Tuhan. Malam mereka ditutup dengan janji Rue kepada Ali bahwa ia akan berubah setelah semua ini selesai. Mereka sepakat menjemput ibunya keesokan pagi, tetapi Rue malah diam-diam kabur sebelum Ali sempat menghentikannya.
Perjalanan menuju Meksiko pun dimulai menggunakan ambulans Gold Rush Medical Services bersama dua penari yang hendak melakukan operasi BBL dan tentu saja pengambilan narkoba di tengah perjalanan. DEA mengawasi ketat dengan rencana menyergap fentanyl saat kembali ke Amerika Serikat. Sedangkan Rue, dalam perjalanan menuju rumah Laurie. Ia sengaja membenturkan kepalanya sendiri agar terlihat terluka dan lebih mudah diterima masuk. Strategi itu lumayan berhasil, tetapi kelompok Laurie jelas tidak mempercayainya. Mereka bahkan mendiskusikan hukuman paling tepat untuk pengkhianatan Rue, mulai dari memotong kelopak matanya hingga menjual dirinya. Akhirnya mereka memutuskan bahwa Rue harus menembak Alamo saat ia datang besok. Sebagai bonus, Wayne melukai tangan Rue saat berjabat tangan dengannya.
Akankah Faye menjadi penyelamat, atau justru membuat Rue benar-benar menyesal?
Wayne lalu mengunci Rue di sebuah kamar. Saat Rue mencoba tidur, Faye membangunkannya. Waktunya membuka safe. Rasanya gila melakukan itu di tengah malam, tetapi sebelumnya Wayne mengatakan ia ingin melihat Faye membunuh Rue, jadi mungkin memang sekarang atau tidak sama sekali. Mereka berjalan pelan menuju basement, tetapi kunci hasil printer 3D mereka tidak bekerja. Faye kemudian mengambil kunci asli dari samping tempat tidur Wayne, beruntung pria itu tidur sangat nyenyak. Dan akhirnya, safe berhasil dibuka.
Namun saat Rue hendak memasukkan isi safe ke dalam kantong sampah, ia menyadari bahwa tidak ada uang di dalamnya. Hanya tumpukan identitas, termasuk milik Angel. Ternyata memang ada sesuatu yang lebih berharga daripada uang di dalam safe tersebut. Faye langsung panik ketika sadar tidak akan mendapatkan uang apa pun dari situasi ini. Dan pada shot terakhir episode, kita melihatnya berteriak memanggil Wayne sekeras mungkin. Sepertinya kita akhirnya tahu di pihak mana Faye benar-benar berada. Dan rasanya kecil kemungkinan Rue bisa keluar dari situasi ini tanpa luka.
BACA JUGA:
10 Serial TV yang Tak Sabar Kita Nantikan di Musim Semi Tahun Ini
Zendaya Kenakan Gaun Halter Ashi Studio yang Slinky & Pamerkan Tato "T" Kecilnya
(Penulis: Michel Ganhem; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
