Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Cara Mengatasi Panic Attack Secara Efektif dan Aman

Ketahui cara mengatasi panic attack untuk bekal di saat darurat.

Cara Mengatasi Panic Attack Secara Efektif dan Aman
Courtesy of Pexels

Panic attack atau serangan panik adalah kondisi yang bisa dialami siapa saja, tanpa memandang usia maupun latar belakang. Kondisi ini sering muncul secara tiba-tiba dan menimbulkan rasa takut yang intens, bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, memahami cara mengatasi panic attack dengan tepat sangat penting agar penderitanya dapat kembali menjalani hidup dengan lebih tenang dan produktif.

Apa Itu Panic Attack?

Panic attack adalah episode kecemasan ekstrem yang muncul secara mendadak dan disertai dengan gejala fisik maupun emosional yang kuat. Serangan ini biasanya berlangsung selama beberapa menit hingga setengah jam, namun dampaknya bisa terasa lebih lama. Saat panic attack terjadi, seseorang dapat merasakan ketakutan yang luar biasa seolah-olah berada dalam bahaya besar meskipun sebenarnya tidak ada ancaman nyata. Panic attack sering dikaitkan dengan gangguan kecemasan, tetapi juga bisa terjadi tanpa sebab yang jelas.

Gejala Panic Attack yang Umum Terjadi

Panic attack memiliki berbagai gejala yang bisa berbeda pada setiap orang. Namun, ada beberapa tanda umum yang sering muncul dan perlu dikenali sejak dini.

1. Gejala Fisik Panic Attack

Beberapa gejala fisik yang sering dirasakan saat panic attack antara lain:

  • Jantung berdebar kencang atau terasa seperti berdetak tidak teratur
  • Napas pendek atau sesak napas
  • Berkeringat berlebihan
  • Gemetar atau tubuh terasa lemas
  • Pusing, mual, atau rasa tidak nyaman di perut
  • Nyeri dada yang sering disalahartikan sebagai serangan jantung

2. Gejala Psikologis Panic Attack

Selain gejala fisik, panic attack juga menimbulkan gangguan psikologis, seperti:

  • Rasa takut berlebihan akan kehilangan kendali
  • Ketakutan akan kematian atau sakit parah
  • Perasaan terlepas dari diri sendiri atau lingkungan sekitar
  • Pikiran negatif yang sulit dihentikan

Penyebab Panic Attack

Mengetahui penyebab panic attack dapat membantu dalam menentukan cara mengatasinya. Panic attack bisa dipicu oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.

1. Faktor Psikologis

Beberapa faktor psikologis yang sering memicu panic attack meliputi:

  • Stres berkepanjangan akibat pekerjaan atau masalah pribadi
  • Trauma masa lalu
  • Gangguan kecemasan atau depresi
  • Tekanan emosional yang tidak tersalurkan

2. Faktor Fisik dan Gaya Hidup

Selain faktor psikologis, kondisi fisik dan gaya hidup juga berperan, seperti:

  • Kurang tidur atau kelelahan ekstrem
  • Konsumsi kafein berlebihan
  • Penggunaan alkohol atau zat tertentu
  • Perubahan hormon dalam tubuh

Cara Mengatasi Panic Attack Saat Sedang Terjadi

Ketika panic attack muncul, penting untuk mengetahui langkah-langkah yang bisa dilakukan agar serangan tersebut tidak semakin parah.

1. Mengatur Pernapasan

Mengontrol pernapasan adalah langkah paling efektif saat panic attack terjadi.

  • Tarik napas perlahan melalui hidung selama empat detik
  • Tahan napas selama dua hingga tiga detik
  • Hembuskan napas perlahan melalui mulut selama enam detik
  • Ulangi hingga tubuh mulai terasa lebih rileks

Teknik ini membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi gejala fisik panic attack.

2. Fokus pada Lingkungan Sekitar

Mengalihkan perhatian dapat membantu memutus siklus kecemasan. Anda dapat berpikir beberapa hal sebagai berikut:

  • Sebutkan lima benda yang bisa Anda lihat
  • Sebutkan empat suara yang bisa Anda dengar
  • Sentuh tiga benda di sekitar Anda

Tarik perhatian pada sensasi nyata untuk kembali ke kondisi sekarang

3. Mengingatkan Diri Bahwa Panic Attack Tidak Berbahaya

Penting untuk menyadari bahwa panic attack tidak mengancam nyawa.

  • Katakan pada diri sendiri bahwa ini hanya serangan panik
  • Ingat bahwa gejala akan mereda dengan sendirinya
  • Hindari melawan atau panik berlebihan terhadap gejala

Cara Mengatasi Panic Attack dalam Jangka Panjang

Selain penanganan saat serangan terjadi, ada beberapa langkah jangka panjang yang efektif untuk mengurangi frekuensi panic attack.

1. Mengelola Stres Secara Rutin

Stres adalah salah satu pemicu utama panic attack, sehingga perlu dikelola dengan baik.

  • Lakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi atau yoga
  • Sisihkan waktu untuk melakukan hobi yang menyenangkan
  • Atur jadwal kerja dan istirahat secara seimbang

2. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat berperan besar dalam menjaga kesehatan mental.

  • Tidur cukup selama tujuh hingga delapan jam setiap malam
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang
  • Kurangi kafein dan gula berlebihan
  • Rutin berolahraga ringan hingga sedang

3. Melatih Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi membantu tubuh lebih siap menghadapi kecemasan.

  • Latihan pernapasan dalam secara rutin
  • Progressive muscle relaxation untuk melemaskan otot
  • Mindfulness untuk meningkatkan kesadaran diri

Peran Terapi dalam Mengatasi Panic Attack

Terapi psikologis sering menjadi solusi efektif bagi penderita panic attack yang sering kambuh.

1. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Terapi perilaku kognitif membantu mengubah pola pikir negatif.

  • Mengidentifikasi pikiran yang memicu panic attack
  • Mengganti pikiran irasional dengan pemikiran yang lebih realistis
  • Melatih respons yang lebih sehat terhadap kecemasan

2. Terapi Paparan

Terapi ini bertujuan mengurangi rasa takut terhadap sensasi panic attack.

  • Penderita diajak menghadapi pemicu secara bertahap
  • Membantu otak memahami bahwa situasi tersebut tidak berbahaya
  • Dilakukan di bawah pengawasan profesional

Penggunaan Obat untuk Panic Attack

Courtesy of Pexels

Dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan obat sebagai bagian dari penanganan panic attack.

1. Jenis Obat yang Umum Digunakan

Beberapa jenis obat yang sering diresepkan meliputi:

  • Antidepresan untuk menyeimbangkan kimia otak
  • Obat anti-kecemasan untuk mengurangi gejala akut
  • Obat hanya digunakan sesuai anjuran dokter

2. Hal yang Perlu Diperhatikan

Penggunaan obat perlu dilakukan dengan bijak.

  • Jangan menghentikan obat secara tiba-tiba
  • Selalu konsultasikan efek samping dengan dokter
  • Kombinasikan obat dengan terapi psikologis untuk hasil optimal

Dukungan Sosial dalam Mengatasi Panic Attack

Dukungan dari orang-orang terdekat sangat berpengaruh dalam proses pemulihan.

1. Berbagi Cerita dengan Orang Terpercaya

Menceritakan pengalaman panic attack dapat meringankan beban emosional.

  • Pilih orang yang bisa dipercaya dan mau mendengarkan
  • Jangan memendam perasaan sendirian
  • Dukungan emosional membantu meningkatkan rasa aman

2. Bergabung dengan Komunitas atau Support Group

Komunitas dapat memberikan rasa bahwa Anda tidak sendirian.

  • Berbagi pengalaman dengan sesama penderita
  • Mendapatkan tips praktis dari orang lain
  • Menumbuhkan rasa empati dan pengertian

Cara Mencegah Panic Attack Kambuh

Pencegahan adalah langkah penting agar panic attack tidak sering terjadi.

1. Mengenali Pemicu Pribadi

Setiap orang memiliki pemicu yang berbeda.

  • Catat situasi atau kondisi sebelum panic attack muncul
  • Kenali pola yang sering berulang
  • Hindari atau siapkan strategi menghadapi pemicu tersebut

2. Menjaga Keseimbangan Emosi

Keseimbangan emosi membantu menstabilkan kondisi mental.

  • Jangan memaksakan diri saat lelah
  • Beri waktu untuk diri sendiri
  • Latih penerimaan terhadap emosi negatif

3. Konsistensi dalam Perawatan Diri

Self-care bukan hanya tren, tetapi kebutuhan.

  • Luangkan waktu untuk relaksasi setiap hari
  • Jaga rutinitas yang menenangkan
  • Jadikan kesehatan mental sebagai prioritas

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Meskipun panic attack bisa dikelola secara mandiri, ada kondisi tertentu yang memerlukan bantuan profesional.

  • Panic attack terjadi terlalu sering dan mengganggu aktivitas
  • Rasa takut membuat Anda menghindari banyak situasi
  • Gejala semakin parah dan sulit dikendalikan
  • Muncul pikiran negatif yang berbahaya

Psikolog atau psikiater dapat membantu menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

(Edited by JM)