Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Pierpaolo Piccioli Mundur dari Balenciaga

Setelah hanya 16 bulan, sang creative director dan label tersebut berpisah jalan.

Pierpaolo Piccioli Mundur dari Balenciaga
Courtesy of Bazaar US

Setelah kurang dari dua tahun, Pierpaolo Piccioli mundur dari Balenciaga, tempat ia ditugaskan mengolah warisan elegansi skulptural rumah mode itu tanpa membuat para penggemar streetwear garis keras yang dirangkul pendahulunya, Demna, merasa terasingkan.

BACA JUGA: Pierpaolo Piccioli Memasuki Era Baru di Balenciaga

Pierpaolo memasuki Balenciaga di tengah karusel pergantian creative director pada 2025, saat banyak label mode ternama merombak pucuk pimpinannya. Koleksi perdananya, yang diperagakan pada musim Spring 2026, mengeksplorasi siluet sack khas Balenciaga lewat gaun malam dan pakaian terpisah sederhana, berpadu dengan outerwear kulit berbentuk pahatan dan rok berujung bubble, semuanya dipadukan dengan kacamata hitam futuristik dan sarung tangan kulit panjang.

Pada koleksi-koleksi berikutnya, ia terus mengejar gagasan tentang keindahan yang pragmatis. Untuk Spring 2027, ia menampilkan versi yang lebih berkelas dan bervolume dari padu padan yang sudah akrab, seperti kaus dan jins. Selama masa jabatannya, ia menggaet penggemar ternama seperti Meghan Markle dan Tessa Thompson.

Courtesy of Bazaar US

Pierpaolo lahir di Italia pada 1967. Ia mempelajari mode di Istituto Europeo di Design, Roma, lalu magang pada Brunello Cucinelli sebelum bergabung dengan tim Fendi, tempat ia bekerja bersama teman kuliah desainnya, Maria Grazia Chiuri, yang kelak menjadi rekan kreatifnya selama bertahun-tahun. Setelah sekitar satu dekade, keduanya pindah ke Valentino untuk memimpin departemen aksesori pada 1999, lalu diangkat menjadi co-creative director pada 2008. Pada 2016, Maria Grazia pindah memimpin Dior, sehingga Pierpaolo memimpin Valentino seorang diri.

Courtesy of Bazaar US

Di Valentino, ia benar-benar membangun warisannya sebagai mercusuar keanggunan dan maestro warna. Setiap musim, ia menghadirkan palet baru yang mengajak penonton memikirkan ulang pelangi, termasuk cara memadukan setiap warnanya. Koleksi Fall 2022 hampir seluruhnya berwarna merah muda shocking, hingga ia dianugerahi warna Pantone bernama "Pink PP".

Koleksi couture-nya khususnya adalah perayaan mode yang kerap membuat penonton menangis, terutama penggemar setianya, Celine Dion. Memang fantastis, tetapi cukup bisa dikenakan untuk membuat para pembeli terus kembali ke butik. Setelah sekitar 25 tahun di Valentino, ia hengkang pada 2024, lalu bergabung dengan Balenciaga pada 2025.

Courtesy of Bazaar US

Cristóbal Balenciaga mendirikan label yang memakai namanya pada 1917 di San Sebastián, Spanyol, lalu membuka kembali rumah couture-nya pada 1937 dengan Paris sebagai markasnya. Ia kerap disebut sebagai "arsitek" mode ketimbang sekadar desainer, dan dikenang lewat visi yang berakar pada bentuk sebelum yang lain. Ia menyingkirkan korset yang lazim pada masanya dan memilih mengolah volume serta siluet. Karya-karyanya bersifat skulptural sekaligus luwes, dengan bentuk-bentuk yang melegenda seperti siluet tunic dan sack. Warisannya diteruskan oleh para direktur kreatif berikutnya, yaitu Michel Goma, Alexander Wang, dan terutama Nicolas Ghesquière lalu Demna.

Courtesy of Bazaar US

Secara teori, ini bisa menjadi pasangan yang sangat cocok bagi Pierpaolo. Namun, Demna, yang memimpin Balenciaga pada 2015 hingga 2025, justru membalik prinsip-prinsip dasar itu. Berbeda dengan Cristóbal, ia merancang dengan satire sebagai pusat perhatian. Sejak awal masa jabatannya, sang desainer menyuntikkan visi uniknya, menciptakan koleksi yang memadukan kode klasik Cristóbal dengan estetika khasnya yang high-low dan bergaya club kid Eropa. Dengan begitu, ia mengubah rumah mode Prancis itu menjadi label raksasa yang dicintai beragam penggemar setia, baik pada lini busana pria maupun wanita. Dan itu basis konsumen yang sulit diabaikan.

Pierpaolo menjalani tugas yang tak diragukan sulit, tugas yang cukup mencerminkan kondisi dunia mode, tempat pergantian creative director sudah begitu lazim. Tiga musim adalah waktu yang sangat singkat untuk membangun tampilan baru bagi sebuah label mode, apalagi raksasa penjualan seperti Balenciaga. Pierpaolo sangat berbakat, dan kami menantikan apa pun yang akan ia hadirkan berikutnya.

BACA JUGA: 

10 Creative Director Ini Menandai Kembalinya Era Keemasan Fashion di Panggung Luxury Dunia

City Bag Balenciaga Kini Hadir dalam Versi Kristal yang Berkilau

(Penulis: Camille Freestone; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Bunga A Hara; Foto: Courtesy of BAZAAR US)