Broadway berkumpul semalam untuk Tony Awards ke-79 di Radio City, New York, untuk merayakan para bintang dan pendatang baru terbaik panggung teater. Tanpa kejutan besar, penghargaan malam itu berjalan sesuai prediksi (Laurie Metcalf! Ragtime!) sementara Pink tampil sebagai pembawa acara yang meriah dan penuh energi. Berikut momen-momen terbaik, terendah, dan paling mengundang tawa malam itu.
BACA JUGA: Tampilan Terbaik Selebriti di Karpet Merah Tony Awards 2026
Pink Melakukan Aksi Akrobatik Ciri Khas-nya di Tony Awards
Pertanyaan besar malam itu sebenarnya sederhana: mengapa Pink yang dipilih sebagai pembawa acara? Tanpa pernha tampil di Broadway atau memiliki keterikatan khusus dengan dunia teater Amerika, pilihan ini sempat membingungkan banyak pihak saat diumumkan awal musim semi lalu. Namun ia langsung mencuri hati para penggemar Broadway dengan penampilan pembuka sebagai Peter Pan—lengkap dengan aksi akrobatik udara khasnya, dan yang tak terduga, Pink menyanyikan riff Elphaba sambil menjepit Neil Patrick Harris di antara kedua kakinya. Sebagai aksi pembuka, sebuah penghormatan untuk "Lady Marmalade" yang mengalir ringan dan penuh tawa dengan lirik seperti "Gitchie, gitchie Carrie Coon…" Sebuah momen yang langsung masuk kategori klasik!
Dua Mary Todd Lincoln Lebih Baik dari Satu
Cole Escola dan bintang Oh Mary! saat ini, Maya Rudolph, tampil membawakan penghargaan pertama malam itu, dan sayangnya bagi semua yang tampil setelahnya, keduanya langsung mencuri perhatian dan menguasai para audiens. Menanggapi alur cerita rumit dari Oedipus, Escola berkata: "Ini membuktikan bahwa perempuan benar-benar bisa mendapatkan segalanya!" sembari tampil dalam jumpsuit merah muda Pepto karya Christopher John Rogers dan wig ala Agnes Moorehead. Sebelumnya di karpet merah, ia mendeskripsikan penampilannya sebagai "bayi gay dari Dorothy Loudon dan Molly Ringwald yang ditinggalkan di depan tempat sampah."
Death of a Salesman Berjaya
Dengan membawa pulang enam Tony, termasuk Best Revival of a Play, Best Director of a Play, dan Best Featured Actress in a Play, karya klasik Arthur Miller ini menjadi pemenang terbesar malam itu, meski Nathan Lane sebagai Willy Loman tidak masuk nomasi. Sang aktor tetap mendapat kesempatannya di depan mikrofon saat menerima penghargaan Best Play Revival, yang secara tradisi diterima oleh produser utama pertunjukan. Untuk Death of a Salesman, produser tersebut adalah Scott Rudin yang keterlibatannya dalam pertunjukan ini menjadi topik hangat musim ini, sejak ia mundur setelah tuduhan perundungan dan pelecehan di tempat kerja mencuat pada 2021. Ketidakhadirannya malam itu menjadi sinyal jelas bahwa meski Death of a Salesman sukses besar, ia belum siap kembali ke sorotan publik.
Dengarkan Lesley Manville
Juri Tony membuat keputusan yang tepat saat menganugerahkan Best Actress (Play) kepada Lesley Manville atas penampilannya yang luar biasa sebagai Jokasta dalam Oedipus. Menerima penghargaan dalam gaun Loewe berwarna oranye gemerlap, ia mengucapkan terima kasih kepada para aktris lain di kategorinya, seperti Rose Byrne, Kelli O'Hara, Susannah Flood, dan Carrie Coon. "Adakah yang mau menulis naskah untuk lima perempuan? Kami cukup bankable," ujarnya sebagai penutup.
Qween Jean Mencetak Sejarah di Tony Awards
Menjadi orang trans terbuka pertama yang menang untuk Best Costume Design for a Musical, Qween Jean meraih satu dari tiga kemenangan untuk Cats: The Jellicle Ball. Dari mantel lusuh dan Uggs milik Grizabella hingga busana hasil curi Macavity, semangat pemberani pertunjukan ini terpancar jelas lewat kostum-kostumnya yang elektrik, nakal, memesona, dan tepat sasaran. "Pengalaman ini sungguh monumental," ujar Qween Jean dalam pidato penerimaan. "Kami ada di sini untuk meneruskan warisan komunitas queer dan trans. Kami mengambil ruang yang memang sudah selayaknya kami miliki. Sudah waktunya mengubah cara pandang. Jadi, terima kasih banyak atas kehormatan ini. Dunia sedang menghadapi banyak tantangan, tapi kita tahu bahwa ketika bersama, kita bisa menghadirkan perubahan yang nyata dan membawa dampak jangka panjang."
Ragtime vs Cats: The Jellicle Ball
Musim ini, kategori Best New Musical terasa kurang bersemangat karena persaingan yang sesungguhnya justru ada di kategori revival, khususnya antara Ragtime dan Cats. The Rocky Horror Show garapan Sam Pinkleton memang menghibur, tapi tak pernah benar-benar menandingi gelombang antusiasme yang mengelilingi keduanya, yang sudah saling bergantian mencuri perhatian di Broadway maupun luar Broadway selama dua tahun terakhir. Para pencinta musikal klasik tentu lebih memihak Ragtime, sebuah kisah Amerika yang epik, didukung penampilan memukau dari deretan bintang Broadway. Sementara Cats hadir dengan kejutan yang jauh lebih besar: interpretasi baru yang berani dan tak terduga dari musikal ikonik ini, kali ini mengambil latar dunia ballroom, dengan sebagian besar pemain yang berasal langsung dari komunitas tersebut, bahkan banyak yang baru pertama kali tampil di Broadway. Pada akhirnya, pilihan juri Tony jatuh pada Ragtime, yang pulang membawa Best Revival, Best Actor, Best Actress, dan Best Sound. Tetapi kemenangan itu tidak datang dengan mudah.
Musikal Terbaik yang Tidak Begitu Baru
Karya-karya yang sudah dikenal luas beserta penggemarnya yang setia memang bukan hal baru di Broadway, tetapi musim ini kehadirannya terasa lebih dominan dari biasanya, terutama di kategori Best Musical yang seharusnya menjadi panggung bagi pendatang baru. Dengan tiga dari empat nominasi — Titanique!, The Lost Boys, dan Schmigadoon! — diadaptasi dari film dan serial TV yang sudah ada, kategori Best New Musical terasa sama sekali tidak "baru". Penghargaan akhirnya jatuh ke tangan Schmigadoon!, yang diadaptasi dari serial Apple TV yang sudah dibatalkan yang mana serial itu sendiri terinspirasi dari musikal klasik. Bagi penonton yang datang mencari ide-ide segar, malam itu mungkin terasa sedikit mengecewakan.
Semua Mata Tertuju pada Rachel Zegler
Saat Tony Awards berlangsung di bulan Juni dimana itu menandai akhir musim teater, Broadway sebenarnya sudah melirik ke masa depan. Salah satu pertunjukan paling dinantikan di 2027 adalah kebangkitan Evita garapan Jamie Lloyd, dibintangi Rachel Zegler, yang sebelumnya sudah ditampilkan di West End tahun lalu. Malam itu, Rachel membawakan "What I Did for Love" untuk merayakan ulang tahun ke-50 A Chorus Line, sebuah momen yang terasa sekaligus sebagai penghormatan sekaligus sinyal awal dari apa yang hampir pasti akan menjadi salah satu nominasi terkuat di malam penghargaan tahun depan.
BACA JUGA:
10 Penampilan Beauty Terbaik di Ajang Actor Awards 2026
Penampilan Terbaik Para Selebriti di Karpet Merah Tony Awards 2025
(Penulis: Christopher Barnard; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Elaine Mary; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
- Tag:
- theatre
- broadway
- tony awards
