Rumah teh asal Singapura yang didirikan pada tahun 2008 oleh Taha Bouqdib, Maranda Barnes, dan Rith Aum-Stievenard, atau yang dikenal dengan TWG Tea baru saja menayangkan sebuah film pendek. Film tersebut menceritakan perjalanan teh putih, mulai dari panen pucuk di awal musim semi hingga seduhan terakhir di dalam cangkir. Film ini turut menyorot 3 hal yang membuat white tea istimewa yakni, kelangkaannya, keahlian di balik pembuatannya, dan karakternya yang tenang.
Lewat film ini, TWG Tea mengajak penonton mengenal lebih dekat koleksi teh putihnya. Mulai dari White Night Jasmine Tea yang kini hadir dalam format kantong teh katun, deretan teh putih pilihan, hingga Tea Teddies, permen jeli berinfus teh putih.
Perjalanan White Tea
Dahulu, teh putih ini hanya diperuntukkan bagi kaisar, cendekiawan, dan segelintir penikmat terpilih, bahkan hingga kini dikenal sebagai salah satu kategori teh yang paling dihormati, sekaligus yang paling jarang dijelajahi. Teh putih termasuk teh yang paling halus karena prosesnya yang cenderung lebih sedikit dibanding olahan teh lainnya.
Pucuknya dipanen pada tahap paling awal, lalu dilayukan dan dikeringkan secara perlahan. Proses alami ini membuat daunnya nyaris tak tersentuh, kuncup keperakan yang utuh, bulu halus yang masih terlihat, serta seduhan pucat yang bercahaya di dalam cangkir.
Kemurnian inilah yang selama ini menjadi keistimewaan sekaligus batasan tersendiri dari teh putih. TWG Tea memilih untuk memperluas definisi tersebut, dengan tetap menghormati kemurnian teh putih sambil terus menjelajahinya.
Racikan Yin Zhen dan White Night Jasmine Tea
Salah satu wujud penjelajahan yang dilakukannya adalah racikan eksklusif yang dibangun di sekitar Yin Zhen atau Silver Needle, teh putih langka yang dipanen dari kuncup termuda di awal musim semi. TWG Tea menyebut dirinya sebagai yang pertama di dunia yang menghadirkan racikan Yin Zhen, memadukan karakternya yang halus dengan nuansa buah, bunga, dan jeruk.
Perwujudan dari evolusi terdepannya yakni, White Night Jasmine Tea, perpaduan pucuk Yin Zhen dengan wangi melati yang mekar di malam hari. Teh ini kini hadir dalam format kantong teh yang terbuat utuh dari dari katun. Setiap kantong dijahit tangan dan diisi daun teh utuh agar keutuhannya terjaga. Menurut TWG Tea, format ini menawarkan kualitas yang sama dengan teh daun lepas dalam bentuk yang lebih praktis untuk keseharian.
Selain racikan Yin Zhen, TWG Tea juga memiliki deretan teh putih lain, mulai dari teh kebun tunggal (single-estate), racikan langka, hingga bunga teh.
Salah satunya White French Tea, racikan Yin Zhen dengan bunga-bunga pilihan. Lalu ada Pai Mu Tan, yang juga dikenal sebagai White Peony. Teh ini terasa lembut dan menyegarkan, dengan seduhan berwarna kuning cerah, sentuhan aroma bunga putih, dan rasa kuncup segar. Menurut TWG Tea, Pai Mu Tan paling pas dinikmati untuk menutup hari.
Untuk tampilan yang lebih istimewa, ada First Kiss Tea. Daun teh putihnya dirangkai tangan menjadi buket bersama bunga hibiscus dan amaranth, menghasilkan rasa yang manis.
Selain itu, koleksi teh putih TWG Tea juga mencakup White Sky Tea, 1837 White Tea, dan Double Happiness Tea.
Tea Teddies, Generasi Baru White Tea
Tak hanya menjelma jadi seduhan teh, TWG Tea turut hadir lebih jenaka melalui koleksinya yang bernama Tea Teddies, permen jeli buah berinfus teh putih langka. Setiap Tea Teddies dibuat dengan teh putih TWG Tea sebagai base note. Menurut TWG Tea, teh putih adalah jenis teh yang paling alami sehingga menjadi dasar ideal untuk dipadukan dengan beri, buah jeruk, dan rempah. Camilan jenaka ini memang dirancang untuk masuk ke berbagai selera, suasana hati, dan waktu.
Tak perlu jauh-jauh ke Singapura, kini TWG Tea telah hadir di Jakarta, dan lebih dari 80 tempat lainnya di dunia. Racikan teh nya pun sudah menemani banyak perjalanan, karena turut tersaji di kabin Singapore Airlines dan Qatar Airways, di atas kapal pesiar Seabourn Cruise Line, hingga di sejumlah hotel internasional.
BACA JUGA:
TWG Hadirkan Teh Dengan Sepuhan Emas
(Foto: Courtesy of TWG Tea)
- Tag:
- TWG Tea
- White Tea
- Short Film
