Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Mengenal Tarte Cosmetics Lebih Dekat Bersama Founder Maureen Kelly

Sosok di balik Tarte, Maureen Kelly, berbagi cerita tentang filosofi produk hingga kedekatannya dengan komunitas yang membentuk label kecantikan ini.

Mengenal Tarte Cosmetics Lebih Dekat Bersama Founder Maureen Kelly
Foto: Courtesy of tarte

Tahun ini menandai babak baru bagi tarte dengan kehadirannya di pasar Indonesia. Dikenal sebagai brand kecantikan yang cruelty-free sejak didirikan pada 1999, tarte akhirnya hadir lebih dekat dengan para pencinta kecantikan di Tanah Air. Bazaar berkesempatan berbincang dengan Maureen Kelly, founder tarte, untuk membahas perjalanan brand, filosofi di balik produk-produknya, serta harapannya untuk pasar Indonesia.

Foto: Courtesy of tarte

BACA JUGA: 5 Concealer Bagus untuk Kulit Bawah Mata yang Kering

Berawal dari sebuah apartemen satu kamar di kota New York, sang founder membangun tarte hingga dikenal secara global seperti sekarang. “Ada begitu banyak momen yang terasa sulit dipercaya, tetapi saya tidak akan pernah melupakan saat pertama kali menyadari bahwa tarte mungkin benar-benar bisa berhasil,” ujarnya. “Saya bekerja dari apartemen mungil dengan satu kamar di New York, kartu kredit saya sudah mencapai batas, dan saya mengantarkan produk sendiri ke kantor-kantor majalah, berharap ada yang bersedia memberi kami kesempatan,” lanjutnya. Titik balik datang ketika Oprah menyoroti lip gloss tarte, membuka jalan bagi brand yang tengah dirintis Maureen untuk menjangkau lebih banyak orang.

Foto: Courtesy of tarte

Salah satu ciri khas tarte terletak pada pendekatannya yang memadukan makeup dengan manfaat perawatan kulit. Filosofi ini berangkat dari pengalaman para pendirinya menghadapi cystic acne, yang mendorong Maureen untuk menciptakan produk yang tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga tetap memperhatikan kondisi kulit.

“Ketika mendirikan tarte, saya ingin menciptakan makeup yang memberikan hasil indah sekaligus nyaman digunakan, produk yang tidak membuat seseorang harus memilih antara mendapatkan coverage dan merawat kulitnya. Filosofi itu tetap kami pegang sejak awal. Baik melalui Amazonian clay, maracuja oil, maupun hyaluronic acid, saya selalu tertarik menemukan bahan-bahan yang dapat memberikan manfaat lebih pada produk makeup,” jelasnya.

Foto: Courtesy of tarte

Sejak pertama kali merintis tarte hingga berkembang seperti sekarang, Maureen mengakui banyak hal telah berubah. Namun, satu hal yang tetap menjadi pegangan adalah mendengarkan para pelanggan. “Di tarte, kami tidak pernah benar-benar mengikuti panduan yang baku. Kami membaca komentar, memperhatikan apa yang diminta orang, dan belajar dari masukan mereka, baik yang positif maupun negatif. Pola pikir yang mengutamakan pelanggan ini membantu kami terus berkembang tanpa kehilangan jati diri,” tuturnya.

Kedekatan dengan komunitas inilah yang turut menjaga relevansi tarte hingga saat ini. Bagi Maureen, mendengarkan pelanggan bukan sekadar bagian dari strategi bisnis, melainkan cara untuk memahami kebutuhan mereka dan memastikan tarte terus bertumbuh bersama komunitasnya.

Komunitas menjadi filosofi utama yang dipegang Maureen sejak pertama kali membangun tarte. “Tarte tidak akan berada di posisi sekarang tanpa orang-orang yang telah mendukung kami, membagikan produk kami, dan tumbuh bersama brand ini. Karena itu, saya selalu merasa bahwa kami perlu membalas kasih sayang yang telah mereka berikan,” ujarnya.

Foto: Courtesy of tarte

Lebih dari 25 tahun sejak berdiri, salah satu pencapaian yang paling berarti bagi sang founder adalah melihat tarte berkembang menjadi brand global tanpa kehilangan jati dirinya. “Saya paling bangga karena kami berhasil mengembangkan tarte menjadi brand global tanpa kehilangan esensi yang membuatnya istimewa sejak awal,” tuturnya.

Baginya, membangun brand yang mampu bertahan dan terus berkembang selama lebih dari dua dekade tidak terlepas dari kepercayaan pelanggan. Hal ini pula yang mendasari perhatian tarte terhadap proses pengembangan produk, termasuk melalui pengujian klinis dan uji konsumen. “Ini sangat penting bagi saya. Komunitas kami memercayai kami untuk menciptakan produk yang benar-benar memberikan hasil sesuai dengan yang kami janjikan, dan saya menganggap tanggung jawab itu dengan serius,” jelas Maureen. Ia menambahkan bahwa pengujian tersebut memastikan produk tidak hanya terlihat menarik di rak, tetapi juga bekerja dengan baik dalam penggunaan sehari-hari. “Pada akhirnya, produk terbaik adalah produk yang terus digunakan orang karena benar-benar memberikan hasil yang mereka butuhkan,” ungkapnya.

Foto: Courtesy of tarte

Salah satu produk tarte yang dikenal luas adalah Shape Tape, concealer dengan daya tutup tinggi yang tetap terasa nyaman di kulit. Maureen menilai karakteristik ini juga relevan bagi konsumen Indonesia, terutama dengan iklim yang hangat dan lembap. “Shape Tape selalu dirancang untuk memberikan coverage maksimal dengan tekstur yang tetap nyaman dan hasil akhir yang menyerupai kulit,” ujarnya. Ia melihat daya tahan dan performa produk sebagai pertimbangan penting bagi konsumen di Indonesia. Dengan coverage tinggi, Shape Tape dapat diandalkan untuk riasan penuh maupun saat hanya ingin menyamarkan area tertentu di wajah. “Produk ini bisa digunakan saat Anda ingin tampil dengan riasan penuh maupun hanya membutuhkan sedikit coverage di area tertentu. Itulah salah satu alasan mengapa Shape Tape menjadi produk andalan banyak orang,” tutupnya.

BACA JUGA:

Beauty Wish List: Eyeliner Gel Berbentuk Tube

10 Langkah Menciptakan Soft Glam Makeup untuk Tampil Memesona

Created by Harper's Bazaar Indonesia for tarte