Mood atau suasana hati merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi wanita. Perubahan suasana hati pada wanita sering kali terjadi dan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, baik fisik maupun psikologis. Tidak jarang, suasana hati yang buruk membuat aktivitas terganggu, hubungan menjadi kurang harmonis, hingga menurunkan produktivitas. Oleh karena itu, memahami cara mengembalikan mood wanita menjadi hal yang sangat penting, baik untuk diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Tak jarang, kita sering merasa terganggu dengan teman yang sering mengalami mood swing atau suasana hati yang terus menerus berubah. Dengan memahami apa itu mood, penyebabnya, dan apa yang terjadi pada tubuh wanita saat mengalami mood swing, kita dapat lebih mudah menghadapinya dan melakukan cara-cara yang efektif untuk mengembalikan suasana hati yang sedang buruk – baik untuk orang di sekitar kita, atau bila itu terjadi pada diri sendiri.
Apa itu Mood?
Menurut Agestiya Maharani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mood adalah keadaan emosional yang menetap dalam suatu periode waktu, bisa berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari. “Berbeda dengan emosi yang sifatnya reaktif dan singkat misalnya saat seseorang merasa marah karena ucapan kasar dari orang lain, mood atau suasana hati bersifat lebih halus dan konsisten, misalnya merasa kurang bersemangat dan mudah tersinggung sepanjang hari atau selama beberapa hari, meskipun tidak ada peristiwa khusus yang memicunya,” paparnya. Suasana hati akan memengaruhi cara seseorang berpikir, bersikap, dan berperilaku.
Pada wanita, mood sering kali lebih fluktuatif dibandingkan pria. Hal ini bukan berarti wanita lebih “lemah secara emosional”, melainkan karena adanya pengaruh biologis, terutama hormon yang berperan besar dalam mengatur emosi. Suasana hati yang baik membuat seseorang merasa lebih tenang, bahagia, dan produktif, sedangkan suasana hati yang buruk dapat memicu rasa cemas, marah, sedih, atau lelah secara mental.
Apa yang Terjadi pada Tubuh Wanita Saat Mengalami Mood Swing?
Mood swing adalah perubahan suasana hati yang cepat dan ekstrem, misalnya dari merasa bahagia menjadi sedih atau mudah marah dalam waktu singkat. Pada wanita, suasana hati yang berubah-ubah seperti ini sering berkaitan erat dengan perubahan hormon dalam tubuh.
“Saat terjadi perubahan mood, tubuh wanita mengalami perubahan biologis terutama pada sistem hormon dan kerja otak yang dapat memengaruhi cara emosi diproses dan dirasakan. Salah satu faktor penting adalah perubahan hormon pada wanita, terutama yang berkaitan dengan siklus menstruasi,” jelas Agestiya.
Dalam siklus bulanan, tubuh wanita mengalami fluktuasi hormon utama seperti estrogen dan progesteron. Estrogen berperan dalam regulasi suasana hati, energi, dan rasa percaya diri, sedangkan progesteron cenderung memberi efek menenangkan, tetapi pada sebagian wanita justru memicu rasa sedih atau sensitif. Kadar hormon yang naik turun seperti ini bukan hanya terjadi pada siklus menstruasi wanita, tapi juga pada wanita hamil, sedang menyusui atau menopause.
Menjelang menstruasi (fase luteal), kadar estrogen menurun dan progesteron meningkat. “Perubahan ini dapat memengaruhi kerja neurotransmitter di otak, seperti serotonin yang berperan besar dalam pengaturan suasana hati. Akibatnya, wanita bisa merasa lebih sensitif secara emosional, lebih mudah tersinggung, merasa cepat lelah hingga lebih mudah sedih dan merasa cemas,” jelas Agestiya. Wanita juga dapat mengalami kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, gangguan tidur, hingga perubahan nafsu makan.
Saat suasana hati tidak stabil, kemampuan wanita untuk menghadapi stres juga menurun. Masalah kecil dapat terasa lebih berat dan memicu emosi negatif yang berlebihan. Perlu dipahami bahwa perubahan suasana hati ini bersifat fisiologis dan merupakan respon alami tubuh sehingga bukan berarti tanda kelemahan emosional melainkan respons tubuh dan psikis yang sangat manusiawi.
Kenapa Wanita Sering Bad Mood?
Agestiya lanjut menjelaskan tentang alasan mengapa wanita sering mengalami bad mood. “Perubahan suasana hati pada wanita umumnya tidak terjadi karena satu penyebab tunggal melainkan merupakan hasil interaksi antara faktor biologis, psikologis, dan sosial,” terangnya.
Berikut beberapa penyebab wanita sering bad mood:
-
Faktor Biologis
Terjadinya fluktuasi hormon terutama berkaitan dengan siklus menstruasi sehingga dapat memengaruhi kestabilan emosi, ditambah dengan kurang tidur, kelelahan fisik, serta pola makan yang tidak seimbang dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap suasana hati.
-
Faktor Psikologis
Sebagian wanita memikul beban mental yang berat, mulai dari tuntutan untuk selalu sigap, mampu mengurus banyak hal sekaligus, hingga tekanan untuk tetap berfungsi dengan baik meskipun kondisi emosional sedang tidak stabil. Selain itu, ketika perasaan wanita tidak didengar, tidak dipahami, atau tidak divalidasi, serta adanya konflik yang dipendam dalam waktu lama, seringkali terakumulasi dan muncul dalam bentuk “bad mood” yang tampak di permukaan.
-
Faktor Sosial
Disebabkan karena adanya tuntutan peran dalam pekerjaan, keluarga, dan relasi, minimnya dukungan emosional dari lingkungan sekitar, serta situasi sosial yang kurang empatik terhadap kebutuhan emosional wanita. Dalam praktik klinis, Agestiya pun sering menemukan bahwa wanita bukanlak “terlalu sensitif”, melainkan terlalu lama menahan diri dan beradaptasi tanpa memiliki ruang aman untuk mengekspresikan perasaan secara sehat.
Cara Mengembalikan Mood Wanita
Mengembalikan suasana hati bukan tentang menghilangkan emosi negatif, melainkan tentang membantu tubuh dan pikiran kembali harmonis.
Agestiya membagikan beberapa cara dan tips yang dapat Anda lakukan saat mengalami bad mood:
- Validasi emosi
Menyadari emosi yang sedang dirasakan ternyata sangat penting. Jangan diabaikan namun divalidasi, bahkan betul-betul dirasakan. Kalimat seperti “saya memahami diri yang sedang merasa sedih tapi saya dapat melaluinya” dapat berdampak besar. Validasi emosi dapat membantu sistem saraf merasa aman, sehingga emosi yang muncul secara berlebihan lebih mudah mereda.
- Koneksi sosial yang aman
Latih diri untuk tidak memendam emosi yang tidak nyaman itu sendirian. Coba untuk berbicara dengan orang terdekat yang kita percayai dan tidak menghakimi. Hal ini dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan hormon oksitosin yang berperan erat dalam ikatan emosional, rasa aman, dan kelekatan sosial.
- Aktivasi regulasi emosi
Lakukan aktivitas sederhana seperti berjalan santai, journaling, mendengarkan musik yang menyenangkan, melakukan relaksasi melalui pernapasan atau meditasi dapat membantu menenangkan sistem saraf.
- Self-care
Jaga pola hidup sehat seperti istirahat yang cukup, memenuhi asupan nutrisi bergizi seimbang, dan hidrasi yang baik. Hal ini berpengaruh pada kestabilan suasana hati karena fisik dan psikis bekerja sebagai satu kesatuan.
- Mengenali pola diri sendiri
Bagi banyak wanita, memahami siklus tubuhnya sendiri dapat membantu memunculkan sikap lebih “welas asih” pada diri sendiri (self-compassion). Hal ini dapat mengurangi kecenderungan menyalahkan diri serta meningkatkan kemampuan regulasi emosi dan rasa kontrol yang lebih sehat saat suasana hati sedang terganggu atau menurun.
Mood wanita dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari hormon, kondisi fisik, hingga lingkungan dan tekanan hidup. Memahami pengertian suasana hati, apa yang terjadi pada tubuh saat mood swing, serta penyebab wanita sering bad mood adalah langkah awal untuk mengelola emosi dengan lebih baik.
Dengan menerapkan cara-cara mengembalikan mood wanita secara konsisten dan penuh kesadaran, kualitas hidup dapat meningkat, hubungan menjadi lebih harmonis, dan kesejahteraan mental pun terjaga. Setiap wanita berhak merasa bahagia dan didukung, baik oleh dirinya sendiri maupun oleh orang-orang di sekitarnya.
