Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Buah yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Urat dan Kolesterol

Buah memang sehat dan kaya serat, tapi tidak semua buah itu sehat untuk penderita asam urat dan kolesterol.

Buah yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Urat dan Kolesterol
Courtesy of Freepik

Asam urat dan kolesterol tinggi adalah dua masalah kesehatan yang sering terjadi bersamaan. Keduanya berkaitan erat dengan pola makan, gaya hidup, serta metabolisme tubuh. Banyak orang mengira semua buah aman dikonsumsi dalam jumlah bebas. Padahal, beberapa jenis buah justru dapat memperburuk kondisi asam urat maupun kolesterol jika dikonsumsi berlebihan.

Kedua penyakit ini populer terjadi pada orang tua, tapi apakah juga bisa menyerang anak muda? Lalu, apakah penderita asam urat boleh makan durian, apa saja daftar buah yang sebaiknya dihindari, serta apa tips konsumsi buah untuk membantu menurunkan kadar asam urat.

Penyebab Asam Urat

Asam urat adalah kondisi ketika kadar asam urat (uric acid) dalam darah meningkat secara berlebihan. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai hiperurisemia. Jika kadar asam urat terlalu tinggi, kristal akan terbentuk dan menumpuk di sendi, dan dapat menyebabkan nyeri hebat, bengkak, serta peradangan.

Beberapa penyebab utama asam urat antara lain:

  • Konsumsi makanan tinggi purin

Purin adalah zat alami yang ditemukan dalam beberapa makanan. Ketika purin dipecah oleh tubuh, ia menghasilkan asam urat. Makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, makanan laut, dan minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar asam urat.

  • Gangguan fungsi ginjal

Ginjal berperan membuang asam urat melalui urin. Jika fungsi ginjal menurun, asam urat menumpuk dalam darah.

  • Obesitas

Berat badan berlebih meningkatkan produksi asam urat sekaligus menurunkan kemampuan tubuh membuangnya.

  • Konsumsi gula berlebihan (fruktosa tinggi)

Fruktosa yang banyak terdapat dalam minuman manis dan beberapa buah tertentu dapat meningkatkan produksi asam urat.

  • Faktor genetik

Riwayat keluarga dengan asam urat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi serupa.

Apakah Asam Urat Bisa Menyerang Anak Muda?

Jawabannya: bisa.

Dulu, asam urat identik dengan usia lanjut. Namun kini, pola hidup modern yang cenderung tidak sehat membuat penyakit ini semakin sering ditemukan pada usia 20-40 tahun. Beberapa faktor penyebabnya antara lain:

  • Konsumsi minuman manis dan makanan cepat saji
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Obesitas sejak usia muda
  • Kebiasaan bergadang dan memiliki pola tidur yang buruk
  • Pola makan tinggi protein hewani

Anak muda yang sering mengonsumsi minuman bersoda, jus kemasan dengan tambahan gula, serta makanan instan berisiko mengalami peningkatan asam urat lebih cepat. Oleh karena itu, pencegahan sejak dini sangat penting.

Apakah Penderita Asam Urat Boleh Makan Durian?

Durian memang tidak termasuk buah tinggi purin. Namun, penderita asam urat tetap harus berhati-hati karena durian mengandung gula (terutama fruktosa) yang cukup tinggi, berkalori tinggi, dan karbohidrat sederhana.

Fruktosa dalam durian dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh. Selain itu, kandungan kalorinya yang tinggi bisa memicu kenaikan berat badan yang pada akhirnya memperburuk asam urat dan kolesterol.

Penderita asam urat boleh makan durian, tetapi dalam jumlah sangat terbatas. Idealnya tidak lebih dari 1-2 potong kecil dan tidak dikonsumsi saat kadar asam urat sedang tinggi atau saat serangan kambuh.

Buah yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Urat dan Kolesterol

Buah memang dikenal wajib masuk menu makanan sehari-hari karena tubuh kita membutuhkan vitamin dan serat yang cukup dari buah-buahan. Meskipun buah dikenal sehat, beberapa jenis buah dengan kandungan gula tinggi sebaiknya dibatasi konsumsinya.

Ini daftar buah yang tidak boleh dimakan berlebihan oleh penderita asam surat dan kolesterol:

1. Anggur

Anggur mengandung fruktosa cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat memicu peningkatan kadar asam urat dan trigliserida (lemak dalam darah).

2. Mangga

Mangga matang memiliki kadar gula alami yang tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, dapat meningkatkan kadar gula darah dan memicu produksi asam urat.

3. Pisang Terlalu Matang

Pisang sebenarnya aman dalam jumlah wajar. Namun pisang yang terlalu matang mengandung gula lebih tinggi dan bisa berkontribusi terhadap peningkatan berat badan.

4. Nangka

Nangka memiliki kadar gula cukup tinggi sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan oleh penderita asam urat dan kolesterol.

5. Durian

Seperti dijelaskan sebelumnya, durian tinggi kalori dan fruktosa sehingga perlu dibatasi.

Buah yang Aman dan Membantu Menurunkan Asam Urat

Sebaliknya, ada buah-buahan yang justru membantu mengontrol kadar asam urat dan kolesterol, antara lain:

  • Stroberi

Stroberi sangat bermanfaat bagi penderita asam urat karena kaya akan vitamin C dan antioksidan (seperti antosianin) yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat, mengurangi peradangan sendi, dan membantu ekskresi asam urat melalui urine.

  • Jeruk

Seperti stroberi, jeruk baik untuk menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh dan mencegah penyakit asam urat kambuh. Ini karena jeruk mengandung vitamin C yang bersifat antioksidan. Sifat ini bisa meredakan peradangan pada penyakit asam urat.

  • Apel

Apel mengandung malic acid (asam malat) dan pektin (serat larut) yang membantu menetralisir dan mengeluarkan kelebihan asam urat melalui urine dan sistem pencernaan. Kandungan flavonoid, quercetin, dan katekin dalam apel berfungsi sebagai antiinflamasi alami yang meredakan nyeri dan bengkak pada sendi saat asam urat kambuh.

  • Semangka

Kandungan air dan sifat diuretik pada semangka membantu mengeluarkan kristal asam urat sehingga mencegah penumpukan di persendian. Kalium dan air dalam semangka membantu ginjal membuang racun dan kelebihan asam urat dengan lebih efektif. 

Buah-buahan ini kaya vitamin C, antioksidan, dan serat yang membantu mempercepat pembuangan asam urat melalui urin serta menurunkan kolesterol jahat (LDL).

Tips Konsumsi Buah untuk Menurunkan Asam Urat

Agar buah benar-benar memberikan manfaat maksimal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Pilih Buah Rendah Gula

Utamakan buah dengan indeks glikemik rendah seperti apel, pir, dan beri.

2. Konsumsi Buah Segar, Bukan Jus Kemasan

Jus kemasan sering mengandung tambahan gula. Lebih baik konsumsi buah utuh agar seratnya tetap utuh.

3. Batasi Porsi

Meskipun sehat, konsumsi buah tetap perlu dibatasi sekitar 2-3 porsi per hari.

4. Hindari Tambahan Gula

Jangan menambahkan gula, susu kental manis, atau sirup pada buah.

5. Perbanyak Air Putih

Air membantu ginjal membuang asam urat lebih efektif.

Tidak semua buah aman dikonsumsi secara bebas oleh penderita asam urat dan kolesterol. Buah dengan kandungan fruktosa tinggi seperti durian, anggur, mangga matang, dan nangka perlu dibatasi karena dapat meningkatkan produksi asam urat dan kadar lemak darah.

Asam urat bukan lagi penyakit orang tua. Anak muda pun bisa mengalaminya akibat pola hidup tidak sehat. Oleh karena itu, pengaturan pola makan sejak dini sangat penting.

Kunci utama bukan menghindari semua buah, tetapi memilih jenis yang tepat dan mengatur porsinya. Dengan kombinasi pola makan sehat, konsumsi buah rendah gula, olahraga rutin, dan cukup minum air, kadar asam urat dan kolesterol dapat lebih terkontrol.

Jika Anda memiliki riwayat asam urat atau kolesterol tinggi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan diet yang lebih personal dan aman.

(Edited by JM)