Bila Anda berkunjung ke Place Vendôme, Paris, ada salah sudut yang gedungnya menjadi pusat rumah perhiasan Boucheron. Di sinilah sumber karya indah dan narasi yang bercerita tentang label heritage Prancis ini.
BACA JUGA: Vendôrama: Pameran 160 tahun Rumah Perhiasan Boucheron
Berikut adalah 5 hal menarik yang layak untuk Anda ketahui tentang Boucheron:
1. Rumah perhiasan Boucheron didirikan oleh Frédéric Boucheron di tahun 1858. Butik pertamanya berada di the Galerie de Valois, Palais-Royal
Pada abad itu, Rue de la Paix di Paris adalah rumah bagi kebanyakan rumah-rumah couture dan jewelry prestisius. Di dekat sanalah terletak Place Vendôme sebuah square (area terbuka yang dikelilingi bangunan) yang saat itu merupakan area residensial. Belum ada yang melirik dan menganggap area tersebut potensial secara bisnis. Tapi tidak bagi Boucheron. Jalan itu merupakan rute yang sering dilewati oleh perempuan-perempuan fashionable yang berjalan-jalan menuju taman Tuileries. Ia tertuju pada salah satu sudut di 26 Place Vendôme. Di gedung itulah dipilih sebagai butiknya karena sudut itu bisa menangkap matahari sepanjang hari sehingga perhiasan yang dipamerkan menurutnya bisa banyak menangkap dan memantulkan cahaya. Keputusannya di tahun 1893 menjadikan Boucheron sebagai brand perhiasan kontemporer pertama di Place Vendôme yang saat ini menjadi pusat jenama-jenama high jewelry dan merek-merek prestisius lainnya. Hotel The Ritz yang legendaris juga berada di area itu.
2. Frédéric Boucheron adalah figur yang visioner
Bagi yang familiar akan high jewelry brand Prancis ini, pasti mengenal salah satu desain signature-nya yaitu kalung Question Mark yang diciptakan tahun 1879. Untuk era itu, desain Question Mark tergolong tak biasa dan inovatif. Frédéric Boucheron memiliki cara pandang terhadap desain jewelry yang berbeda dibanding para pencipta perhiasan lainnya. Baginya jewelry adalah perpanjangan dari busana, sebuah elemen lain untuk membentuk gaya individu seseorang. Pendekatannya yang berbeda ini masih diteruskan sampai saat ini.
3. 26 Place Vendôme ternyata dulu adalah sebuah hotel
Ternyata 26 Place Vendôme dulunya merupakan sebuah hotel, tetap berdiri megah dan menjadi Maison Boucheron, butik untuk menerima tamu dan pelanggan-pelanggannya. Interiornya sempat direnovasi 11 tahun yang lalu. Ada beberapa zona dan ruangan, salah satu yang menarik adalah ruang Salon Chinois, ruangan bernuansa merah di lantai satu. Gedung ini memiliki lima lantai, dan lantai kelima ini merupakan apartemen di mana Boucheron bisa menerima tamu-tamunya secara lebih privat.
4. Boucheron dipimpin oleh para wanita hebat
Saat ini Boucheron dipimpin oleh dua perempuan: Hélène Poulite-Duquesne sebagai CEO dan Creative Director-nya dan Claire Choisne yang meneruskan inovasi dan warisan Frédéric Boucheron.
5. Setiap tahun rumah perhiasan ini menghadirkan koleksi high jewelry terbarunya
Tahun ini Claire membawa kita kembali pada perjalanan karya penciptanya dalam empat karya utama. “With this new High Jewelry collection I pay homage to Frédéric Boucheron by sketching his portrait through four major pieces,” jelas Claire Choisne.
Koleksi pertama dinamakan The Address. Seperti namanya, koleksi ini direinterpretasikan dari bentuk area Place Vendôme yang berbentuk oktagonal. Ia merancang kontras antara warna monokromatik emas putih dan berlian dengan paduan lacquer berwarna hitam pekat.
Centre point-nya adalah motif potongan emerald dengan 10.01 karat berlian di jantungnya. Potongan berliannya dirancang untuk bisa menangkap sinar sebanyak mungkin. Yang kompleks adalah teknik yang memungkinkan bentuk-bentuk geometri yang kaku menjadi lebih fluid dan bisa mengikuti lengkung leher secara alami dan nyaman dikenakan.
Pembuatan kalung ini membutuhkan waktu lebih dari 1000 jam dan didesain multifungsi. Selain kalung, bagian tengahnya juga bisa dijadikan cincin.
Frédéric Boucheron selalu memperhatikan para wanita yang mengenakan korset serta pakaian yang berat dan kaku. Ia berpikir bahwa jewelry yang kaku akan membuat wanita tambah sulit bergerak. Menurutnya jewelry harus mengikuti bentuk alami tubuh.
Berdasarkan teorinya itu, ia menciptakan desain kalung yang inovatif baik dalam bentuk maupun konstruksi. Lahirlah kalung Question Mark, kalung pertama di dunia tanpa pengunci kalung (clasp). Karena lembut dan fluid, kalung ini bisa langsung melilit ke leher tanpa dibuka tutup. Kalung ini meraih penghargaan Grand Prix pada Paris World’s Fair pada tahun 1889, 10 tahun setelah diciptakan.
Sebuah arsip foto kalung ini kemudian yang memberikan inspirasi bagi Claire untuk memberikan tribut bagi ikon Boucheron tersebut. Koleksinya dinamakan The Sparks. Rasa modern diciptakan melalui berlian-berlian berpotongan grafik dan geometris.
Sedangkan koleksi ketiga dinamakan The Silhouette.
Koleksi ini diciptakan berdasar kecintaan Boucheron terhadap dunia adibusana. Sebagai putra seorang ahli menata atau melipat kain (draper), ia sangat terpapar dengan bahan-bahan sutra dan lace, serta bentuk-bentuk yang fluid. Segala hal yang ia ketahui tentang couture, ia aplikasikan pada jewelry. Hasilnya adalah desain yang simpel dan bisa dipakai dalam berbagai cara. Hal ini adalah ide yang visioner yang tidak dilakukan oleh kebanyakan artisan perhiasan. Disamping itu ia juga menjadikan jewelry sebagai “pakaian". Claire Choisne menurunkan ide ini menjadi sebuah koleksi high jewelry yang menjuntai mengikuti kurva lengan. Desain ini juga memiliki kompleksitas yang tinggi yang dibuat untuk bisa dipakai dalam enam cara yang berbeda. Selain sebagai bros yang disemat di kedua bahu dan lengan, The Silhouette juga bisa bertransformasi sebagai choker, kalung, atau sebagai gelang. Teknik yang ditampilkan ini memberikan kebebasan untuk mengenakannya sesuai keinginan dan gaya personal.
Frédéric Boucheron juga sangat mencintai alam. Dalam kunjungan ke butiknya, terlihat bentuk-bentuk flora dan fauna dalam koleksi perhiasan maupun diaplikasikan dalam interior. Di butik 26 Place Vendôme, tergantung foto Frédéric Boucheron tampak duduk di sisi kucing kesayangannya. Bentuk kucing dan leopard banyak dimunculkan dalam desain perhiasannya. Begitu pula dengan motif fauna: daun Ivy. Tangga spiral di butiknya ditutup dengan karpet bermotif daun Ivy berwarna hijau yang memberikan rasa hangat pada ruangan.
Motif daun Ivy ini diaplikasikan pada koleksi keempat: The Untamed. Claire mendesain susunan bentuk-bentuk daun Ivy yang menjuntai panjang diinkorporasi dengan desain kalung Question Mark.
Konstruksinya memungkinkan kalung ini dipakai dengan panjang atau pendek sesuai keinginan. Disamping itu memungkinkan pula untuk dijadikan, collar neclace, bros, atau hair jewel.
Seluruh presentasi ini dihadirkan di 26 Place Vendôme. Setelah Paris, empat koleksi utama itu akan diterbangkan dan digelar di Tiongkok, diikuti dengan pameran di Jepang. Bersamanya akan dinarasikan tentang craftmanship, inovasi, sejarah perjalanan 168 tahun, dan tentunya tentang sang pencipta rumah jewelry yang visioner ini.
BACA JUGA:
7 Tren Kalung 2026 untuk Dress Up Tampilan Sederhana
Perspektif Baru dari Perhiasan Warisan di Mata Gen Z
- Tag:
- Boucheron
- high jewelry
