Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2026 secara resmi mengumumkan daftar nominasi Piala Citra pada Senin, 12 Oktober, di Gedung Perusahaan Film Negara (PFN), Jakarta.
BACA JUGA: 32 Film Cozy Terbaik untuk Tontonan yang Menyenangkan
Pembacaan nominasi ini berisi 22 kategori Piala Citra, termasuk Penghargaan Khusus Tanete Pong Masak untuk Karya Kritik Film yang dilakukan oleh Direktur Utama PFN, Riefian Fajarsyah, Ketua Komite FFI 2026, Ario Bayu, Ketua Bidang Penjurian Budi Irawanto, dan Ketua Bidang Program, Prilly Latuconsina, bersama dengan Duta FFI 2026, yakni Nirina Zubir dan Morgan Oey.
Dari daftar nominasi tersebut, Ghost in the Cell film karya Joko Anwar sukses meraih nominasi terbanyak di 12 kategori sementara Para Perasuk dan Na Willa menyusul dengan sembilan kategori.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 1955, FFI menjadi ajang penghargaan tertinggi bagi insan perfilman Tanah Air. Pada tahun ini, FFI mengusung tema Askala Karya Sinema Indonesia, yang berangkat dari bahasa Sansekerta dan bermakna sinar, cahaya, dan harapan. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon berujar bahwa menjadi nominasi FFI 2026 adalah sebuah pencapaian yang patut dibanggakan, sekaligus mengajak para nominasi terus memancarkan cahaya karya terbaik bagi kebudayaan Indonesia, di dalam maupun luar negeri.
Berikut ini daftar lengkap nominasi Piala Citra FFI 2026.
Film Cerita Panjang Terbaik
- Dopamin
- Ghost in the Cell
- Na Willa
- Operasi Pesta Copet
- Para Perasuk
Sutradara Terbaik
- Bernardus Raka (Nobody Loves Kay)
- Edwin (Monster Pabrik Rambut)
- Joko Anwar (Ghost in the Cell)
- Kimo Stamboel (Abadi Nan Jaya)
- Wregas Bhanuteja (Para Perasuk)
Penulis Skenario Asli Terbaik
- Evelyn Afnilia (Tunggu Aku Sukses Nanti)
- Joko Anwar (Ghost in the Cell)
- Rino Sarjono & Edy Khemod (Operasi Pesta Copet)
- Teddy Soeria Atmadja (Dopamin)
- Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra & Alicia Angelina (Para Perasuk)
Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
- Johanna Wattimena & Bernardus Raka (Nobody Loves Kay)
- Surya (Tukar Takdir)
- Ryan Adriandhy (Na Willa)
Pengarah Sinematografi Terbaik
- Gunnar Nimpuno, I.C.S. (Para Perasuk)
- Ical Tanjung, I.C.S. (Ghost in the Cell)
- Lestafa, I.C.S. (Dopamin)
- Yadi Sugandi (Na Willa)
- Yudi Datau, I.C.S. (Semua Akan Baik-Baik Saja)
Pengarah Artistik Terbaik
- Ahmad Zulkarnaen & Wahyu Efata (Ikatan Darah)
- Dennis Sutanto (Ghost in the Cell)
- Menfo Tantono (Monster Pabrik Rambut)
- Ong Hari Wahyu & Edy Wibowo (Para Perasuk)
- Rini Sri Handayani (Na Willa)
Penata Efek Visual Terbaik
- Abby Eldipie & Kalvin Irawan (Ghost in the Cell)
- Bintang Adi Pradana & Harris Reggy (Monster Pabrik Rambut)
- David A. Widya P., Concetta VFX & Dalang Digital Studio (Na Willa)
- Gaga Nugraha Ramadhan (Badut Gendong)
- Mattebox Visualworks (Abadi Nan Jaya)
Penyunting Gambar Terbaik
- Aline Jusria (Dopamin)
- Aline Jusria (Operasi Pesta Copet)
- Cesa David Luckmansyah (Semua Akan Baik-Baik Saja)
- Hendra Adhi Susanto (Senin Harga Naik)
- Ryan Purwoko (Tunggu Aku Sukses Nanti)
Penata Suara Terbaik
- Arief Budi Santoso & Fajar Yuskemal (Abadi Nan Jaya)
- Fery Setiawan (Semua Akan Baik-Baik Saja)
- Siti Asifa Nasution & Satrio Budiono (Na Willa)
- Sutrisno & Satrio Budiono (Para Perasuk)
- Waim Ahmad Fahreizi & Andre Harihandoyo (Tunggu Aku Sukses Nanti)
Penata Musik Terbaik
- Aghi Narottama (Ghost in the Cell)
- Aria Prayogi & Rahardian Winursito (Badut Gendong)
- Yennu Ariendra (Para Perasuk)
- Yudhi Arfani & Zeke Khaseli (Nobody Loves Kay)
- Yudhi Arfani & Zeke Khaseli (Tukar Takdir)
Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik
- Alvin Witarsa, “Semua Akan Baik-Baik Saja” (Semua Akan Baik-Baik Saja)
- Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa & Anindyo Baskoro, “Sikilku Iso Muni” (Na Willa)
- Ipang Lazuardi, “Tandeman” (Operasi Pesta Copet)
- Sal Priadi, “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” (Monster Pabrik Rambut)
- Tony Dwi Setiaji & Joko Anwar, “The Town Was Gone” (Ghost in the Cell)
Penata Busana Terbaik
- Astrid Rosiana Ishak (Na Willa)
- Gemailla Gea Geriantiana (Badut Gendong)
- Gizza Ossiatzki (Operasi Pesta Copet)
- Monika Paska (Ghost in the Cell)
- Muthiara A. Revana (Monster Pabrik Rambut)
Penata Rias Terbaik
- Aktris Handradjasa (Ikatan Darah)
- Astrid Sambudiono (rias efek) & Albasirun Ucok (Abadi Nan Jaya)
- Eba Sheba (Monster Pabrik Rambut)
- Gunawan Saragih, Prio Prabu & Cherry Irawan (rias efek) (Badut Gendong)
- Novie Ariyanti (Ghost in the Cell)
Pemeran Utama Pria Terbaik
- Abimana Aryasatya (Ghost in the Cell)
- Angga Aldi Yunanda (Para Perasuk)
- Ardit Erwandha (Tunggu Aku Sukses Nanti)
- Marthino Lio (Badut Gendong)
- Nicholas Saputra (Tukar Takdir)
Pemeran Utama Perempuan Terbaik
- Christine Hakim (Semua Akan Baik-Baik Saja)
- Luisa Adreena (Na Willa)
- Marsha Timothy (Tukar Takdir)
- Meriam Bellina (Senin Harga Naik)
- Shenina Cinnamon (Dopamin)
Pemeran Pendukung Pria Terbaik
- Aming (Ghost in the Cell)
- Didik Nini Thowok (Monster Pabrik Rambut)
- Kristo Immanuel (Operasi Pesta Copet)
- Teuku Rifnu Wikana (Dopamin)
- Yoga Pratama (Ghost in the Cell)
Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik
- Kawai Labiba (Operasi Pesta Copet)
- Lydia Kandou (Ikatan Darah)
- Maudy Ayunda (Para Perasuk)
- Raihaanun (Semua Akan Baik-Baik Saja)
- Sarah Sechan (Tunggu Aku Sukses Nanti)
Film Cerita Pendek Terbaik
- Amelia, Amelia (Daphne)
- Dihapus dari Peta (Maarij Reka)
- Malam Sepanjang Nafas (Irwan Sebleku)
- Mothers Are Mothering (Khozy Rizal & Lam Li Shuen)
- αLPα (Dhiwangkara Seta)
Film Animasi Pendek Terbaik
- Calabai (Gina Korompot)
- Drowned in Internet (Naufal Zhorif Aryawan)
- Enigma Wajah Arca (Kresensia Adellitha Devalia)
- Nyanyian di Angkringan (Shafiyyah Aida)
- Stories of Sahaba: Talhah Ibn Ubaydullah-The Living Martyr (Bony Wirasmono)
Film Dokumenter Panjang Terbaik
- A Distorted Individual (Adythia Utama)
- I Saw Her in Motion (Umi Lestari)
- Planet of Love (Ika Wulandari)
- The Last Supper (Whisper) (Daniel Rudi Haryanto)
- Tonggo Gedhek (Gama Triono)
Film Dokumenter Pendek Terbaik
- Discordia (Dery Prananda)
- Mãe Menjaga Masjid (Gladhys Elliona)
- Murdijati Gardjito (Hindra Setya Rini)
- Sharp Objects (Taufiqurrahman Kifu & Hattie Wade)
- Sino (Gilang Akbar)
Kritik Film Terbaik (Penghargaan Khusus Tanete Pong Masak)
- “Antara Adat dan Aparat: Menyisir Spiritualitas dan Represi di Kabut Berduri” (Gladhys Elliona)
- “Dunia Setinggi Mata Na Willa” (Soni Triantoro)
- “Kerja-Kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya” (Yulaika Romadhani)
- “Melankolia dalam Aruna dan Lidahnya” (Anton Kurnia)
- “Tubuh dan Ruang yang Hilang dalam Pangku” (I Ngurah Gede Adi Putra)
Setelah seluruh nominasi ini diumumkan, proses penjurian akan berlanjut ke tahap akhir untuk menentukan para peraih Piala Citra dan peraih Penghargaan Tanete Pong Masak. Para pemenang kemudian akan diumumkan pada puncak Malam Anugerah Piala Citra FFI 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 November 2026, bersama empat penghargaan khusus, yakni Film Bioskop Terlaris, Film Pilihan Penonton, Aktor Pilihan Penonton, dan Aktris Pilihan Penonton.
Untuk tiga kategori Pilihan Penonton, publik masih bisa menyumbangkan suara pilihannya lewat aplikasi Vidio pada 14 Oktober hingga 14 November 2026.
BACA JUGA:
Film Terbaik untuk Ditonton pada Penerbangan Berikutnya
Film-Film yang Akan Membuat Anda Ingin Merencanakan Road Trip
(Teks: Bunga A Hara, Edited by JM; Foto: Courtesy of Festival Film Indonesia)
