Bvlgari membuka fase baru dari perjalanan kreatifnya melalui Bvlgari Eternal, sebuah interpretasi baru dari warisan visioner sang label yang telah berdiri sejak tahun 1884. Momen perdananya hadir di karpet merah Golden Globes 2026 tepatnya ketika Global Ambassador Lisa Manobal tampil mengenakan High Jewelry dari babak pertama bertajuk Vimini yang menjadi penanda arah baru Bvlgari dalam merawat serta menghidupkan kembali arsipnya.
BACA JUGA: Serpenti Melalui Pandangan Geraldine Guyot: Seni, Gaya, dan Simbol Keanggunan
Vimini berakar pada sebuah gelang arsip tahun 1942, salah satu desain fundamental yang membentuk DNA Bvlgari. Lahir di tengah keterbatasan era Perang Dunia II, rancangan ini menjadi simbol kreativitas yang melampaui kondisi zamannya. Melalui Bvlgari Eternal, desain tersebut dihadirkan kembali dalam lima perhiasan kontemporer yang terdiri dari: kalung, gelang, cincin, serta dua pasang anting, masing-masing dirancang sebagai ekspresi dan inovasi baru dari material emas.
Nama Vimini sendiri diambil dari teknik anyaman rotan, sebuah praktik kuno yang telah digunakan sejak era Yunani dan Romawi. Referensi ini terlihat pada gelang arsip tahun 1942 melalui motif serta penggunaan rose dan yellow gold. Elemen-elemen tersebut membentuk kontras kromatik dan desain modular yang kemudian menjadi ciri khas estetika Bvlgari dengan nuansa warm gold sebagai identitasnya.
Gelang Vimini mengambil referensi dari perhiasan arsipnya lalu dikembangkan dalam versi yellow dan rose gold dengan craftsmanship yang lebih halus. Bentuknya mengikuti pergelangan tangan dan terbuat dari rhomboid-shaped elements yang disatukan oleh invisible flexible links, menciptakan siluet yang terasa menyatu dengan kulit. Lucia Silvestri selaku Creative Director Bvlgari mengungkapkan bahwa ia terpikat pada rhythmic geometry dan nuansa emas yang hangat dari desain aslinya yang kemudian dirancang untuk mengikuti pergerakan tubuh—tetap kontemporer, elegan, dan selaras dengan konsep orisinalnya.
Sedangkan kalung Vimini memiliki desain modular yang mengikuti garis leher. Struktur modulnya tersusun rapi dan fleksibel, memungkinkan perhiasan ini bergerak mengikuti pergerakan tubuh. Permukaannya memantulkan cahaya, menciptakan pantulan kilau yang memperlihatkan kualitas pengerjaan serta gerakan dinamis khas koleksi ini.
Pada cincin Vimini, modul khas dari desain arsipnya diterjemahkan ke dalam struktur five-band yang collapsible. Hadir dalam rona yellow gold, cincin Vimini menampilkan ekspresi modern, namun tetap mempertahankan DNA modular khas sang label.
Tak ketinggalan anting Vimini mengeksplorasi desain arsipnya melalui siluet vertikal. Hadir dalam bentuk dangle earrings, struktur modular grid-nya menampilkan kehangatan nuansa yellow gold. Koleksi ini juga tersedia dalam versi single ear-cuff, menghadirkan sisi lebih berani dalam koleksi Vimini dengan tampilan timeless yang tetap relevan untuk estetika modern.
Dalam dunia High Jewelry, Bvlgari Vimini memperkenalkan penggunaan Diamond-Like Carbon (DLC), sebuah material berwarna hitam pekat yang dikenal akan kekuatan dan ketahanannya. Dalam konteks perhiasan persembahan Bvlgari, DLC diaplikasikan sebagai coating untuk menciptakan kontras visual yang kuat terhadap yellow gold dan kilau berlian. Perpaduan ini memberi dimensi baru dalam desain Vimini sekaligus memperluas eksplorasi material tanpa mengaburkan identitas klasiknya.
Melalui Bvlgari Eternal, Bvlgari melanjutkan pengolahan arsipnya. Vimini menjadi pembuka inisiatif ini, menempatkan desain ikonik dalam konteks yang lebih kontemporer tanpa menghilangkan jati diri dari brand-nya.
Created by Harper's Bazaar Indonesia for Bvlgari
BACA JUGA:
Anne Hathaway dan Priyanka Chopra Membawa Serpenti Viper ke Evolusi Terbarunya
Bvlgari Menutup Tahun dengan Gemerlap Year-End Party
(Penulis: Karen Silitonga; Edited by JM)
