Bila Anda sadar, dalam dunia kecantikan, kemewahan yang sesungguhnya kerap ditemukan bukan pada sesuatu yang hanya dapat diliat oleh mata, melainkan pada pengalaman yang melibatkan seluruh indra. Bahkan sebelum kita melihat manfaat yang ditawarkan oleh sebuah produk perawatan, detail-detail kecil seperti tekstur yang menyentuh kulit, sensai yang ditinggalkan, hingga ritual yang ditawarkan justru yang menjadi titik awal bagaimana kecantikan dimaknai secara lebih mendalam. Perspektif ini kemudian menjadi semakin relevan di tengah pergeseran cara kita merawat diri, ketika kecantikan tak lagi semata-mata tentang hasil, tetapi juga tentang bagaimana sebuah pengalaman dirasakan.
BACA JUGA: Setelah Eropa, Timur Tengah, dan Asia Timur, Sensai Kini Hadir di Indonesia
Filosofi di atas kini menemukan wujudnya di flagship store terbaru SENSAI yang berlokasi di Plaza Indonesia. Lebih dari sekadar ruang untuk mengenal rangkaian perawatan kulit dan kecantikannya, butik kedua terbesar milik SENSAI di dunia ini menghadirkan kesempatan untuk menyelami pendekatan khas Jepang yang menempatkan presisi, sensorialitas, dan ritual sebagai bagian tak terpisahkan dari pengalaman merawat diri. Kehadirannya sekaligus menandai langkah baru SENSAI di Indonesia, dengan ruang yang dirancang untuk membawa konsumen lebih dekat pada filosofi kecantikannya melalui pengalaman yang lebih personal.
Untuk memahami lebih jauh filosofi di balik label kecantikan prestisius ini, saya berkesempatan untuk berbincang secara eksklusif dengan Yoshiko Sakurai selaku Brand Manager SENSAI. Dalam percakapan ini, ia mengungkap bagaimana SENSAI menerjemahkan warisan kecantikan Jepang ke dalam perspektif modern, membangun kedekatan dengan konsumen Indonesia, serta menemukan relevansi di tengah iklim tropis dan lanskap kecantikan yang kian dinamis. Mari simak obrolannya:
Kecantikan lebih dari sekadar penampilan, ia adalah cara hidup.
Harper's Bazaar Indonesia (HBI): Seperti yang kita tahu, inti dari SENSAI adalah filosofi untuk “menjalani hidup dengan penuh kesadaran dan keanggunan”. Apa makna filosofi ini dalam konteks kehidupan saat ini dan bagaimana filosofi tersebut tercermin dalam pendekatan SENSAI terhadap kecantikan?
Yoshiko Sakurai (YS): Kami percaya kecantikan bukan sesuatu yang hanya berbicara soal penampilan. Kecantikan lebih dari sekadar penampilan, ia adalah cara hidup. Seperti yang Anda tahu, SENSAI lahir di London 45 tahun yang lalu. Saat itu dan bahkan sampai sekarang, wanita Eropa biasanya hanya menghapus makeup lalu membersihkan wajah. Hanya dua langkah. Tapi kami menganjurkan mereka memakai makeup remover, lalu membersihkan wajah, memakai losion, dan menggunakan produk perawatan wajah lainnya. Minimal empat langkah. Jadi sangat sulit bagi kami membuat mereka mau mencoba empat langkah tersebut, bukan dua. Tapi kami terus melakukannya karena kami percaya cara itu adalah kunci untuk menghasilkan "silky skin".
Tapi ini bukan hanya soal rutinitas perawatan kulit. Kami percaya meluangkan waktu untuk merawat diri sendiri itu sangat penting dan ritual tersebut adalah sebuah kemewahan. Hal-hal seperti itulah yang kami maksud dengan hidup secara mindful.
Ini lebih dari sekadar produk, ini adalah cara hidup.
HBI: Terdapat keterkaitan mendasar dan kaut antara sutra, sentuhan, dan ritual. Bagaimana Saho dan Koishimaru Silk berpadu dalam merepresentasikan filosofi kecantikan khas SENSAI?
YS: Pada dasarnya menurut saya, keduanya berakar pada estetika Jepang. Koishimaru Silk adalah sutra asli Jepang, sutra yang sangat royal dan sangat berharga yang dulu hanya digunakan oleh keluarga kekaisaran. Koishimaru Silk sendiri sangat tipis dan halus, tapi memiliki manfaat bagi kulit, yaitu membantu produksi hyaluronic acid.
HBI: Jadi sutra ini mengandung hyaluronic acid?
Ya, Koishimaru Silk dapat meningkatkan hyaluronic acid. Koishimaru Silk memang tipis dan halus, tapi punya kilau istimewa yang terpancar dari dalam, berbeda dari sutra lain. Kilaunya tidak mencolok, tapi merupakan kilau lembut yang sangat berkualitas. Menurut saya, hal seperti itu sangat Jepang.
Lalu Saho berasal dari upacara minum teh Jepang. Dalam upacara minum teh Jepang, ada omotenashi, yakni cara menyambut yang mengutamakan tamu. Jadi Saho bukan hanya soal langkah-langkah rutinitas perawatan kulit, tapi juga mengandung estetika Jepang. Karena itu, kami percaya perpaduan antara Koishimaru Silk dan Saho yang jadi dasar dalam menciptakan dunia SENSAI.
Kami perlu membuat banyak pelanggan merasakan dunia SENSAI ini.
HBI: Apa makna “ultimate” bagi SENSAI dalam perawatan kulit dan bagaimana filosofi tersebut tercermin dalam Ultimate Series?
YS: Rangkaian Ultimate adalah puncak dari koleksi skincare kami, baik dari sisi teknologi maupun pengalaman sensorial. Contohnya, desainnya dibuat pas di jari, termasuk saat kami membuka jar-nya. Semuanya harus menyenangkan bagi pelanggan. Saat pelanggan menyentuh produk, membukanya, memakainya, lalu setelahnya beristirahat tidur, di setiap momen itu ada pengalaman sensorial. Jadi aspek sensorial sangat penting bagi Ultimate Series. Kami juga mendukungnya dengan teknologi terbaik dari yang terbaik yang kami miliki.
HBI: Menurut Anda, apa peluang terbesar (dan mungkin di waktu yang sama juga tantangan terbesar) bagi SENSAI dalam membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen Indonesia?
YS: Menurut saya, kami perlu menciptakan kesempatan bagi pelanggan untuk merasakan dunia SENSAI. Itulah mengapa kami menghadirkan flagship store ini. Jika mereka datang ke sini, mereka bisa menikmati perawatan dan suasananya. Kami perlu membuat banyak pelanggan merasakan dunia SENSAI ini. Menurut saya, itulah tantangan kami.
HBI: Mengingat iklim Indonesia yang tropis dan lembap, jika Anda dapat merekomendasikan tiga produk SENSAI yang paling sesuai untuk konsumen Indonesia, produk apa yang akan Anda pilih dan mengapa?
YS: Indonesia memang sangat panas dan lembap, ya? Waktu saya tiba di sini, menurut saya di luar memang sangat panas dan lembap, tapi ketika masuk ke dalam ruangan justru sangat sejuk dan kering, mungkin karena AC. Jadi menurut saya, SENSAI Micro Mousse Treatment dan Ultimate The Cream jadi dua produk yang terasa esensial karena kekuatan melembapkan dari dalam sangat dibutuhkan untuk kondisi cuaca seperti ini.
Lalu untuk produk ketiga yang saya rekomendasikan adalah Ultimate The Foundation. Merupakan salah satu produk terbaru yang kami luncurkan, krim ini sangat istimewa karena merupakan cream foundation yang mengandung skincare. Jadi Anda bisa mendapatkan efek anti-aging setara skincare cream namun dalam bentuk makeup. Sehingga saat dipakai di siang hari, Anda mendapat efek skincare sepanjang hari. Semakin sering dipakai, kulit Anda juga akan semakin baik.
Created by Harper's Bazaar Indonesia for SENSAI
BACA JUGA:
Sensai Meluncurkan Advanced Essence Day Veil, Perlindungan UV dengan Manfaat Anti-Aging
Ciptakan Tampilan Kulit yang Tampak Bercahaya dengan Rangkaian Expectional Series dari Kanebo
