Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

13 Film Bertema Pop Stars yang Layak untuk Ditonton

Dari film Spice Girls yang menjadi film kultus hingga sensasi K-Pop baru, berikut adalah film-film bintang pop terbaik.

13 Film Bertema Pop Stars yang Layak untuk Ditonton
Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Sekilas pandang ke kehidupan seorang bintang pop sudah cukup untuk membuat penggemar berbondong-bondong ke bioskop. Sebut saja itu aspirasi atau sekadar kekaguman yang berlebihan, kita suka terobsesi dengan bintang favorit (dan terutama bintang yang paling kita benci). Ketenaran, dengan segala kerumitannya, memiliki cukup daya tarik untuk menghibur penonton tanpa henti. (Maksud kami, siapa yang tidak suka melihat seorang diva di layar lebar?)

BACA JUGA: 15 Film Bertema Luar Angkasa Terbaik yang Wajib Anda Tonton 

Meskipun Hollywood terus memproduksi film biografi tentang bintang-bintang kecil, kita tidak selalu mengetahui detail-detail kelam yang dapat membentuk seorang bintang. Itulah mengapa para pembuat film menciptakan kisah mereka sendiri tentang ketenaran. Film terbaru yang menciptakan bintang fiktif adalah Mother Mary karya David Lowery yang dibintangi Anne Hathaway dan Michaela Coel yang menceritakan kisah Mary (Anne Hathaway), seorang superstar yang kembali bersama desainer yang telah lama berpisah dengannya, Sam (Michaela Coel). Film ini adalah drama surealis dengan genre psikoseksual di mana Sam dan Mary menghadapi iblis pribadi di antara mereka. Dan (untungnya) kita diberkahi dengan penampilan memukau ala arena dari Mary yang diperankan Anne yang juga dirilis sebagai album nyata, Mother Mary: Greatest Hits.

Bagi siapa pun yang meninggalkan Mother Mary dengan keinginan membara untuk terus menikmati kekuatan dari seorang bintang, kami telah mengumpulkan film-film terbaik tentang ikon pop fiktif. Dari film klasik kultus tentang grup wanita ikonik hingga drama psikologis tentang ketenaran, inilah film-film favorit kami.

Berikut 13 film yang mengangkat topik tentang pop stars untuk Anda tonton:

1. Vox Lux (2018)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Sebelum Brady Corbet dan Mona Fastvold membuat The Brutalist (2024) atau The Testament of Ann Lee (2025), keduanya berkolaborasi dalam sebuah kisah Amerika yang sangat kuat lainnya: Vox Lux. Film ini mengisahkan seorang gadis remaja, Celeste (Raffey Cassidy) yang menjadi terkenal setelah seorang eksekutif musik yang gila uang (Jude Law) melihatnya bernyanyi di sebuah acara peringatan setelah penembakan di sekolah. Bagi Celeste, ketenaran sangatlah penting. Dan setelah hampir 20 tahun berlalu, Natalie Portman memerankan bintang pop dewasa yang lelah dan penuh masalah saat ia menyeimbangkan kecanduan narkoba, ketenaran, dan seorang putri remaja (kini diperankan oleh Raffey). Film ini menggabungkan hampir semua kecemasan bintang Amerika, dengan Natalie memberikan kita salah satu penampilan aktingnya yang paling spektakuler namun tak jarang dipandang sebelah mata.

2. Spice World (1997)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Terlepas dari apa pun yang dikatakan para kritikus saat dirilis, kami menolak untuk menganggap Spice World sebagai film selain klasik abadi. Scary, Sporty, Baby, Ginger, dan Posh Spice berdesakan di dalam bus tingkat yang dimodifikasi (yang tentu saja dilapisi stiker bendera Inggris) saat mereka melakukan perjalanan dari satu pertunjukan ke pertunjukan lainnya di seluruh negeri. Penghormatan yang energik terhadap film The Beatles, A Hard Day's Night ini sebenarnya tidak memiliki alur cerita yang jelas, kecuali persiapan untuk konser terbesar grup tersebut di Royal Albert Hall, London. Namun demikian, film yang aneh dan surealis ini sangat menghibur. Saat ini film ini tidak tersedia secara streaming atau digital, jadi pertimbangkan untuk membeli DVD dan pemutar DVD. Itu akan sepadan.

3. Purple Rain (1984)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Prince memerankan versi dirinya yang sedikit difiksikan dalam Purple Rain, salah satu opera rock terbaik yang pernah dibuat. Film ini mengikuti kisah Kid (Prince), seorang musisi berbakat dan tersiksa yang tinggal di Minneapolis, saat ia berjuang untuk melepaskan diri dari dampak psikologis ayahnya yang kasar dan memimpin band-nya, Revolution menuju puncak ketenaran. Sementara itu, saingannya (musisi Morris Day) mencoba untuk merusak kesuksesannya dan mencuri kekasihnya, vokalis utama band tersebut yang diperankan oleh Apollonia Kotero.

4. The Idolmaker (1980)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Dekade 1950-an mengantarkan era keemasan idola remaja dengan nama-nama seperti Frankie Avalon dan Elvis Presley yang selamanya terukir dalam sejarah musik. Film The Idolmaker mengadu dua penyanyi tampan dan menawan tipe ini, Tomaso (Paul Land) dan Caesare (Peter Gallagher). Persaingan mereka diatur oleh manajer ambisius Vince (Ray Sharkey) yang secara garis besar didasarkan pada manajer legendaris, Bob Marcucci. Empat dekade kemudian, film ini menjadi salah satu penggambaran terbaik sepanjang masa tentang ego pop dan orang-orang yang haus akan ketenaran.

5. Josie and the Pussycats (2001)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Film klasik kultus ini terinspirasi dari serial komik Archie, menghasilkan salah satu soundtrack paling ikonik di awal tahun 2000-an, menampilkan "3 Small Words" dan "Pretend to Be Nice." Josie and the Pussycats mengikuti band fiksi yang bernama sama yang diperankan oleh Rachael Leigh Cook, Tara Reid, dan Rosario Dawson saat mereka mengungkap konspirasi perusahaan. Perusahaan MegaRecord yang jahat dan CEO-nya yang licik, Fiona (diperankan oleh Parker Poser), berkonspirasi untuk mengendalikan remaja melalui musik. Komedi musikal yang menentang kekuasaan ini tetap menjadi film terlaris.

6. Teen Spirit (2018)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Elle Fanning berperan sebagai Violet, seorang remaja Polandia yang lembut dan tinggal di Isle of Wight dalam film Teen Spirit karya Max Minghella. Didorong oleh keinginan untuk melarikan diri dari kota kelahirannya yang menyesakkan, ia bermimpi menjadi bintang pop. Namun, mimpi ini pada awalnya tampak seperti mimpi belaka karena meskipun berbakat, ia hanya tampil di sebuah bar lokal yang sepi. Tetapi suatu hari, seorang pria yang diperankan oleh Zlatko Burić, mendorongnya untuk mengikuti kompetisi Teen Spirit UK. Ya, pada dasarnya ini adalah kisah lama tentang seorang gadis yang meraih kesuksesan meskipun memiliki sumber daya terbatas, tetapi Elle Fanning berhasil membuat premis sederhana ini menjadi mengharukan.

7. K-Pop Demon Hunters (2025)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Film animasi pemenang Oscar 2025 kategori terbaik, K-Pop Demon Hunters memanfaatkan demam K-Pop global. Film ini menceritakan kisah Huntrix, sebuah grup idola K-Pop beranggotakan tiga orang yang juga berprofesi sebagai pemburu iblis, menggunakan suara mereka untuk mengusir roh jahat. Keharmonisan terancam ketika sebuah grup boyband tampan (yang tentu saja terdiri dari iblis) memenangkan hati para penggemar. Semua ini menjadi rumit ketika terungkap bahwa salah satu anggota Huntrix, Rumi adalah setengah iblis. Anda perlu menyimak dengan saksama dan kemungkinan besar Anda akan menyanyikan lagu "Golden" sendiri selama berminggu-minggu.

8. Smile 2 (2024)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Jarang sekali sebuah sekuel mampu melampaui materi aslinya seperti yang dilakukan Smile 2. Kisah tentang kerasukan ini melekat pada Skye Riley (Naomi Scott), seorang sensasi pop global yang didasarkan pada Lady Gaga era 2010-an. Sutradara Parker Finn dengan luar biasa menggabungkan dampak psikologis ketenaran dengan alur cerita iblis yang aneh dari film pertama. Peringatan: film ini bukan untuk semua orang, dan jujur ​​saja, kami ketakutan saat di bioskop pada tahun 2024.

9. Popstar: Never Stop Never Stopping (2016)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Sebuah film yang hanya bisa dibuat pada tahun 2016, Popstar: Never Stop Never Stopping karya Andy Samberg menceritakan kisah musisi yang sombong, Conner Friel (Andy Samberg). Dengan format mockumentary, film ini mengikuti kisah sang bintang pop dan grup pop-rap-nya, bersama teman-teman terbaiknya (pada dasarnya Lonely Island versi fiktif, diperankan oleh anggota aslinya, Akiva Schaffer dan Jorma Taccone). Namun, ketika kesombongan Connor membutakannya, dunianya pun berantakan. Humornya bagaikan kapsul waktu, mengingatkan pada masa-masa SNL yang lebih sederhana, dan dalam banyak hal, itulah daya tariknya.

10. A Star Is Born (2018)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Lady Gaga memerankan peran utama pertamanya dalam A Star Is Born, remake drama musikal romantis yang dicintai dan disutradarai oleh Bradley Cooper. Bradley Cooper berperan bersama Lady Gaga sebagai Jackson Maine, seorang musisi melankolis dan pecandu alkohol yang kariernya sedang hancur. Namun, ketika ia bertemu Ally Campana yang diperankan Lady Gaga, ia jatuh cinta padanya dan membantunya meraih ketenaran. Film ini membahas dua sisi kehidupan bintang, dengan Jackson yang tidak mampu mengatasi masalah pribadinya dan Ally yang berubah menjadi superstar yang percaya diri.

11. Lurker (2025)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Film debut sutradara Alex Russell ini memperlihatkan ketenaran dari sudut pandang lain. Alih-alih menceritakan kisah bintang pop, ia mengalihkan sorotan ke seorang penggemar berat yang diperankan oleh Théodore Pellerin yang dengan lihai menyusup ke lingkaran dalam seorang musisi yang sedang naik daun yang diperankan oleh Archie Madekwe. Lurker meneliti hubungan parasosial dan budaya "stanning" untuk mengeksplorasi ketegangan antara ikon pop dan dukungan obsesif yang mereka dapatkan. Jarang sekali sebuah film bisa seakurat ini.

12. The Moment (2025)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Setelah Charli XCX merilis Brat pada tahun 2024, Anda tidak bisa keluar rumah atau melihat ponsel tanpa melihat warna hijau neon. Album hyperpop tersebut melambungkan namanya dari bintang avant-pop menjadi seorang "It girl" sejati. The Moment menceritakan bagaimana sang penyanyi berdamai dengan ketenarannya yang baru. Film ini menampilkan Charli yang memerankan dirinya sendiri atau lebih tepatnya, versi mimpi buruk dari persona bintang pop-nya saat karier dan pesat-pesatnya meroket. Film dokumenter parodi ini diproduksi bersama oleh Charli XCX dan dibintangi oleh Alexander Skarsgård, Rachel Sennot, Kate Berlant, dan Kylie Jenner.

13. Perfect Blue (1997)

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Sutradara anime legendaris Satoshi Kon menceritakan kisah seorang idola J-Pop muda yang berjuang untuk melepaskan citra pop-nya dalam Perfect Blue. Mimi (Junko Iwao) berjuang untuk menemukan identitasnya di luar persona ceria yang dikenal dan dicintai penggemarnya. Untuk melepaskan diri dari citra yang telah dirancang, ia bergabung dengan para pemain acara televisi misteri pembunuhan. Namun perjalanan penemuan jati dirinya terganggu  oleh bom surat dan kemudian oleh seorang penguntit yang terobsesi. Mungkin film paling aneh dalam daftar ini, debut film fitur Kon ini kemudian menginspirasi beberapa film tentang bintang yang kehilangan kontak dengan realitas, khususnya Black Swan karya Darren Aronofsky.

BACA JUGA:

Daftar Lengkap Film Komedi Romantis Terbaik yang Dibuat pada Dekade 2000-an

25 Film Paling Dinantikan Tahun 2026 

(Penulis: Maxwell Rabb; Artikel disadur dari BAZAAR US; Alih bahasa: Kaylifa Kezia Annazha; Foto: Courtesy of BAZAAR US)