Dalam dunia perawatan kulit, penggunaan jarum di area wajah bukanlah hal yang asing demi mengisi dan “membekukan” garis halus serta kerutan. Namun, microneedling mengambil pendekatan yang berbeda: tidak ada zat yang dimasukkan ke dalam kulit selain jarumnya sendiri, sehingga metode ini mengandalkan kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki diri, bukan suntikan. (Menarik!)
BACA JUGA: Pengerjaan Perawatan Microneedling di Rumah, Sama Efektifnya?
Tertarik? Teruskan membaca untuk mengetahui segala hal tentang perawatan invasif yang sangat minim efek ini, termasuk cara kerjanya, manfaatnya bagi kulit, serta kemungkinan efek sampingnya.
Apa Itu Microneedling?
Selama perawatan ini, jarum-jarum yang sangat halus dan steril menusuk lapisan atas kulit. “Jarum-jarum ini menciptakan luka kecil dan superfisial pada kulit untuk memicu respons penyembuhan alami tubuh,” jelas Sapna Palep, dokter kulit bersertifikat dan salah satu pendiri Journelle Skin. “Respons penyembuhan ini merangsang produksi kolagen dan elastin, yang membantu mengencangkan dan menghaluskan tekstur kulit serta mengurangi tampilan garis halus, kerutan, dan kulit yang mulai kendur.”
Anda mungkin pernah mendengar tentang RF microneedling yang ditawarkan oleh klinik dermatologi dan praktisi berlisensi (seperti Journelle Skin). Dengan menggabungkan microneedling dan gelombang radiofrekuensi, perawatan ini “sangat efektif untuk mengencangkan kulit, meningkatkan produksi kolagen dan elastin, mengurangi tanda bekas jerawat dan stretch marks, serta memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan,” tambah Sapna.
Sebelum (atas) dan sesudah perawatan microneedling, setelah delapan minggu.
Hal utama yang perlu diingat adalah bahwa microneedling hanya boleh dilakukan oleh tenaga profesional terlatih. “Microneedling paling baik ditangani oleh dokter kulit bersertifikat yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dan mahir dalam melakukan prosedur ini,” ujar Sapna.
Menurut Tia Paul, dokter kulit bersertifikat dan chief medical officer of aesthetics di Blusonil, regulasi juga berbeda di setiap wilayah mengenai siapa yang boleh melakukan perawatan ini, sehingga penting untuk mengecek aturan di tempat Anda. Siapa pun praktisinya, penting untuk memilih seseorang yang memahami kondisi kulit Anda. “Kedalaman dan teknik sangat penting, terutama bagi pasien dengan kulit lebih gelap yang rentan terhadap hiperpigmentasi,” tegasnya.
Apa Manfaat Microneedling?
Saat luka mikro pada kulit sembuh, proses ini merangsang produksi kolagen dan elastin yang dapat membuat kulit tampak lebih halus serta mengurangi garis halus dan kerutan. “Microneedling membantu memperbaiki tampilan bekas jerawat, garis halus, pori-pori, dan tekstur kulit secara keseluruhan,” jelas Tia.
Bagaimana Persiapan Sebelum Microneedling?
Anda mungkin perlu melakukan beberapa penyesuaian dalam rutinitas skincare, tetapi persiapannya tidak terlalu rumit. “Seminggu sebelum perawatan, hentikan penggunaan retinoid topikal atau retinol yang dijual bebas. Selain itu, hentikan penggunaan produk asam dan eksfoliator fisik,” kata Sapna. “Jaga kulit tetap terhidrasi dan terlindungi dari sinar matahari sebelum perawatan. Microneedling tidak bisa dilakukan pada kulit yang terbakar matahari karena akan terlalu keras.”
Anda juga disarankan untuk menghindari metode penghilangan bulu seperti waxing atau sugaring beberapa hari sebelum perawatan. “Pada hari perawatan, saya menyarankan pasien datang dengan wajah bersih tanpa makeup, sunscreen, atau produk skincare apa pun,” tambah Sapna.
Apa yang Terjadi Saat Perawatan? Apakah Sakit?
Tidak perlu khawatir. “Di awal sesi, saya akan menjelaskan kembali prosedur kepada pasien dan memastikan tujuan yang ingin dicapai,” kata Sapna. “Kami akan mengaplikasikan krim atau salep anestesi untuk mengurangi rasa tidak nyaman dari jarum.” Selama perawatan pun seharusnya tidak terasa sakit. “Anda akan merasakan getaran dan tekanan ringan, bukan rasa sakit,” jelas Tia. Seluruh proses biasanya tidak lebih dari 30 menit.
Bagaimana Proses Pemulihannya?
Masih tergolong ringan. “Segera setelah microneedling, kulit mungkin akan kemerahan dan Anda bisa melihat bekas tusukan jarum,” ujar Sapna. Namun, dalam waktu kurang dari seminggu, kondisi ini akan membaik. “Diperlukan dua hingga lima hari untuk pulih dari kemerahan dan kemungkinan pengelupasan,” kata Tia. “Sebaiknya gunakan skincare yang lembut, hindari bahan aktif selama beberapa hari, dan disiplin menggunakan sunscreen serta perlindungan dari matahari.”
Anda juga mungkin ingin beristirahat di rumah setelah perawatan. “Meskipun minimal invasif, sebagian besar pasien menjadwalkan perawatan saat mereka bisa langsung pulang karena kulit mungkin terasa sensitif dan kencang,” tambah Sapna.
Kapan Hasilnya Terlihat?
Cukup cepat, tetapi sesi tambahan akan memberikan hasil yang lebih terlihat dan tahan lama. “Sebagian besar pasien melihat perbaikan setelah satu hingga dua sesi, tetapi rangkaian tiga hingga empat perawatan dengan jarak empat hingga enam minggu akan memberikan hasil yang lebih signifikan,” jelas Tia. Sementara itu, Sapna merekomendasikan enam hingga delapan sesi untuk hasil terbaik, meskipun ia menekankan bahwa “ini sangat tergantung pada kondisi dan tujuan kulit masing-masing pasien.”
Apakah Ada Risiko atau Efek Samping?
Seperti disebutkan sebelumnya, iritasi ringan bisa terjadi setelah perawatan. “Kemerahan sementara, pembengkakan, dan sensitivitas adalah yang paling umum,” kata Tia. Penggunaan sunscreen menjadi semakin penting setelah microneedling: “Kulit harus selalu dilindungi dari matahari, terutama setelah perawatan ini karena menjadi lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar UV,” jelas Sapna. Ia juga menambahkan bahwa memar bisa terjadi dalam kasus yang jarang.
Sekali lagi, sangat penting untuk melakukan perawatan ini dengan tenaga profesional. “Pengaturan yang tidak tepat atau teknik yang buruk dapat menyebabkan infeksi, bekas luka, atau hiperpigmentasi, terutama pada kulit berwarna,” ujar Tia. Dan jangan mencoba melakukannya sendiri di rumah: “Ada risiko menggunakan tekanan berlebihan yang dapat menyebabkan luka lebih besar dan berujung pada bekas luka,” kata Sapna. “Jika alat microneedling di rumah tidak disterilkan dengan benar, Anda berisiko memasukkan bakteri ke dalam kulit yang bisa menyebabkan jerawat atau infeksi.” Jadi, sebaiknya percayakan pada ahlinya, kulit Anda akan berterima kasih.
BACA JUGA:
Menyimak 4 Tren Dari Dunia Kecantikan untuk Tahun 2026
Apa Itu Adiksi Kortisol dan Dampaknya pada Tubuh?
(Penulis: Lindy Segal; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Alisa Putri Ramadhina; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
