Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

7 Tren Kalung 2026 untuk Dress Up Tampilan Sederhana

Dari setting east-west hingga torques klasik

7 Tren Kalung 2026 untuk Dress Up Tampilan Sederhana
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Sejak lama, kalung telah menyimpan makna emosional, dari liontin berbentuk hati hingga perhiasan warisan lintas generasi. Dalam beberapa tahun terakhir, perhiasan ini berevolusi menjadi medium yang semakin terbuka bagi eksperimen dan interpretasi, seiring berkembangnya brand perhiasan independen yang menghadirkan perspektif kontemporer atas desain klasik tersebut.

BACA JUGA: Clash de Cartier, Pancaran Refleksi Aura Olivia Dean

Seperti kaus putih polos dan jeans favorit, kalung menawarkan beragam cara untuk elevate tampilan, tergantung pada bagaimana Anda memadukannya. Rantai emas sederhana memberi sentuhan elegan tanpa kesan berlebihan, sementara desain yang lebih berkarakter menjadi pelengkap ideal untuk busana malam.

Kini, kita tak lagi perlu menunggu momen istimewa atau hadiah romantis untuk memiliki sebuah kalung. Perhiasan menjadi semakin mudah diakses dan kebiasaan belanja pun ikut berubah. Brand Inggris dan Eropa terus berkembang, menghadirkan koleksi demi-fine dan waterproof dengan kualitas yang mampu bersaing dengan lini premium, dari segi desain, finishing, hingga daya tahan. Dengan begitu banyak pilihan, membeli kalung berkualitas yang bisa dikenakan selamanya kini terasa semudah membeli sepasang sepatu baru, namun dengan nilai investasi yang jauh lebih tinggi.

Kalung YSSO
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Meski banyak yang terinspirasi oleh perhiasan simbolis Margot Robbie selama tur pers Wuthering Heights, jelas bahwa kita memang telah condong pada pembelian yang lebih selektif dan terkurasi. “Benang merahnya adalah intensi: perempuan menginginkan perhiasan yang dipilih dengan penuh pertimbangan, bukan sekadar mengikuti tren,” jelas Maddy Sangster, co-founder Heavenly London. Kecenderungan ini terlihat pada batu “characterful” dan desain yang membiarkan ketidaksempurnaan tampil apa adanya, seperti mutiara organik dan moissanite. “Kami melihat konsumen semakin memprioritaskan daya tahan, versatilitas, dan koneksi emosional dibandingkan dengan kebaruan,” tambah pendiri Otiumberg, Rosanna dan Christie Wollenberg, menandai pergeseran menuju perhiasan yang lebih bermakna, yang tak hanya mempercantik garis leher, tetapi juga membangun resonansi emosional.

Untuk membantu Anda memilih perhiasan berikutnya, kami berbincang dengan sejumlah pakar dan pendiri brand perhiasan untuk mengulas tren kalung yang diprediksi akan mendominasi 2026 dan seterusnya, sekaligus merekomendasikan pilihan terbaik untuk dimiliki mulai sekarang.

Kalung Heavenly London
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Rantai dengan Pengunci Depan

Rantai dengan pengunci di bagian depan kini menjadi siluet favorit untuk 2026, menggantikan gaya yang halus dengan desain yang lebih kontemporer, hampir berkesan utilitarian. “Kami melihat pergeseran yang jelas menuju rantai harian elegan, yang memadukan fungsi dengan integritas desain,” ujar Christie. “Khususnya pada gaya dengan pengunci di bagian depan, di mana mekanisme penutup tampil sebagai elemen desain yang disengaja, bukan sesuatu yang disembunyikan. Siluet ini terasa modern, versatil, dan mudah dikenakan.”

East-West Setting

Siluet east-west pertama kali hadir pada tas (dari Alaïa), sebelum kembali populer sebagai setting cincin tunangan yang banyak diminati. Kini, gaya horizontal tersebut diperkirakan akan tampil di décolletage pada 2026. “Setting east-west terus semakin menarik perhatian, terutama pada potongan marquise, oval, dan cushion,” jelas Maddy. “Memutar batu secara horizontal mengubah cara ia jatuh di tubuh dan memantulkan cahaya, menghasilkan kesan modern tanpa terlihat berlebihan.”

Perpaduan Logam

Salah satu tren yang tak menunjukkan tanda melambat sepanjang 2025 hingga memasuki 2026 adalah paduan perak dan emas. “Alih-alih menghadirkan finishing baru, kami melihat kembalinya kontras material. Desain mixed-metal, khususnya integrasi perak dalam perhiasan emas dan sebaliknya, kini terasa semakin relevan,” ujar Christie. Gaya ini modern dan versatil, sekaligus mencerminkan perubahan perilaku konsumen. Mereka yang biasanya mengenakan perak pun lebih mudah mencoba emas ketika keduanya dipadukan, karena tampilannya menyatu dengan koleksi perhiasan yang sudah dimiliki.

Timeless Torque

Jika ada satu perhiasan yang layak diinvestasikan untuk 2026, itu adalah kalung torque emas. Meski mulai mencuri perhatian pada 2025, desainnya yang sleek dan minimalis membuatnya bertahan sebagai pilihan yang timeless di kotak perhiasan Anda.

“Bentuknya sculptural, understated, dan mampu elevate bahkan tampilan paling sederhana. Berbeda dari rantai tradisional, torque mempertahankan bentuk dan intensinya, membingkai garis leher tanpa ‘tenggelam’ ke dalamnya,” ujar Maddy. “Pada 2026, perempuan semakin tertarik pada perhiasan yang terasa purposeful dan modern, dan torque berada tepat di titik itu. Ini bukan perhiasan yang trend-led, melainkan design-led, pilihan saat Anda ingin terlihat tegas tanpa kesan berlebihan.”

Single Stacking

Jika bangle dan arm cuffs menandai era statement stacking di pergelangan tangan, perhiasan di leher justru kembali ke pendekatan yang lebih sederhana. “Kami melihat pergeseran dari layering yang berat menuju pendekatan yang lebih terarah. Satu kalung saja sudah terasa impactful, baik itu batu berwarna, liontin personal, atau rantai dengan detail pengerjaan dan mekanisme pengunci sebagai elemen utama,” ujar Christie. “Mood pada 2026 adalah confident restraint: less, but better.”

Maddy sepakat. “Daripada beberapa perhiasan yang saling bersaing, perempuan kini menjadikan satu kalung sebagai fokus tampilan, dan jika perlu, menambahkan lapisan kedua yang lebih lembut. Penekanannya ada pada keseimbangan dan proporsi, dengan styling yang terasa instinctive, bukan overly curated.”

Bentuk Fluid

Rigiditas mulai ditinggalkan, digantikan oleh gerakan yang lebih natural, siluet yang mengalir, dan desain playful yang semakin diminati sebagai arah desain kalung utama tahun ini. “Kami bereksperimen dengan tekstur bergelombang yang memungkinkan bentuk dan pola muncul dengan cara yang lebih baru dan inovatif,” ujar Alexia Karides, founder dan desainer YSSO.

Tekstur Organik

“Emas dengan high-polish finish masih relevan, tetapi kini diimbangi dengan tekstur,” jelas Maddy. “Sentuhan brushed yang lembut, ridging halus, dan finishing yang terasa taktil kembali hadir, terinspirasi dari perhiasan vintage dan mid-century, namun dieksekusi dengan pendekatan yang lebih bersih dan modern. Hasilnya, emas terasa lebih hangat dan mudah dikenakan, lebih lived-in, selaras dengan cara perempuan ingin memakai perhiasan mereka saat ini.”

BACA JUGA: 

Lisa Blackpink Kenakan Koleksi Debut Bvlgari Eternal Vimini

Menyimak Inovasi dalam Keberlanjutan di Dunia High Jewelry

(Penulis: Hannah Thompson; Artikel disadur dari BAZAAR US; Alih bahasa: Karen Silitonga; Foto: Courtesy of BAZAAR US)