Pada suatu malam di awal musim panas, Pool House dipenuhi suasana meriah. Restoran serba putih yang terbuka ke teras bermandikan sinar matahari dengan pemandangan laut itu diiringi musik dan percakapan. Suasananya menyerupai klub eksklusif dengan keanggotaan terbatas, hanya saja lokasinya berada di tengah laut, tepatnya di atas Evrima, kapal pertama dari Ritz-Carlton Yacht Collection.
BACA JUGA: Kapal Mewah di Shanghai ini Menjadi Rumah Baru Louis Vuitton
Sejumlah kapal berukuran kecil dengan standar kemewahan tinggi kini diluncurkan oleh berbagai hotel ternama. Four Seasons, Aman, dan Orient Express mengikuti langkah Ritz-Carlton dalam menghadirkan pengalaman berlayar yang berbeda dari citra kapal pesiar pada umumnya. Konsep baru ini mematahkan anggapan bahwa kapal pesiar hanya diperuntukkan bagi pelancong lanjut usia atau identik dengan hidangan prasmanan yang monoton. Generasi kapal terbaru ini lebih menyerupai hotel mewah yang mengapung di atas air, dengan ukuran yang memungkinkan mereka berlabuh di pelabuhan yang tidak dapat diakses kapal berukuran besar. Ukuran yang lebih ringkas serta desain yang dirancang dengan cermat juga membuat kapal-kapal ini cenderung lebih hemat energi. Sejumlah inovasi, seperti motor listrik dan sistem penyaring SCR, turut mengurangi emisi nitrogen oksida secara signifikan.
Ritz-Carlton merupakan salah satu hotel pertama yang menghadirkan konsep kapal pesiar dengan identitasnya sendiri. Evrima, yang mampu menampung 298 penumpang mulai beroperasi pada musim gugur 2022, disusul Ilma pada 2024 dan Luminara pada 2025. Perancang busana Johanna Ortiz yang turut memberikan sentuhan desain pada Ilma mengaku belum pernah naik kapal pesiar sebelumnya. Kini, ia menyebutnya sebagai cara favoritnya untuk bepergian.
“Ini cara favorit saya untuk bepergian. Saya takjub dengan kualitas makanannya dan bagaimana kita selalu bisa menemukan sudut di dek untuk menikmati matahari terbenam di atas laut seorang diri. Rasanya sangat menenangkan,” ujarnya.
Awal tahun ini, Four Seasons memperkenalkan kapal pesiar pertamanya, yakni Four Seasons I yang memiliki 95 suite berukuran lapang. Suite terkecilnya saja mencapai 473 kaki persegi atau sekitar 44 meter persegi. Kapal ini juga menerapkan rasio satu staf untuk setiap tamu. Area publiknya, termasuk bar sampanye dan kaviar yang dirancang menyerupai kotak perhiasan, digarap oleh desainer ternama asal Swedia, Martin Brudnizki.
Pada April, Orient Express meresmikan Corinthian, kapal layar terbesar di dunia. Kapal ini dilengkapi tiga tiang dengan layar seluas 16.145 kaki persegi atau sekitar 1.500 meter persegi, serta 54 suite, lima restoran, dan spa dengan fasilitas hammam. Sedangkan Aman yang dikenal dengan pendekatan eksklusifnya menjadi pendatang terbaru dalam persaingan ini. Dijadwalkan meluncur pada musim semi tahun depan, Amangati akan menawarkan 47 suite dengan interior minimalis khas Aman dan fokus pada kebugaran.
Meski tidak berasal dari grup hotel bintang lima, Aqua Expeditions dan Ponant Explorations telah lebih dahulu merintis segmen kapal pesiar mewah berukuran kecil. Keduanya menjangkau destinasi yang lebih terpencil dibandingkan pelabuhan populer di kawasan Mediterania dan Karibia. Lima tahun lalu, Ponant memperkenalkan Le Commandant Charcot, kapal pemecah es mewah pertama di dunia dengan 123 kabin. Sementara itu, musim panas ini Aqua meluncurkan Aqua Lares yang berlayar ke Seychelles pada musim dingin dan kawasan Arktik pada musim panas.
Seluruh kapal ini menghadirkan pilihan kebugaran yang beragam, mulai dari sesi yoga privat dan kelas olahraga bersama pelatih hingga perawatan wajah terkini. Namun, aktivitas paling menenangkan di atas kapal mana pun mungkin tetaplah menikmati hamparan laut yang terbentang luas, sembari menyaksikan matahari perlahan terbenam.
BACA JUGA:
Aman at Sea: Redefinisi Pengalaman Berlayar Mewah
Merayakan Warisan dan Sebuah Spektakel Kapal Layar Klasik
(Penulis: Gisela Williams; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
- Tag:
- Kapal Pesiar
- Culture
- News
